alexametrics
24.5 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

Pulihkan Ekonomi Nasional, Pemkot Malang Kucurkan Rp 306 M untuk Masyarakat

MALANG KOTA-Setelah pandemi Covid-19 landai, semua daerah, termasuk Kota Malang fokus memulihkan perekonomian. Wali Kota Malang Sutiaji menyiapkan dana Rp 306 miliar agar ekonomi masyarakat tumbuh lagi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang Dwi Rahayu mengatakan, Pemkot Malang mengeluarkan anggaran cukup besar agar ekonomi masyarakat kembali menggeliat. Tahun ini saja mencapai Rp 306 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk delapan program prioritas (selengkapnya baca grafis). ”Anggaran itu cukup besar, saat ini sejumlah PD (perangkat daerah) masih secara bertahap menyerap anggaran tersebut,” ujar Dwi, kemarin. Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu menambahkan, delapan program prioritas tersebut berhubungan erat dengan perekonomian masyarakat. Misalnya Malang Creative Center (MCC) yang saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 89 persen. Gedung dengan delapan lantai tersebut bakal menjadi inkubasi ribuan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Malang. Terutama bagi mereka yang concern di bidang aplikasi dan game.

Jika nantinya gedung tersebut sudah beroperasi, komunitas kreatif akan mendapatkan fasilitas di gedung tersebut. Ketika para komunitas kreatif itu sudah tumbuh, maka perekonomian akan terangkat.

Selain MCC, Dwi juga menyinggung kelanjutan Kajoetangan Heritage. Setelah pembangunan zona I dan II rampung, tahun ini pemkot bakal melanjutkan penuntasan zona III. Proyek ini diharapkan bisa mendongkrak ekonomi masyarakat, terutama di warga sekitar Kajoetangan. Karena itu, pemkot Malang berani menggerojok anggaran cukup besar. Yakni mencapai Rp 10 miliar. Untuk menata kawasan tersebut, pihaknya mengamanahkan ke tiga PD.

”Ada DPUPRPKP (dinas pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan dan kawasan permukiman), DLH (dinas lingkungan hidup), dan disporapar (dinas kepemudaan, olahraga dan pariwisata),” beber Dwi.

Dengan dua program itu saja, bappeda ingin perekonomian Kota Malang bisa tumbuh. Sebab selama dua tahun pandemi Covid-19, katanya, perekonomian warga menjadi lesu. Bahkan pembatasan mobilitas juga menghambat seluruh aspek kehidupan. Ke depan, pihaknya ingin menggelorakan kembali 88 taman dan 22 kampung tematik di Kota Malang.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPRPKP Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi menjelaskan, saat ini pihaknya sibuk me­ngerjakan dua program pemulihan ekonomi tersebut. Dua program itu yakni pembangunan MCC dan pembangunan zona tiga kawasan Kajoetangan Heritage.

Untuk MCC, lanjut Diah, saat ini progres pembangunan mengalami kemajuan satu persen dari target semestinya. ”Saat ini sudah 89 persen, tanggal 21 Juli nanti harus tuntas 100 persen,” katanya. Diah menambahkan, proyek tersebut ke depan bakal diresmikan sekitar Oktober atau November depan. Pihaknya bakal mengundang langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Sementara untuk pembangunan zona tiga Kajoetangan Heritage, DPUPRPKP menargetkan November bisa tuntas 100 persen. Anggaran Rp 5,8 miliar telah digelontorkan DPUPRPKP demi mempercantik kawasan tersebut.

Ke depan, kawasan tersebut juga mendukung penuh pelaku UMKM yang merupakan warga sekitar. Dengan begitu, roda perekonomian bisa terus berjalan. Sebab pemkot ingin pelaku UMKM bisa merasakan dampak pembangunan secara positif. ”Nanti dis­porapar juga menggelar event secara rutin. Jadi bisa semakin tumbuh pere­konomian kita,” tutup wanita yang juga men­jabat sebagai asisten perekonomian dan pembangunan setda Kota Malang itu. (adn/dan)

MALANG KOTA-Setelah pandemi Covid-19 landai, semua daerah, termasuk Kota Malang fokus memulihkan perekonomian. Wali Kota Malang Sutiaji menyiapkan dana Rp 306 miliar agar ekonomi masyarakat tumbuh lagi. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang Dwi Rahayu mengatakan, Pemkot Malang mengeluarkan anggaran cukup besar agar ekonomi masyarakat kembali menggeliat. Tahun ini saja mencapai Rp 306 miliar.

