alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Bantu Pasien Isoman, Warga Gadang Gotong Royong Dirikan Dapur Umum

MALANG KOTA – Jumlah warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun terus bertambah. Hingga hari ini (23/7) ada 101 orang yang terdata menjalani isoman. Para warga pun bergotong royong mendirikan dapur umum untuk menyediakan kebutuhan makanan bagi mereka yang menjalani isoman.

Lurah Gadang Denny Surya Wardhana mengatakan, gerakan ini merupakan bentuk kepedulian sesama warganya. “Dampak lainnya dari gerakan ini juga besar sekali, karena orang sakit Covid bukan hanya sakit fisik saja. Tapi, respon masyarakat juga mempengaruhi. Jadi dengan adanya dapur umum ini, menunjukkan bahwa masyarakat kita mempunyai empati dan rasa kebersamaan,” jelasnya.

Denny mengungkapkan, dapur umum sudah mulai beroperasi 16 Juli lalu. Mereka yang bisa mendapatkan bantuan ialah warga yang terinfeksi Covid-19 berdasarkan tes swab PCR dan tes cepat antigen. Serta, warga yang kontak erat dengan warga yang terinfeksi.

Dapur umum tersebut memasok makanan siap saji sehar dua dua kali. Yakni pagi sekitar pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB dan sore pukul 15.00 hingga 16.00 WIB. Makanan yang dikemas dalam wadah kotak nantinya di antar ke setiap rumah warga yang isoman.

“Untuk menu makanannya kita konsultasi dengan pihak puskesmas. Karena orang yang positif Covid-19 tidak boleh makan sembarangan. Jadi kita atur sesuai yang dianjurkan puskesmas,” imbuh Denny.

Lebih lanjut, dia berharap dengan adanya gerakan ini mampu menambah partisipasi masyarakat dalam penanganan Covid-19. Karena, pemerintah butuh bantuan dari masyarakat untuk lebih peduli dalam penanganan pandemi seperti saat ini.

Pewarta: Andika Satria Perdana

MALANG KOTA – Jumlah warga yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di Kelurahan Gadang, Kecamatan Sukun terus bertambah. Hingga hari ini (23/7) ada 101 orang yang terdata menjalani isoman. Para warga pun bergotong royong mendirikan dapur umum untuk menyediakan kebutuhan makanan bagi mereka yang menjalani isoman.

Lurah Gadang Denny Surya Wardhana mengatakan, gerakan ini merupakan bentuk kepedulian sesama warganya. “Dampak lainnya dari gerakan ini juga besar sekali, karena orang sakit Covid bukan hanya sakit fisik saja. Tapi, respon masyarakat juga mempengaruhi. Jadi dengan adanya dapur umum ini, menunjukkan bahwa masyarakat kita mempunyai empati dan rasa kebersamaan,” jelasnya.

Denny mengungkapkan, dapur umum sudah mulai beroperasi 16 Juli lalu. Mereka yang bisa mendapatkan bantuan ialah warga yang terinfeksi Covid-19 berdasarkan tes swab PCR dan tes cepat antigen. Serta, warga yang kontak erat dengan warga yang terinfeksi.

Dapur umum tersebut memasok makanan siap saji sehar dua dua kali. Yakni pagi sekitar pukul 09.00 WIB hingga 10.00 WIB dan sore pukul 15.00 hingga 16.00 WIB. Makanan yang dikemas dalam wadah kotak nantinya di antar ke setiap rumah warga yang isoman.

“Untuk menu makanannya kita konsultasi dengan pihak puskesmas. Karena orang yang positif Covid-19 tidak boleh makan sembarangan. Jadi kita atur sesuai yang dianjurkan puskesmas,” imbuh Denny.

Lebih lanjut, dia berharap dengan adanya gerakan ini mampu menambah partisipasi masyarakat dalam penanganan Covid-19. Karena, pemerintah butuh bantuan dari masyarakat untuk lebih peduli dalam penanganan pandemi seperti saat ini.

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/