alexametrics
21.8 C
Malang
Monday, 4 July 2022

Dekat dengan Johan Fuaddy, Lurah Peraih Penghargaan Kemenpan-RB

Di masa pandemi Covid-19 ini, ekonomi masyarakat hancur. Tapi di Bakalankrajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang belakangan ini ekonomi warga tumbuh. Itu tak lepas dari peran Johan Fuaddy, lurah yang berhasil membangkitkan ekonomi melalui budi daya ikan nila. Atas inovasinya membangkitkan ekonomi masyarakat itu, Johan mendapatkan penghargaan dari KemenPAN-RB, Agustus lalu.

Kolam-kolam berbagai ukuran yang berisi ikan nila itu memenuhi salah satu lahan kosong di RW 03, Kelurahan Bakalankrajan, Kecamatan Sukun. Ada yang berukuran 2 D (diameter), 3 D, dan 4 D. Di RW-RW lain di kawasan Bakalankrajan juga terdapat pemandangan serupa. “Paling tidak, ada sekitar 85 kolam se-kelurahan. Itu data terakhir waktu saya presentasikan di tingkat Nasional,” ungkap Johan sambil menunjukkan beberapa kolam budidaya ikan nila kepada Jawa Pos Radar Malang beberapa waktu lalu.

Inovasi itu hasil kolaborasi dengan karang taruna RW 3 di awal kepemimpinannya menjabat sebagai lurah Bakalankrajan. Waktu itu, tepatnya akhir 2019 lalu, ada beberapa kolam yang tidak terpakai. Melihat kolam tidak terpakai itu, terbersit di benak Johan untuk membudidayakan ikan nila. Pria berusia 38 tahun itu punya cara untuk menggerakkan masyarakat agar mau membudidayakan nila. Yakni memancing minat masyarakat dengan memberikan 500 bibit ikan nila secara cuma-cuma.

Hal itu untuk pengenalan, sekaligus menumbuhkan ketertarikan dan trial and error. “Ternyata mereka tertarik karena budi daya ini berhasil. Jadi terus dilanjutkan,” kata dia.

Mulanya, budi daya tersebut menggunakan cara konvensional. Namun, karena ingin mengembangkan agar lebih maju, setelah mempelajari lebih lanjut, dia bersama karang taruna memilih sistem bioflok untuk budi daya ikan tersebut.

“Itu yang menjadi progres kami sampai saat ini. Diawali dari RW 03, sekarang cakupannya menjadi kelurahan,” tuturnya.

Di masa pandemi Covid-19 ini, ekonomi masyarakat hancur. Tapi di Bakalankrajan, Kecamatan Sukun, Kota Malang belakangan ini ekonomi warga tumbuh. Itu tak lepas dari peran Johan Fuaddy, lurah yang berhasil membangkitkan ekonomi melalui budi daya ikan nila. Atas inovasinya membangkitkan ekonomi masyarakat itu, Johan mendapatkan penghargaan dari KemenPAN-RB, Agustus lalu.

Kolam-kolam berbagai ukuran yang berisi ikan nila itu memenuhi salah satu lahan kosong di RW 03, Kelurahan Bakalankrajan, Kecamatan Sukun. Ada yang berukuran 2 D (diameter), 3 D, dan 4 D. Di RW-RW lain di kawasan Bakalankrajan juga terdapat pemandangan serupa. “Paling tidak, ada sekitar 85 kolam se-kelurahan. Itu data terakhir waktu saya presentasikan di tingkat Nasional,” ungkap Johan sambil menunjukkan beberapa kolam budidaya ikan nila kepada Jawa Pos Radar Malang beberapa waktu lalu.

Inovasi itu hasil kolaborasi dengan karang taruna RW 3 di awal kepemimpinannya menjabat sebagai lurah Bakalankrajan. Waktu itu, tepatnya akhir 2019 lalu, ada beberapa kolam yang tidak terpakai. Melihat kolam tidak terpakai itu, terbersit di benak Johan untuk membudidayakan ikan nila. Pria berusia 38 tahun itu punya cara untuk menggerakkan masyarakat agar mau membudidayakan nila. Yakni memancing minat masyarakat dengan memberikan 500 bibit ikan nila secara cuma-cuma.

Hal itu untuk pengenalan, sekaligus menumbuhkan ketertarikan dan trial and error. “Ternyata mereka tertarik karena budi daya ini berhasil. Jadi terus dilanjutkan,” kata dia.

Mulanya, budi daya tersebut menggunakan cara konvensional. Namun, karena ingin mengembangkan agar lebih maju, setelah mempelajari lebih lanjut, dia bersama karang taruna memilih sistem bioflok untuk budi daya ikan tersebut.

“Itu yang menjadi progres kami sampai saat ini. Diawali dari RW 03, sekarang cakupannya menjadi kelurahan,” tuturnya.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/