alexametrics
24.5 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

MCW Investigasi Tahapan PPDB

MALANG KOTA – Tahapan penerimaan peserta didik baru (PPDB) Kota Malang dapat pengawasan ketat. Salah satunya dari Malang Corruption Watch (MCW). Organisasi itu bahkan menurunkan tim investigasi khusus untuk mengawasi hasil PPDB Kota Malang.

MCW tak sekedar menunggu bola, namun mereka langsung menjemputnya. Dengan arti, tidak hanya mendengar keluhan dari masyarakat, Namun juga menerjunkan langsung personelnya ke lapangan untuk mengawasi panitia penyelenggara PPDB.

Salah satu anggota tim MCW Heni Handayani Satya mengatakan, dalam proses investigasi yang dilakukan pihaknya, sampai saat ini belum menemukan kecurangan dalam pelaksaan PPDB tahun 2022. Tetapi dia memastikan, meskipun nantinya tidak ada kecurangan, pasti ada yang harus dievaluasi dari pelaksanaan penerimaan siswa baru tahun ini. “Bukan berarti sudah selesai, pengawasan kami juga selesai. Kami akan pantau terus,” terangnya.

Hingga saat ini, kata Heni, MCW terus memantau dan menginvestigasi hasil dari beberapa jalur yang ada di PPDB Kota Malang. Mulai dari mutasi, afirmasi, prestasi akademik hingga jalur zonasi. Selain membuka pengaduan dari masyarakat, MCW menyebut juga aktif berkoordinasi dengan Disdikbud terkait hasil PPDB. “Untuk sementara ini dari pantauan kami belum ada kecurangan. Tetapi kami akan update terus dari aduan masyarakat maupun dinas pendidikan,” kata Heni.

Koordinator PPDB Kota Malang Dodik Teguh Pribadi menyatakan, pihaknya tidak memiliki kepentingan untuk melakukan kecurangan. Jika memang ada bukti kecurangan, masyarakat bisa membuktikan langsung di dinas pendidikan. Maupun melakukan pengaduan ke pihak eksternal. Jika memang nantinya ada koreksi dan terbukti panitia bersalah. Maka hasil PPDB akan langsung direvisi oleh Disdikbud Kota Malang. “Kebanyakan belum ada yang membawa bukti secara langsung. Hanya bicara saja kalau harusnya lolos. Kalau ada bukti bisa dibawa langsung ke sini (dinas),” tandasnya.

Sementara itu PPDB tahap pertama jenjang SMA/SMK telah dilaksanakan selama dua hari, Senin dan Selasa kemarin (21-22/6). Ada tiga jalur yang dibuka pada tahap pertama ini dan total pagu setiap sekolah yang disediakan yakni 25 persen dari keseluruhan kuota siswa.

Tiga jalur itu yakni afirmasi, mutasi dan prestasi lomba. Untuk afirmasi pagu yang disediakan sekolah yakni 15 persen. Terdiri dari tujuh persen anak keluarga tak mampu, anak buruh sebanyak lima persen dan penyandang disabilitas tiga persen. Sedangkan mutasi menyediakan pagu sebanyak lima persen. Serta terakhir, jalur prestasi lomba dengan pagu lima persen. Terdiri dari dua persen lomba akademik dan tiga persen lomba non-akademik.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kota Malang – Batu Dr Ema Sumiarti MSi mengatakan, usai pendaftaran, sekolah akan melakukan validasi atau verifikasi kepada data peserta. Proses tersebut akan berlangsung hingga hari ini, Kamis (23/6). Setelah itu baru akan diumumkan siapa saja yang lolos pada PPDB tahap pertama, pada Jumat (24/6) pukul 08.00 WIB. “Setelah pengumuman, bisa langsung cek bukti penerimaan siswa. Daftar ulang bulan Juli mendatang,”terang Ema. (adk/abm)

MALANG KOTA – Tahapan penerimaan peserta didik baru (PPDB) Kota Malang dapat pengawasan ketat. Salah satunya dari Malang Corruption Watch (MCW). Organisasi itu bahkan menurunkan tim investigasi khusus untuk mengawasi hasil PPDB Kota Malang.

MCW tak sekedar menunggu bola, namun mereka langsung menjemputnya. Dengan arti, tidak hanya mendengar keluhan dari masyarakat, Namun juga menerjunkan langsung personelnya ke lapangan untuk mengawasi panitia penyelenggara PPDB.

Salah satu anggota tim MCW Heni Handayani Satya mengatakan, dalam proses investigasi yang dilakukan pihaknya, sampai saat ini belum menemukan kecurangan dalam pelaksaan PPDB tahun 2022. Tetapi dia memastikan, meskipun nantinya tidak ada kecurangan, pasti ada yang harus dievaluasi dari pelaksanaan penerimaan siswa baru tahun ini. “Bukan berarti sudah selesai, pengawasan kami juga selesai. Kami akan pantau terus,” terangnya.

Hingga saat ini, kata Heni, MCW terus memantau dan menginvestigasi hasil dari beberapa jalur yang ada di PPDB Kota Malang. Mulai dari mutasi, afirmasi, prestasi akademik hingga jalur zonasi. Selain membuka pengaduan dari masyarakat, MCW menyebut juga aktif berkoordinasi dengan Disdikbud terkait hasil PPDB. “Untuk sementara ini dari pantauan kami belum ada kecurangan. Tetapi kami akan update terus dari aduan masyarakat maupun dinas pendidikan,” kata Heni.

Koordinator PPDB Kota Malang Dodik Teguh Pribadi menyatakan, pihaknya tidak memiliki kepentingan untuk melakukan kecurangan. Jika memang ada bukti kecurangan, masyarakat bisa membuktikan langsung di dinas pendidikan. Maupun melakukan pengaduan ke pihak eksternal. Jika memang nantinya ada koreksi dan terbukti panitia bersalah. Maka hasil PPDB akan langsung direvisi oleh Disdikbud Kota Malang. “Kebanyakan belum ada yang membawa bukti secara langsung. Hanya bicara saja kalau harusnya lolos. Kalau ada bukti bisa dibawa langsung ke sini (dinas),” tandasnya.

Sementara itu PPDB tahap pertama jenjang SMA/SMK telah dilaksanakan selama dua hari, Senin dan Selasa kemarin (21-22/6). Ada tiga jalur yang dibuka pada tahap pertama ini dan total pagu setiap sekolah yang disediakan yakni 25 persen dari keseluruhan kuota siswa.

Tiga jalur itu yakni afirmasi, mutasi dan prestasi lomba. Untuk afirmasi pagu yang disediakan sekolah yakni 15 persen. Terdiri dari tujuh persen anak keluarga tak mampu, anak buruh sebanyak lima persen dan penyandang disabilitas tiga persen. Sedangkan mutasi menyediakan pagu sebanyak lima persen. Serta terakhir, jalur prestasi lomba dengan pagu lima persen. Terdiri dari dua persen lomba akademik dan tiga persen lomba non-akademik.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Kota Malang – Batu Dr Ema Sumiarti MSi mengatakan, usai pendaftaran, sekolah akan melakukan validasi atau verifikasi kepada data peserta. Proses tersebut akan berlangsung hingga hari ini, Kamis (23/6). Setelah itu baru akan diumumkan siapa saja yang lolos pada PPDB tahap pertama, pada Jumat (24/6) pukul 08.00 WIB. “Setelah pengumuman, bisa langsung cek bukti penerimaan siswa. Daftar ulang bulan Juli mendatang,”terang Ema. (adk/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/