alexametrics
30.7 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

RTH Mandiri dan Urban Farming Jadi Andalan RW 06 Pisang Candi

MALANG KOTA – Kreasi bunga kresek menjadi salah satu andalan warga RW 06 Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Klojen.

“Dulu ini tanah kaplingan milik warga, tapi tidak dibangun. Lalu oleh warga di salah gunakan untuk membuang sampah. Nah, supaya tidak kumuh oleh warga sekitar diberi sumbangan bunga dan kemudian kami kelola menjadi RTH (ruang terbuka hijau),” kata Ketua RW 06 Kelurahan Pisang Candi Andi Prasidawati, Jumat (23/10).

Selain RTH mandiri, RW 06 juga memiliki ruang terbuka hijau yang tersebar hampir di seluruh penjuru wilayah. “Ada yang kami fungsikan sebagai taman juga tempat bermain untuk anak-anak,” sambung Andi.

Berada di kawasan padat penduduk bukan alasan bagi warga untuk tidak memperhatikan lingkungan. Konsep urban farming bahkan telah diterapkan di rumah-rumah warga. “Hasil panennya di jual ke warga sendiri, biasanya kalau panen di-share lewat grup WhatsApp dan diantar ke rumah warga masing-masing,” sambung dia.

Jenis tanaman yang ditanam pun konsisten. Yakni tanaman organik. “Kalau harganya sama dengan yang di pasaran, tapi volumenya lebih besar kalau dibanding yang dijual di pasar atau pedagang,” beber Andi.

Kerajinan bunga kresek hasil daur ulang warga RW 06 Kelurahan Pisang Candi banyak dipesan menjadi buah tangan. (Farik Fajarwati/Radar Malang)

Di bidang inovasi lingkungan, beberapa warga juga berkreasi dengan membuat kerajinan bunga kresek. Hiasan bunga daur ulang tersebut kini banyak dipesan menjadi buah tangan.

“Kalau dulu banyak yang pesan seperti bunga anggrek dan mawar, kalau sekarang yang sedang ngetren janda bolong. Banyak yang request minta dibuatkan untuk hiasan di rumah,” tukas Andi.

Pewarta: Farik Fajarwati

MALANG KOTA – Kreasi bunga kresek menjadi salah satu andalan warga RW 06 Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Klojen.

“Dulu ini tanah kaplingan milik warga, tapi tidak dibangun. Lalu oleh warga di salah gunakan untuk membuang sampah. Nah, supaya tidak kumuh oleh warga sekitar diberi sumbangan bunga dan kemudian kami kelola menjadi RTH (ruang terbuka hijau),” kata Ketua RW 06 Kelurahan Pisang Candi Andi Prasidawati, Jumat (23/10).

Selain RTH mandiri, RW 06 juga memiliki ruang terbuka hijau yang tersebar hampir di seluruh penjuru wilayah. “Ada yang kami fungsikan sebagai taman juga tempat bermain untuk anak-anak,” sambung Andi.

Berada di kawasan padat penduduk bukan alasan bagi warga untuk tidak memperhatikan lingkungan. Konsep urban farming bahkan telah diterapkan di rumah-rumah warga. “Hasil panennya di jual ke warga sendiri, biasanya kalau panen di-share lewat grup WhatsApp dan diantar ke rumah warga masing-masing,” sambung dia.

Jenis tanaman yang ditanam pun konsisten. Yakni tanaman organik. “Kalau harganya sama dengan yang di pasaran, tapi volumenya lebih besar kalau dibanding yang dijual di pasar atau pedagang,” beber Andi.

Kerajinan bunga kresek hasil daur ulang warga RW 06 Kelurahan Pisang Candi banyak dipesan menjadi buah tangan. (Farik Fajarwati/Radar Malang)

Di bidang inovasi lingkungan, beberapa warga juga berkreasi dengan membuat kerajinan bunga kresek. Hiasan bunga daur ulang tersebut kini banyak dipesan menjadi buah tangan.

“Kalau dulu banyak yang pesan seperti bunga anggrek dan mawar, kalau sekarang yang sedang ngetren janda bolong. Banyak yang request minta dibuatkan untuk hiasan di rumah,” tukas Andi.

Pewarta: Farik Fajarwati

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/