alexametrics
22.1 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

Dekat dengan Johan Fuaddy, Lurah Peraih Penghargaan Kemenpan-RB

Dalam sistem bioflok, budi daya media air menggunakan bakteri-bakteri yang diciptakan dengan bantuan air atom. Hal ini memang menguntungkan karena secara ruang juga tidak banyak memakan tempat, sehingga cocok untuk perikanan perkotaan.

Inovasi budi daya ikan nila diikutkan kompetisi inovasi di Kota Malang dengan membawa nama level kelurahan. Mereka sangat bersyukur karena dalam kompetisi tersebut bisa masuk top 3. Sehingga dilanjutkan mengikuti kompetisi inovasi publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) yang juga membawa level kelurahan.

“Dari situ kita kembangkan ke RW yang lain menggunakan jejaring kita, sampai terbentuk kelompok masyarakat perikanan kelurahan,” ungkapnya.

Itu juga menjadi target kelurahan pemerataan budi daya ikan nila di masing-masing RW, meski tidak bisa langsung banyak. Kabar baiknya lagi, di tingkat nasional bisa menduduki angka top 45 pada kompetisi inovasi pelayanan publik tahun 2021 ini. Padahal inovasi tersebut masih seumur jagung. Belum genap 2 tahun.

Tapi yang menjadikan dia puas bukan menjadi top 3 di tingkat kota ataupun menjadi top 45 di tingkat nasional. Melainkan budi daya ikan nila ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Bakalankrajan.

Seperti diketahui, sejak Maret 2020 lalu, banyak pekerja harian yang terdampak pandemi. Misalnya, konveksi, photo wedding, pemilik usaha kos, konstruksi dan sektor lainnya mengalami pelemahan penghasilan. “Dan di balik itu justru budi daya ikan nila ini yang membuat mereka tetap bertahan,” tambahnya.

Terlebih, mereka juga didampingi penyuluh perikanan. Dia juga selalu mengarahkan segala potensi yang ada. Pada akhir 2020 lalu, masyarakat yang terdampak itu sudah mulai kembali normal karena menjalankan sektor bisnis budi daya ikan nila. Mulai dari pembibitan, pembesaran, dan jual beli pakan.

Tak hanya itu, pihaknya juga menawarkan paket jual beli kolam. ”Jadi kami juga menerima pemesanan kolam terpal plus pemasangan dan plus bibit, itu satu paket,” beber pria yang hobi olahraga itu.

Selain itu, sektor lainnya dari ikan nila itu juga fokus pada sektor kuliner. Baik membuka warung ataupun pengolahan ikan nila menjadi krupuk, abon atau steak. Inovasi dan kreativitas itulah yang bisa meningkatkan perputaran perekonomian masyarakat di Kelurahan Bakalankrajan. ”Itu memang terdata di BPS awal 2021, bahwa sektor pertanian dan perikanan meningkat pada saat pandemi,” kata mantan lurah Kiduldalem itu.

Kesejahteraan perekonomian masyarakat itu juga kemungkinan karena customer dalam budi daya ikan nila itu juga sampai luar kota. Mereka juga memesan paket kolam dan ikut mencoba membudidayakan ikan nila.Selain Malang Raya, juga ada yang dari Tulungagung dan Nganjuk.

“Karena sistem ini memang tebar padatnya tinggi, makanya namanya sistem intensif,” katanya.

Dalam sistem bioflok, budi daya media air menggunakan bakteri-bakteri yang diciptakan dengan bantuan air atom. Hal ini memang menguntungkan karena secara ruang juga tidak banyak memakan tempat, sehingga cocok untuk perikanan perkotaan.

Inovasi budi daya ikan nila diikutkan kompetisi inovasi di Kota Malang dengan membawa nama level kelurahan. Mereka sangat bersyukur karena dalam kompetisi tersebut bisa masuk top 3. Sehingga dilanjutkan mengikuti kompetisi inovasi publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara-Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) yang juga membawa level kelurahan.

“Dari situ kita kembangkan ke RW yang lain menggunakan jejaring kita, sampai terbentuk kelompok masyarakat perikanan kelurahan,” ungkapnya.

Itu juga menjadi target kelurahan pemerataan budi daya ikan nila di masing-masing RW, meski tidak bisa langsung banyak. Kabar baiknya lagi, di tingkat nasional bisa menduduki angka top 45 pada kompetisi inovasi pelayanan publik tahun 2021 ini. Padahal inovasi tersebut masih seumur jagung. Belum genap 2 tahun.

Tapi yang menjadikan dia puas bukan menjadi top 3 di tingkat kota ataupun menjadi top 45 di tingkat nasional. Melainkan budi daya ikan nila ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kelurahan Bakalankrajan.

Seperti diketahui, sejak Maret 2020 lalu, banyak pekerja harian yang terdampak pandemi. Misalnya, konveksi, photo wedding, pemilik usaha kos, konstruksi dan sektor lainnya mengalami pelemahan penghasilan. “Dan di balik itu justru budi daya ikan nila ini yang membuat mereka tetap bertahan,” tambahnya.

Terlebih, mereka juga didampingi penyuluh perikanan. Dia juga selalu mengarahkan segala potensi yang ada. Pada akhir 2020 lalu, masyarakat yang terdampak itu sudah mulai kembali normal karena menjalankan sektor bisnis budi daya ikan nila. Mulai dari pembibitan, pembesaran, dan jual beli pakan.

Tak hanya itu, pihaknya juga menawarkan paket jual beli kolam. ”Jadi kami juga menerima pemesanan kolam terpal plus pemasangan dan plus bibit, itu satu paket,” beber pria yang hobi olahraga itu.

Selain itu, sektor lainnya dari ikan nila itu juga fokus pada sektor kuliner. Baik membuka warung ataupun pengolahan ikan nila menjadi krupuk, abon atau steak. Inovasi dan kreativitas itulah yang bisa meningkatkan perputaran perekonomian masyarakat di Kelurahan Bakalankrajan. ”Itu memang terdata di BPS awal 2021, bahwa sektor pertanian dan perikanan meningkat pada saat pandemi,” kata mantan lurah Kiduldalem itu.

Kesejahteraan perekonomian masyarakat itu juga kemungkinan karena customer dalam budi daya ikan nila itu juga sampai luar kota. Mereka juga memesan paket kolam dan ikut mencoba membudidayakan ikan nila.Selain Malang Raya, juga ada yang dari Tulungagung dan Nganjuk.

“Karena sistem ini memang tebar padatnya tinggi, makanya namanya sistem intensif,” katanya.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/