alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Guru TK Malang Yang Terjerat Pinjol Mulai Lunasi Hutangnya

MALANG KOTA – Satu per satu hutang pinjaman online (pinjol) S, 40, guru TK asal Kecamatan Sukun dilunasi. Saat ini, sudah ada lima pinjol legal yang sudah dibayarkan tanggungannya. Sementara untuk belasan pinjol ilegal masih dalam proses dilunasi.

“Ya, lima Pinjol yang legal ini sudah dinyatakan lunas oleh fintech-nya,” terang kuasa hukum S, Slamet Yuono. Hal itu dilakukan setelah S mendapat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang sebanyak Rp 26,2 juta Jumat (21/5) lalu.

Menurut Yuono, S memiliki kewajiban melunasi 23 pinjaman dari total 24 pinjol. ”Ada satu pinjol yang sudah dilunasi ibu sendiri,” imbuhnya. Untuk menginventarisir pinjaman, pihaknya berkoordinasi dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPBI). “Jalin kontak, berkomunikasi dengan sana (AFPBI), lalu kemudian kami dihubungi dan menyatakan empat pinjol ini lunas sekalian bunga dan dendanya, itu Sabtu (22/5) kemarin,” beber advokat dari kantor 99 and Partners Law Firm Jakarta itu.

Kini, pihaknya hanya tinggal menanti surat tanda lunas dari Fintech bersangkutan. “Kami minta buatkan surat keterangan lunas guna laporan ke Baznas, itu besok rencananya dikirim secara hard copy ke kantor kami di Jakarta,” ujarnya.

Setelah ini, pihaknya masih bergerilya mencari para fintech yang dimasukkan ke dalam kategori ilegal.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Satu per satu hutang pinjaman online (pinjol) S, 40, guru TK asal Kecamatan Sukun dilunasi. Saat ini, sudah ada lima pinjol legal yang sudah dibayarkan tanggungannya. Sementara untuk belasan pinjol ilegal masih dalam proses dilunasi.

“Ya, lima Pinjol yang legal ini sudah dinyatakan lunas oleh fintech-nya,” terang kuasa hukum S, Slamet Yuono. Hal itu dilakukan setelah S mendapat bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Malang sebanyak Rp 26,2 juta Jumat (21/5) lalu.

Menurut Yuono, S memiliki kewajiban melunasi 23 pinjaman dari total 24 pinjol. ”Ada satu pinjol yang sudah dilunasi ibu sendiri,” imbuhnya. Untuk menginventarisir pinjaman, pihaknya berkoordinasi dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPBI). “Jalin kontak, berkomunikasi dengan sana (AFPBI), lalu kemudian kami dihubungi dan menyatakan empat pinjol ini lunas sekalian bunga dan dendanya, itu Sabtu (22/5) kemarin,” beber advokat dari kantor 99 and Partners Law Firm Jakarta itu.

Kini, pihaknya hanya tinggal menanti surat tanda lunas dari Fintech bersangkutan. “Kami minta buatkan surat keterangan lunas guna laporan ke Baznas, itu besok rencananya dikirim secara hard copy ke kantor kami di Jakarta,” ujarnya.

Setelah ini, pihaknya masih bergerilya mencari para fintech yang dimasukkan ke dalam kategori ilegal.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/