alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Bandel, Angkringan Merjosari Malang Diangkut Satpol PP

MALANG KOTA – Operasi yustisi tim gabungan kembali dilakukan Minggu malam (22/8). Kali ini, kursi dan terpal Angkringan di wilayah Merjosari, Kota Malang, harus diangkut paksa oleh petugas karena melanggar peraturan PPKM Level 4, yakni waktu operasional melebihi jam malam.

Kasi Operasi Satpol PP Kota Malang, Anton Viera mengatakan, angkringan tersebut telah beberapa kali melanggar aturan yang berlaku selama PPKM. Sehingga, petugas bertindak tegas agar pelanggaran tidak terulang kembali.

“Tindakan ini terpaksa kami lakukan, untuk menekan angka penurunan Covid-19. Karena telah diketahui bersama Kota Malang termasuk kawasan paling tinggi penyebaran virus,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat Angkringan tersebut melanggar aturan, pemiliknya selalu tidak pernah menunjukkan kartu identitas. Selain itu, pengunjung tempat makan itu terlalu ramai dan tidak menaati aturan pembatasan pengunjung yang berlaku.

“Sangat ramai pengunjung yang makan di tempat. Pemilik usaha melanggar jam operasiona dan sudah dua kali kita datangi selalu tidak membawa identitas (KTP). Sehingga barang bukti pelanggaran kita amankan,” terang Anton.

Lebih lanjut, Anton menjelaskan, jika pemilik ingin mengambil barang bukti pelanggaran (barang yang disita). Pengelola angkringan harus membawa kartu identitas pemilik dan bertanggung jawab atas pelanggaran yang dibuat.

“Barang bukti pelanggaran terpaksa kami sita, dan yang bersangkutan (pemilik angkringan) harus datang ke kantor,” tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebanyak 22 pelaku usaha yang melanggar aturan PPKM, menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring), Rabu (18/8). Kasus pelanggaran pelaku usaha di dominasi, akibat waktu operasional melebihi jam malam yang diatur pemerintah.

Pewarta: Andika Satria Perdana

MALANG KOTA – Operasi yustisi tim gabungan kembali dilakukan Minggu malam (22/8). Kali ini, kursi dan terpal Angkringan di wilayah Merjosari, Kota Malang, harus diangkut paksa oleh petugas karena melanggar peraturan PPKM Level 4, yakni waktu operasional melebihi jam malam.

Kasi Operasi Satpol PP Kota Malang, Anton Viera mengatakan, angkringan tersebut telah beberapa kali melanggar aturan yang berlaku selama PPKM. Sehingga, petugas bertindak tegas agar pelanggaran tidak terulang kembali.

“Tindakan ini terpaksa kami lakukan, untuk menekan angka penurunan Covid-19. Karena telah diketahui bersama Kota Malang termasuk kawasan paling tinggi penyebaran virus,” ujarnya.

Dia menambahkan, saat Angkringan tersebut melanggar aturan, pemiliknya selalu tidak pernah menunjukkan kartu identitas. Selain itu, pengunjung tempat makan itu terlalu ramai dan tidak menaati aturan pembatasan pengunjung yang berlaku.

“Sangat ramai pengunjung yang makan di tempat. Pemilik usaha melanggar jam operasiona dan sudah dua kali kita datangi selalu tidak membawa identitas (KTP). Sehingga barang bukti pelanggaran kita amankan,” terang Anton.

Lebih lanjut, Anton menjelaskan, jika pemilik ingin mengambil barang bukti pelanggaran (barang yang disita). Pengelola angkringan harus membawa kartu identitas pemilik dan bertanggung jawab atas pelanggaran yang dibuat.

“Barang bukti pelanggaran terpaksa kami sita, dan yang bersangkutan (pemilik angkringan) harus datang ke kantor,” tandasnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, sebanyak 22 pelaku usaha yang melanggar aturan PPKM, menjalani sidang tindak pidana ringan (tipiring), Rabu (18/8). Kasus pelanggaran pelaku usaha di dominasi, akibat waktu operasional melebihi jam malam yang diatur pemerintah.

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/