alexametrics
18.5 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Amankan Lima Pasangan Mesum

MALANG KOTA-Operasi mencari pasangan mesum terus dilakukan Satpol PP Kota Malang.Kemarin siang (22/6), korps penegak peraturan daerah Kota Malang itu menyasar Kecamatan Sukun.Dari satu penginapan, mereka mengamankan lima pasangan tidak sah.

Lima pasangan itu diangkut dari sebuah penginapan yang dikelola jaringan OYO di kawasan Gang 3 Klayatan, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun. Tepat pukul 14.00, Satpol PP Kota Malang bersama TNI, Polri, dan Polisi Militer merangsek masuk ke dalam penginapan. Kedatangan mereka sempat mengejutkan beberapa orang di sekitar lokasi.

Kepala Satpol PP Kota Malang HeruMulyono mengatakan, tim di kerahkan ke penginapan itu atas dasar pengaduan warga. Dalam pengaduan

disebutkanbahwa penginapan itu kerap digunakan sebagai tempat aktivitas prostitusi online.

Selain itu, banyak masyarakat yang menyaksikan tamu laki-laki dan perempuan keluar masuk penginapan itu pada jam-jam tidak wajar.Hasil pemeriksaan terhadap para pelaku prostitusi online sebelumnya juga menunjuk penginapan tersebut sebagai lokasi yang sering dimanfaatkan untuk bisnis mesum.Terutama ketika akhir pekan.

Karena itulah, kemarin siang timrazia langsung memeriksa beberapa kamar. Selama satu jam, tim mengamankan lima pasangan yang diperkirakan berusia 20 sampai 30 tahun. Ketika diperiksa, semua pasangan itu merupakan warga luar Malang yang berdomisili di Kota dan Kabupaten Malang.Sebut saja Kota Blitar, Kabupaten Banyuwangi, dan Kalimantan.

Beberapa pasangan sempat memberikan perlawanan kepada petugas saat akan diamankan. ”Awalnya kami kira mereka itu pelaku prostitusi. Begitu diperiksa, mereka hanya pasangan biasa yang berbuat mesum,” kata Heru.

Malah, beberapa di antaranya adalah pasangan yang akan menikah. Mereka akhirnya dinyatakan melanggar Perda Kota Malang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Larangan Tempat Pelacuran dan Perbuatan Cabul.Temuan lain oleh Satpol PP, penginapan tersebut tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD). ”Nanti diurus oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda),” tutup Heru. (biy/fat)

MALANG KOTA-Operasi mencari pasangan mesum terus dilakukan Satpol PP Kota Malang.Kemarin siang (22/6), korps penegak peraturan daerah Kota Malang itu menyasar Kecamatan Sukun.Dari satu penginapan, mereka mengamankan lima pasangan tidak sah.

Lima pasangan itu diangkut dari sebuah penginapan yang dikelola jaringan OYO di kawasan Gang 3 Klayatan, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun. Tepat pukul 14.00, Satpol PP Kota Malang bersama TNI, Polri, dan Polisi Militer merangsek masuk ke dalam penginapan. Kedatangan mereka sempat mengejutkan beberapa orang di sekitar lokasi.

Kepala Satpol PP Kota Malang HeruMulyono mengatakan, tim di kerahkan ke penginapan itu atas dasar pengaduan warga. Dalam pengaduan

disebutkanbahwa penginapan itu kerap digunakan sebagai tempat aktivitas prostitusi online.

Selain itu, banyak masyarakat yang menyaksikan tamu laki-laki dan perempuan keluar masuk penginapan itu pada jam-jam tidak wajar.Hasil pemeriksaan terhadap para pelaku prostitusi online sebelumnya juga menunjuk penginapan tersebut sebagai lokasi yang sering dimanfaatkan untuk bisnis mesum.Terutama ketika akhir pekan.

Karena itulah, kemarin siang timrazia langsung memeriksa beberapa kamar. Selama satu jam, tim mengamankan lima pasangan yang diperkirakan berusia 20 sampai 30 tahun. Ketika diperiksa, semua pasangan itu merupakan warga luar Malang yang berdomisili di Kota dan Kabupaten Malang.Sebut saja Kota Blitar, Kabupaten Banyuwangi, dan Kalimantan.

Beberapa pasangan sempat memberikan perlawanan kepada petugas saat akan diamankan. ”Awalnya kami kira mereka itu pelaku prostitusi. Begitu diperiksa, mereka hanya pasangan biasa yang berbuat mesum,” kata Heru.

Malah, beberapa di antaranya adalah pasangan yang akan menikah. Mereka akhirnya dinyatakan melanggar Perda Kota Malang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Larangan Tempat Pelacuran dan Perbuatan Cabul.Temuan lain oleh Satpol PP, penginapan tersebut tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD). ”Nanti diurus oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda),” tutup Heru. (biy/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/