alexametrics
21.3 C
Malang
Monday, 4 July 2022

Instalasi Gas Metan Tak Fungsi Sejak 2018

MALANG KOTA – Sejak kebakaran pada 2018 lalu, instalasi gas metan di TPA Supiturang belum difungsikan kembali. Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menargetkan 2-3 tahun mendatang akan ada pembenahan.

Kabid Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Malang Sunarka mengatakan, pembenahan instalasi gas metan rencananya menggunakan sanitary landfill yang baru. Sebab, jaringan instalasi harus disiapkan dari awal setelah rusak akibat kebakaran. ”Kalau sekarang kesulitan memperbaiki, itu karena sudah di dalam tumpukan sampah,” ujar Sunarka, beberapa waktu lalu.

Disinggung terkait estimasi anggaran pembenahan instalasi gas metan, Sunarka menyatakan sudah satu paket dengan program emission reduction in cities (ERiC) Programme Solid Waste Management. “Jadi Kementerian PUPR yang tahu rinciannya,” terangnya.

Terpisah, Kepala UPT TPA Supiturang Syarif Hidayat menambahkan, kejadian kebakaran di TPA berlangsung beberapa kali. Pertama, pada 2018 lalu yang menyebabkan 30-40 persen wilayah sebesar 15 hektare hangus terbakar.

“Selanjutnya pada 2019. Saat itu, kebakaran besar berlangsung 3 bulan. Di instalasi yang lama, potensi gas metannya mencapai 4,5 ton per tahun dan ada 72 titik sumur gas yang karena kebakaran tidak digunakan lagi,” kata Syarif.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran, pihaknya melakukan pembasahan. Pembasahan tersebut dilaksanakan sebanyak dua kali dalam satu minggu.

Selain sampah, pengolahan air lindi di TPA juga bisa menghasilkan gas metan. Hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar kompor di kalangan warga. Ke depan, pemanfaatan gas metan direncanakan untuk penerangan di TPA pula. ”Tetapi masih diproses,” pungkas Syarif.(mel/dan)

MALANG KOTA – Sejak kebakaran pada 2018 lalu, instalasi gas metan di TPA Supiturang belum difungsikan kembali. Namun, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang menargetkan 2-3 tahun mendatang akan ada pembenahan.

Kabid Persampahan dan Limbah B3 DLH Kota Malang Sunarka mengatakan, pembenahan instalasi gas metan rencananya menggunakan sanitary landfill yang baru. Sebab, jaringan instalasi harus disiapkan dari awal setelah rusak akibat kebakaran. ”Kalau sekarang kesulitan memperbaiki, itu karena sudah di dalam tumpukan sampah,” ujar Sunarka, beberapa waktu lalu.

Disinggung terkait estimasi anggaran pembenahan instalasi gas metan, Sunarka menyatakan sudah satu paket dengan program emission reduction in cities (ERiC) Programme Solid Waste Management. “Jadi Kementerian PUPR yang tahu rinciannya,” terangnya.

Terpisah, Kepala UPT TPA Supiturang Syarif Hidayat menambahkan, kejadian kebakaran di TPA berlangsung beberapa kali. Pertama, pada 2018 lalu yang menyebabkan 30-40 persen wilayah sebesar 15 hektare hangus terbakar.

“Selanjutnya pada 2019. Saat itu, kebakaran besar berlangsung 3 bulan. Di instalasi yang lama, potensi gas metannya mencapai 4,5 ton per tahun dan ada 72 titik sumur gas yang karena kebakaran tidak digunakan lagi,” kata Syarif.

Untuk mencegah terjadinya kebakaran, pihaknya melakukan pembasahan. Pembasahan tersebut dilaksanakan sebanyak dua kali dalam satu minggu.

Selain sampah, pengolahan air lindi di TPA juga bisa menghasilkan gas metan. Hal tersebut bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar kompor di kalangan warga. Ke depan, pemanfaatan gas metan direncanakan untuk penerangan di TPA pula. ”Tetapi masih diproses,” pungkas Syarif.(mel/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/