alexametrics
26.5 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Klaster Bandulan Tak Diikuti Lockdown, Ini Alasan Pemkot Malang

MALANG KOTA – Pemkot Malang mengambil kebijakan berbeda terkait munculnya klaster Covid-19. Kebijakan lockdown untuk klaster Jaksa Agung Suprapto masih belum akan diterapkan untuk klaster Bandulan. Meskipun ada enam warga dinyatakan positif dan satu orang meninggal dunia di wilayah RT 05/RW04 Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif mengatakan, untuk klaster Bandulan saat ini hanya dilakukan pembatasan kegiatan warga, bukan lockdown wilayah. “Sampai saat ini belum ada (lockdown), hanya pembatasan kegiatan warga Bandulan. Kami juga mencegah adanya kerumunan (di wilayah tersebut), ” ucapnya.

Disinggung mengenai jam malam, dia juga mengatakan belum memberlakukan aturan tersebut. “Mengenai hal itu belum ada informasi, sementara hanya pembatasan kegiatan,” imbuhnya.

Sementara itu, mengenai kondisi pasien klaster Bandulan, Husnul mengatakan sementara ini tidak ada yg mengalami gejala sedang hingga berat. “Sementara belum ada informasi (gejala berat), tapi saat dikirim (ke RSL Idjen) semua tanpa gejala,” pungkas pria yang juga jubir Satgas Covid-19 Kota Malang ini.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, klaster Bandulan baru diketahui Minggu lalu (20/6). Kasus tersebut muncul paska ada warga yang melakukan aktivitas takziah ke Bangkalan, Madura.

Pewarta: Andika

MALANG KOTA – Pemkot Malang mengambil kebijakan berbeda terkait munculnya klaster Covid-19. Kebijakan lockdown untuk klaster Jaksa Agung Suprapto masih belum akan diterapkan untuk klaster Bandulan. Meskipun ada enam warga dinyatakan positif dan satu orang meninggal dunia di wilayah RT 05/RW04 Kelurahan Bandulan, Kecamatan Sukun.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif mengatakan, untuk klaster Bandulan saat ini hanya dilakukan pembatasan kegiatan warga, bukan lockdown wilayah. “Sampai saat ini belum ada (lockdown), hanya pembatasan kegiatan warga Bandulan. Kami juga mencegah adanya kerumunan (di wilayah tersebut), ” ucapnya.

Disinggung mengenai jam malam, dia juga mengatakan belum memberlakukan aturan tersebut. “Mengenai hal itu belum ada informasi, sementara hanya pembatasan kegiatan,” imbuhnya.

Sementara itu, mengenai kondisi pasien klaster Bandulan, Husnul mengatakan sementara ini tidak ada yg mengalami gejala sedang hingga berat. “Sementara belum ada informasi (gejala berat), tapi saat dikirim (ke RSL Idjen) semua tanpa gejala,” pungkas pria yang juga jubir Satgas Covid-19 Kota Malang ini.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, klaster Bandulan baru diketahui Minggu lalu (20/6). Kasus tersebut muncul paska ada warga yang melakukan aktivitas takziah ke Bangkalan, Madura.

Pewarta: Andika

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/