alexametrics
23.6 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Pengunjung Pasar Takjil Soehat, Malang Masih Abaikan Prokes

MALANG KOTA – Kesadaran para pengunjung pasar takjil di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) masih kurang baik. Karena di sana masih banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes). Di antaranya banyak yang tak bermasker dan juga berkerumun.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang Drs Priyadi mengatakan, pengamanan di pasar takjil di Soekarno-Hatta masih tetap dilakukan setiap hari. Yang mana pihaknya bekerja sama dengan pasukan linmas, terutama untuk pengawasan di prokes.

Sebab, selama Ramadan ini, dia menyebut, masih ada beberapa masyarakat yang ketahuan melanggar prokes. Misalnya, tidak menggunakan masker atau menggunakan masker dengan cara yang tidak benar dan juga masyarakat yang berkerumun. Bila ditemukan yang demikian, pihaknya langsung menegur para pelanggar prokes itu. ”Karena sifatnya memang teguran secara lisan. Kalau soal masker, selain ditegur, kami berikan masker,” imbuhnya.

Dalam per hari, Priyadi membeberkan, jumlah pelanggar prokes ini kisaran 10-20 orang. Sehingga untuk memantau pasar takjil di Soehat itu pihaknnya menurunkan sebanyak 20 personel untuk stand by dan berjaga di lokasi. ”Kalau untuk linmas biasanya 10 personel, jadi total itu ada 30 orang,”tambahnya.

Sebenarnya, menurut dia, jumlah kunjungan di Pasar Ramadan itu harus ada batasannya. Namun, karena berada di tempat terbuka, sulit untuk menerapkan batasan itu. Sehingga, solusinya, pihaknya harus siaga di lokasi untuk memantau masyarakat agar tidak terjadi kerumunan. ”Saya mengimbau untuk pengunjung pasar takjil agar tetap mematuhi prokes yang dianjurkan karena itu bukan hanya untuk keselamatan diri sendiri tapi juga masyarakat lainnya,” saran dia. (rmc/ulf/abm)

MALANG KOTA – Kesadaran para pengunjung pasar takjil di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat) masih kurang baik. Karena di sana masih banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan (prokes). Di antaranya banyak yang tak bermasker dan juga berkerumun.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang Drs Priyadi mengatakan, pengamanan di pasar takjil di Soekarno-Hatta masih tetap dilakukan setiap hari. Yang mana pihaknya bekerja sama dengan pasukan linmas, terutama untuk pengawasan di prokes.

Sebab, selama Ramadan ini, dia menyebut, masih ada beberapa masyarakat yang ketahuan melanggar prokes. Misalnya, tidak menggunakan masker atau menggunakan masker dengan cara yang tidak benar dan juga masyarakat yang berkerumun. Bila ditemukan yang demikian, pihaknya langsung menegur para pelanggar prokes itu. ”Karena sifatnya memang teguran secara lisan. Kalau soal masker, selain ditegur, kami berikan masker,” imbuhnya.

Dalam per hari, Priyadi membeberkan, jumlah pelanggar prokes ini kisaran 10-20 orang. Sehingga untuk memantau pasar takjil di Soehat itu pihaknnya menurunkan sebanyak 20 personel untuk stand by dan berjaga di lokasi. ”Kalau untuk linmas biasanya 10 personel, jadi total itu ada 30 orang,”tambahnya.

Sebenarnya, menurut dia, jumlah kunjungan di Pasar Ramadan itu harus ada batasannya. Namun, karena berada di tempat terbuka, sulit untuk menerapkan batasan itu. Sehingga, solusinya, pihaknya harus siaga di lokasi untuk memantau masyarakat agar tidak terjadi kerumunan. ”Saya mengimbau untuk pengunjung pasar takjil agar tetap mematuhi prokes yang dianjurkan karena itu bukan hanya untuk keselamatan diri sendiri tapi juga masyarakat lainnya,” saran dia. (rmc/ulf/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/