alexametrics
24.5 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

Launching Kelas Industri Mikrotik Academy di SMKN 10 Kota Malang

MALANG KOTA – SMKN 10 Kota Malang menyiapkan lulusan masuk di dunia kerja dengan sebaik­baiknya. Salah satu strateginya yakni menggagas kelas Industri Mikrotik Academy yang berkolaborasi dengan Axelbit Surabaya. Kelas ini telah di­launching di aula SMKN 10 Kota Malang, kemarin. Kelas Industri ini diperuntukkan untuk siswa dengan konsentrasi keahlian TKJ (Teknik Komputer Jaringan).

Plt Kepala SMKN 10 Kota Malang Drs Cone Kustarto Arifin mengatakan selain memberikan bekal masuk di dunia kerja, kelas Industri Mikrotik Academy sebagai penerapan model pembelajaran Teaching Factory (Tefa). ”Nantinya siswa juga tak hanya dibekali teori, namun juga praktek industri di lingkungan sekolah,” katanya.

Ketua program studi TKJ Rahajeng Kartika Sari SPd menambahkan kelas industri merupakan program pengadaan kelas khusus. Kelas ini dikelola secara bersama antara sekolah dengan industri. Sehingga mencetak lulusan dengan kompetensi yang handal di bidangnya. ”Lebih dari 400 siswa TKJ nantinya akan berkesempatan untuk mendapatkan sertifikasi dari mitra industri Axelbit Surabaya,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini turut hadir Kasi SMA PK­PLK (Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Wilayah Kota Malang dan Batu M. Asrofi. Ia mengatakan kelas industri merupakan keharusan bagi sekolah untuk bekerja sama dengan dunia industri. Sebab saat ini perkembangan teknologi di industri lebih cepat daripada yang diajarkan di sekolah. ”Sehingga sekolah harus responsif dalam perubahan yang selalu muncul,” ujarnya. (tik/rof/dik)

MALANG KOTA – SMKN 10 Kota Malang menyiapkan lulusan masuk di dunia kerja dengan sebaik­baiknya. Salah satu strateginya yakni menggagas kelas Industri Mikrotik Academy yang berkolaborasi dengan Axelbit Surabaya. Kelas ini telah di­launching di aula SMKN 10 Kota Malang, kemarin. Kelas Industri ini diperuntukkan untuk siswa dengan konsentrasi keahlian TKJ (Teknik Komputer Jaringan).

Plt Kepala SMKN 10 Kota Malang Drs Cone Kustarto Arifin mengatakan selain memberikan bekal masuk di dunia kerja, kelas Industri Mikrotik Academy sebagai penerapan model pembelajaran Teaching Factory (Tefa). ”Nantinya siswa juga tak hanya dibekali teori, namun juga praktek industri di lingkungan sekolah,” katanya.

Ketua program studi TKJ Rahajeng Kartika Sari SPd menambahkan kelas industri merupakan program pengadaan kelas khusus. Kelas ini dikelola secara bersama antara sekolah dengan industri. Sehingga mencetak lulusan dengan kompetensi yang handal di bidangnya. ”Lebih dari 400 siswa TKJ nantinya akan berkesempatan untuk mendapatkan sertifikasi dari mitra industri Axelbit Surabaya,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini turut hadir Kasi SMA PK­PLK (Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Cabang Wilayah Kota Malang dan Batu M. Asrofi. Ia mengatakan kelas industri merupakan keharusan bagi sekolah untuk bekerja sama dengan dunia industri. Sebab saat ini perkembangan teknologi di industri lebih cepat daripada yang diajarkan di sekolah. ”Sehingga sekolah harus responsif dalam perubahan yang selalu muncul,” ujarnya. (tik/rof/dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/