alexametrics
22.3 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Pemkot Malang Galakkan Kota Ramah Lansia

MALANG KOTA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat jumlah penduduk lansia sebanyak 6,76 persen dari total penduduk Kota Malang pada 2020.

Berdasarkan angka tersebut, jumlah lansia memang cukup tinggi, sehingga dibutuhkan perhatian khusus untuk memenuhi kesejahteraan kelompok lansia. Salah satu upayanya adalah dengan peningkatan program Kota Ramah Lansia.

“Dengan konsep Kota Ramah Lansia, maka struktur dan layanan yang ada dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas. Sehingga dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat yang berusia lanjut,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Sejumlah langkah kebijakan telah diambil oleh Pemerintah Kota Malang, sebagai contoh, Sutiaji kini telah menyediakan sarana dan prasarana yang ramah bagi lansia yang menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi.

“Kota Ramah Lansia menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Pemkot Malang telah menyusun peraturan sebagai payung hukum Kota Ramah Lansia,” ucap Pria asal Lamongan ini.

Peraturan tersebut antara lain Perda Kota Malang Nomor 13 Tahun 2005 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, Perwal Kota Malang Nomor 49 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pemberian Pemenuhan Kebutuhan Pokok Bagi Lanjut Usia.

Selain itu juga tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Malang Nomor 188.45/27/35.73.112/2021 tentang Komisi Daerah Lanjut Usia dan Surat Keputusan Dinsos P3AP2KB Kota Malang Nomor 188.451/14/35.73.405/2020 tentang Forum Komunikasi Karang Werda Kota Malang.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Penny Idriyani mengatakan bahwa, terkait Kota Ramah Lansia, pihaknya telah melakukan serangkaian strategi.

“Penguatan regulasi daerah dan kelembagaan, memperkuat kemitraan pelayanan dan pemberdayaan lansia, meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan lansia, meningkatkan akurasi dan cakupan perlindungan sosial lansia, serta membangun infrastruktur dan ruang publik ramah lansia,” ujar Penny Idriyani.

Sebagai bentuk kepedulian Pemkot Malang memiliki beberapa program kegiatan seperti memfasilitasi kegiatan karang werda dan memberikan bantuan pangan non-tunai daerah bagi lansia. Kemudian ada pula, program rantang kasih dengan sasaran 114 orang lansia yang tidak potensial, miskin, dan terlantar.

“Pemkot Malang juga shelter bagi lansia dengan administrasi kependudukan Kota Malang, miskin dan terlantar, yaitu Pondok Lansia dan Tuna Wisma Karya (TWK) Sukun,” sambungnya.

Pewarta : M. Ubaidillah (CJ9)

MALANG KOTA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang mencatat jumlah penduduk lansia sebanyak 6,76 persen dari total penduduk Kota Malang pada 2020.

Berdasarkan angka tersebut, jumlah lansia memang cukup tinggi, sehingga dibutuhkan perhatian khusus untuk memenuhi kesejahteraan kelompok lansia. Salah satu upayanya adalah dengan peningkatan program Kota Ramah Lansia.

“Dengan konsep Kota Ramah Lansia, maka struktur dan layanan yang ada dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas. Sehingga dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat yang berusia lanjut,” ujar Wali Kota Malang Sutiaji.

Sejumlah langkah kebijakan telah diambil oleh Pemerintah Kota Malang, sebagai contoh, Sutiaji kini telah menyediakan sarana dan prasarana yang ramah bagi lansia yang menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi.

“Kota Ramah Lansia menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut. Pemkot Malang telah menyusun peraturan sebagai payung hukum Kota Ramah Lansia,” ucap Pria asal Lamongan ini.

Peraturan tersebut antara lain Perda Kota Malang Nomor 13 Tahun 2005 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia, Perwal Kota Malang Nomor 49 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pemberian Pemenuhan Kebutuhan Pokok Bagi Lanjut Usia.

Selain itu juga tertuang dalam Surat Keputusan Wali Kota Malang Nomor 188.45/27/35.73.112/2021 tentang Komisi Daerah Lanjut Usia dan Surat Keputusan Dinsos P3AP2KB Kota Malang Nomor 188.451/14/35.73.405/2020 tentang Forum Komunikasi Karang Werda Kota Malang.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Penny Idriyani mengatakan bahwa, terkait Kota Ramah Lansia, pihaknya telah melakukan serangkaian strategi.

“Penguatan regulasi daerah dan kelembagaan, memperkuat kemitraan pelayanan dan pemberdayaan lansia, meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan lansia, meningkatkan akurasi dan cakupan perlindungan sosial lansia, serta membangun infrastruktur dan ruang publik ramah lansia,” ujar Penny Idriyani.

Sebagai bentuk kepedulian Pemkot Malang memiliki beberapa program kegiatan seperti memfasilitasi kegiatan karang werda dan memberikan bantuan pangan non-tunai daerah bagi lansia. Kemudian ada pula, program rantang kasih dengan sasaran 114 orang lansia yang tidak potensial, miskin, dan terlantar.

“Pemkot Malang juga shelter bagi lansia dengan administrasi kependudukan Kota Malang, miskin dan terlantar, yaitu Pondok Lansia dan Tuna Wisma Karya (TWK) Sukun,” sambungnya.

Pewarta : M. Ubaidillah (CJ9)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/