Anggaran tersebut digunakan untuk delapan program prioritas (selengkapnya baca grafis). ”Anggaran itu cukup besar, saat ini sejumlah PD (perangkat daerah) masih secara bertahap menyerap anggaran tersebut,” ujar Dwi, kemarin. Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu menambahkan, delapan program prioritas tersebut berhubungan erat dengan perekonomian masyarakat. Misalnya Malang Creative Center (MCC) yang saat ini progres pembangunannya sudah mencapai 89 persen. Gedung dengan delapan lantai tersebut bakal menjadi inkubasi ribuan pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Kota Malang. Terutama bagi mereka yang concern di bidang aplikasi dan game.

Jika nantinya gedung tersebut sudah beroperasi, komunitas kreatif akan mendapatkan fasilitas di gedung tersebut. Ketika para komunitas kreatif itu sudah tumbuh, maka perekonomian akan terangkat.

Selain MCC, Dwi juga menyinggung kelanjutan Kajoetangan Heritage. Setelah pembangunan zona I dan II rampung, tahun ini pemkot bakal melanjutkan penuntasan zona III. Proyek ini diharapkan bisa mendongkrak ekonomi masyarakat, terutama di warga sekitar Kajoetangan. Karena itu, pemkot Malang berani menggerojok anggaran cukup besar. Yakni mencapai Rp 10 miliar. Untuk menata kawasan tersebut, pihaknya mengamanahkan ke tiga PD.

”Ada DPUPRPKP (dinas pekerjaan umum, penataan ruang, perumahan dan kawasan permukiman), DLH (dinas lingkungan hidup), dan disporapar (dinas kepemudaan, olahraga dan pariwisata),” beber Dwi.

Dengan dua program itu saja, bappeda ingin perekonomian Kota Malang bisa tumbuh. Sebab selama dua tahun pandemi Covid-19, katanya, perekonomian warga menjadi lesu. Bahkan pembatasan mobilitas juga menghambat seluruh aspek kehidupan. Ke depan, pihaknya ingin menggelorakan kembali 88 taman dan 22 kampung tematik di Kota Malang.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPUPRPKP Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi menjelaskan, saat ini pihaknya sibuk me­ngerjakan dua program pemulihan ekonomi tersebut. Dua program itu yakni pembangunan MCC dan pembangunan zona tiga kawasan Kajoetangan Heritage.

Untuk MCC, lanjut Diah, saat ini progres pembangunan mengalami kemajuan satu persen dari target semestinya. ”Saat ini sudah 89 persen, tanggal 21 Juli nanti harus tuntas 100 persen,” katanya. Diah menambahkan, proyek tersebut ke depan bakal diresmikan sekitar Oktober atau November depan. Pihaknya bakal mengundang langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Sementara untuk pembangunan zona tiga Kajoetangan Heritage, DPUPRPKP menargetkan November bisa tuntas 100 persen. Anggaran Rp 5,8 miliar telah digelontorkan DPUPRPKP demi mempercantik kawasan tersebut.

Ke depan, kawasan tersebut juga mendukung penuh pelaku UMKM yang merupakan warga sekitar. Dengan begitu, roda perekonomian bisa terus berjalan. Sebab pemkot ingin pelaku UMKM bisa merasakan dampak pembangunan secara positif. ”Nanti dis­porapar juga menggelar event secara rutin. Jadi bisa semakin tumbuh pere­konomian kita,” tutup wanita yang juga men­jabat sebagai asisten perekonomian dan pembangunan setda Kota Malang itu. (adn/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/