alexametrics
21.4 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Warga RW 02 Tanjungrejo Ubah Bayam dan Kangkung Jadi Puding

MALANG KOTA – Olahan puding bayam dan kangkung jadi andalan warga RW 02 Tanjungrejo, Sukun, dalam lomba kampung bersinar DLH Kota Malang-Radar Malang. Dimana bahan bakunya diambilkan dari Taman Pangan RW.

“Anak-anak agak sulit kalau makan sayuran. Tapi kalau diolah jadi puding mereka jadi suka makan,” kata Hayati Anisa, warga RW 02 Tanjungrejo pembuat kreasi puding dari bahan sayuran, Jumat (23/10).

Menurut dia, sebelumnya juga pernah membuat permen dari sayuran. Sehingga, saat ini dikembangkan menjadi produk puding. “Senang eksperimen sayur jadi makanan untuk anak-anak,” terang ibu satu anak ini.

Tak hanya itu, beberapa titik di RW yang punya 8 RT ini juga punya urban farming. Dimana beberapa titik memanfaatkan lahan yang dahulunya ‘tanah tak terurus’. “Pembelian bibitnya dari jualan sampah warga,” tambah Sugiarni, salah satu koordinator pembudidaya sayur.

Selain itu, di RW ini juga ada olahan daur ulang limbah plastik. Dimana limbah ini dibuat produk bernilai ekonomi tinggi, seperti tas, tempat tisu, dan tempat HP. “Karena masih masa pandemi, yang buat kerajinan hanya empat sampai lima orang,” jelas Dewi Zulaika, salah satu pelopor pembuatan karya daur ulang.

Sementara itu, Ketua RW 02 Tanjungrejo Sumaji mengatakan, di tempatnya juga ada beberapa produk hasil tanaman toga. Dimana produk ini dikerjakan oleh para ibu. “Di tempat kami juga ada warga yang produksi kurungan burung,” jelas dia.

Pewarta: Imam Nasrodin

MALANG KOTA – Olahan puding bayam dan kangkung jadi andalan warga RW 02 Tanjungrejo, Sukun, dalam lomba kampung bersinar DLH Kota Malang-Radar Malang. Dimana bahan bakunya diambilkan dari Taman Pangan RW.

“Anak-anak agak sulit kalau makan sayuran. Tapi kalau diolah jadi puding mereka jadi suka makan,” kata Hayati Anisa, warga RW 02 Tanjungrejo pembuat kreasi puding dari bahan sayuran, Jumat (23/10).

Menurut dia, sebelumnya juga pernah membuat permen dari sayuran. Sehingga, saat ini dikembangkan menjadi produk puding. “Senang eksperimen sayur jadi makanan untuk anak-anak,” terang ibu satu anak ini.

Tak hanya itu, beberapa titik di RW yang punya 8 RT ini juga punya urban farming. Dimana beberapa titik memanfaatkan lahan yang dahulunya ‘tanah tak terurus’. “Pembelian bibitnya dari jualan sampah warga,” tambah Sugiarni, salah satu koordinator pembudidaya sayur.

Selain itu, di RW ini juga ada olahan daur ulang limbah plastik. Dimana limbah ini dibuat produk bernilai ekonomi tinggi, seperti tas, tempat tisu, dan tempat HP. “Karena masih masa pandemi, yang buat kerajinan hanya empat sampai lima orang,” jelas Dewi Zulaika, salah satu pelopor pembuatan karya daur ulang.

Sementara itu, Ketua RW 02 Tanjungrejo Sumaji mengatakan, di tempatnya juga ada beberapa produk hasil tanaman toga. Dimana produk ini dikerjakan oleh para ibu. “Di tempat kami juga ada warga yang produksi kurungan burung,” jelas dia.

Pewarta: Imam Nasrodin

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/