alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Lagi, Pemkot Malang Ajukan Perpanjang Izin Safe House Kawi

MALANG KOTA – Pemkot Malang gamang juga untuk menghentikan operasional Safe House Jalan Kawi. Menyusul adanya peningkatan kasus Covid-19 akhir-akhir ini. Upaya untuk mempanjang izin tersebut sudah diajukan ke Gubernur Jatim.

Sesuai rencana, izin pinjam pakai gedung diklat milik Pemprov Jatim di Jalan Kawi Kota Malang itu akan berakhir 30 Juni mendatang. Jika izin perpanjangan safe house dikabulkan, tempat tersebut akan kembali digunakan untuk merawat pasien Covid-19 bergejala ringan atau OTG (orang tanpa gejala). “Kami sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur agar safe house di Jalan Kawi bisa diperpanjang. Saat ini masih dalam proses perpanjangan izin,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang Dr Husnul Muarif.

Diakui juru bicara Satgas Covid-19 Kota Malang ini, perpanjangan safe house sebagai imbas meningkatnya kasus baru Covid-19. Hal itu terlihat dari kenaikan Bed Occupacy Red (BOR) sejumlah rumah sakit rujukan yang sudah di atas 60 persen. “Pada perkembangannya, BOR rumah sakit rujukan sudah 67 persen. Sementara di ruang isolasi sekitar 63 persen. Sudah ada warning sehingga harus ada intervensi dengan penambahan bed,” ungkap Husnul.

Sementara itu, jika perpanjangan Safe House Kawi disetujui, rencananya juga akan dilakukan penambahan bed. “Awalnya hanya ada 90 bed, bisa ditambah 20 bed menjadi 110 bed. Hanya saja karena izin pakai sampai tanggal 30, beberapa tempat tidur sudah kami kosongi,” ujar Husnul.

Saat ini, pasien yang dirawat di safe house menyisakan dua orang Pekerja Imigran Indonesia (PMI) .Dalam prosesnya setelah melewati Polymerase Chain Reaction (PCR) mereka bisa kembali ke rumah masing- masing.

Pewarta: Mega Annisa Ni’mais

MALANG KOTA – Pemkot Malang gamang juga untuk menghentikan operasional Safe House Jalan Kawi. Menyusul adanya peningkatan kasus Covid-19 akhir-akhir ini. Upaya untuk mempanjang izin tersebut sudah diajukan ke Gubernur Jatim.

Sesuai rencana, izin pinjam pakai gedung diklat milik Pemprov Jatim di Jalan Kawi Kota Malang itu akan berakhir 30 Juni mendatang. Jika izin perpanjangan safe house dikabulkan, tempat tersebut akan kembali digunakan untuk merawat pasien Covid-19 bergejala ringan atau OTG (orang tanpa gejala). “Kami sudah berkoordinasi dengan Gubernur Jawa Timur agar safe house di Jalan Kawi bisa diperpanjang. Saat ini masih dalam proses perpanjangan izin,” terang Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang Dr Husnul Muarif.

Diakui juru bicara Satgas Covid-19 Kota Malang ini, perpanjangan safe house sebagai imbas meningkatnya kasus baru Covid-19. Hal itu terlihat dari kenaikan Bed Occupacy Red (BOR) sejumlah rumah sakit rujukan yang sudah di atas 60 persen. “Pada perkembangannya, BOR rumah sakit rujukan sudah 67 persen. Sementara di ruang isolasi sekitar 63 persen. Sudah ada warning sehingga harus ada intervensi dengan penambahan bed,” ungkap Husnul.

Sementara itu, jika perpanjangan Safe House Kawi disetujui, rencananya juga akan dilakukan penambahan bed. “Awalnya hanya ada 90 bed, bisa ditambah 20 bed menjadi 110 bed. Hanya saja karena izin pakai sampai tanggal 30, beberapa tempat tidur sudah kami kosongi,” ujar Husnul.

Saat ini, pasien yang dirawat di safe house menyisakan dua orang Pekerja Imigran Indonesia (PMI) .Dalam prosesnya setelah melewati Polymerase Chain Reaction (PCR) mereka bisa kembali ke rumah masing- masing.

Pewarta: Mega Annisa Ni’mais

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/