alexametrics
21.3 C
Malang
Monday, 4 July 2022

Dinkes Kebut Tuntaskan 100 Persen Vaksinasi Anak

MALANG KOTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengebut penuntasan vaksinasi anak. Perhatian lebih pada vaksinasi anak karena hingga kini tidak ada booster untuk kalangan anak-anak.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, vaksinasi anak bisa dikejar menyesuaikan kalender pendidikan. Artinya, upaya pendeteksian paling efektif terhadap anak yang belum divaksin ini adalah melalui sekolah.

“Seperti yang dilakukan selama ini kan vaksinasi anak tersentralisasi melalui sekolah masing-masing,” ujar dokter Husnul, kemarin.

Meski begitu, kata dia, bisa saja ada sekolah yang masih terlewat. “Kalau sekolah negeri sudah bisa dipastikan kegiatan vaksinasinya,” imbuh mantan direktur rumah sakit daerah (RSUD) Kota Malang itu.

Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu menambahkan, saat ini capaian vaksinasi anak untuk dosis satu berkisar 98,89 persen. Sedangkan, untuk dosis dua 88,18 persen.

Selain alasan merebaknya varian baru di tengah kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang terus berjalan, kata dia, belum adanya vaksinasi booster juga menjadi alarm untuk terus mengejar 100 persen vaksinasi anak. “Hingga saat ini belum ada vaksin booster untuk anak-anak. Jadi, vaksinasi dosis satu dan dua setidaknya harus sudah lengkap,” tuturnya.

Untuk itu, Husnul berencana menuntaskan vaksinasi dosis satu dan dua pada awal tahun ajaran baru mendatang. Sebab, sebagian besar sekolah akan mengakhiri semester genap pada pekan ini.

Maka dari itu, pekerjaan rumah (PR) baru akan bisa dikejar pada semester ganjil tahun ajaran baru nantinya. Di sisi lain, Husnul kembali mengingatkan masyarakat agar kembali memperketat protokol kesehatan (prokes).(dre/dan)

MALANG KOTA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang mengebut penuntasan vaksinasi anak. Perhatian lebih pada vaksinasi anak karena hingga kini tidak ada booster untuk kalangan anak-anak.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, vaksinasi anak bisa dikejar menyesuaikan kalender pendidikan. Artinya, upaya pendeteksian paling efektif terhadap anak yang belum divaksin ini adalah melalui sekolah.

“Seperti yang dilakukan selama ini kan vaksinasi anak tersentralisasi melalui sekolah masing-masing,” ujar dokter Husnul, kemarin.

Meski begitu, kata dia, bisa saja ada sekolah yang masih terlewat. “Kalau sekolah negeri sudah bisa dipastikan kegiatan vaksinasinya,” imbuh mantan direktur rumah sakit daerah (RSUD) Kota Malang itu.

Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu menambahkan, saat ini capaian vaksinasi anak untuk dosis satu berkisar 98,89 persen. Sedangkan, untuk dosis dua 88,18 persen.

Selain alasan merebaknya varian baru di tengah kebijakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang terus berjalan, kata dia, belum adanya vaksinasi booster juga menjadi alarm untuk terus mengejar 100 persen vaksinasi anak. “Hingga saat ini belum ada vaksin booster untuk anak-anak. Jadi, vaksinasi dosis satu dan dua setidaknya harus sudah lengkap,” tuturnya.

Untuk itu, Husnul berencana menuntaskan vaksinasi dosis satu dan dua pada awal tahun ajaran baru mendatang. Sebab, sebagian besar sekolah akan mengakhiri semester genap pada pekan ini.

Maka dari itu, pekerjaan rumah (PR) baru akan bisa dikejar pada semester ganjil tahun ajaran baru nantinya. Di sisi lain, Husnul kembali mengingatkan masyarakat agar kembali memperketat protokol kesehatan (prokes).(dre/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/