alexametrics
21.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

30 Menit, Catat Transaksi Rp 15 Juta di Live Shopping Festival Mbois

MALANG KOTA – Pemerintah Kota Malangmakin serius dalam upaya meningkatakan ekonomi di Kota Malang. Upaya ini dilakukan melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), dalam hal ini berkolaborasi dengan stakeholder di Malang Raya. Diantaranya, Malang Creative Fusion (MCF), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang, hingga Tokopedia.

Usaha tak akan mengkhianati hasil. Itulah yang bisa digambarkan dalam Festival Mbois ke-6 tersebut. Sebab, laporan dari Kepala Diskopindag Kota Malang M Sailendra mengatakan baru setengah jam berlangsung live shopping, mampu meraup 15 Juta.

“Produk produk diminati terjual. Program live shopping mampu memperoleh Rp 15 juta, Program pembelian Rp 0 dan bebas ongkir khusus pengguna baru meraup  Rp 4,5 juta. Tokopedia support itu. Dan live shopping ini adalah satu-satunya program yang dilakukan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Upaya Pemkot lebih konkrit lagi terhadap UMKM. Sebab sesuai dengan temanya Festival Mbois, Indonesia Mbois harapnnya UMKM kedepan bisa lebih kreatif dan merambah ke nasional hingga internasional. Di tahun lalu pelaku ekonomi kreatif juga sudah diberikan bimbingan secara teknis, akses permodalan, pemasaran, hingga pelatihan. Tetapi langkah pemkot sekarang lebih mengarah ke pemasaran. Sehingga di maaa pandemi ini produk-produk UMKM tetap berjalan dan terjual.

“Kita kemarin ajari platform digital marketing, e-commerce, dan mereka lakukan sendiri. Pemerintah dalam Eevent ini support penuh, dengan dukungan Elfara FM dan Tokopedia melalui platform digitalnya. Dan sekarang lebih ke pengaksesan masalah kredit, promo mengembangkan pemasaran transaksi onlinenya,” ujarnya.

Ketua Deskranasda Kota Malang Widayati Sutiaji turut hadir dalam acara Festival Mbosi. Ia mengatakan bahwa gelaran ini sejalan dengan tag line Kota Malang yakni Kota Malang untuk dunia bisa diwujudkan oleh kaum milenial.

“Festival Mbois terbukti memfasilitasi para UMKM di Kota Malang. Ini jadi agenda rutin tahunan. Goalnya adalah bagaimana pemuda harus mandiri, lebih menemukan jati diri,” tuturnya.

Widayati pun juga sangat mengapresiasi sumber daya manusia di Kota Malang yang mumpuni dan luar biasa. Sehingga dengan ini, pemerintah Kota Malang hadir dan memfasilitasi peningkatan mutu SDM. Salah satu yakni melakukan pelatihan pengolahan produk UMKM. Mulai dari pembuatan hingga pemasaran.

“Kita melakukan pelatihan membuat produk, pemerintah hadir mulai dari packagingnya yang bagus. Setelah itu bagaimana pemasarannya secara online. Hari ini bisa menggandeng Tokopedia ternyata setengah jam mendapatkan penjualan Rp 15 juta lebih. Semoga ini jadi agenda rutin Kota Malang,” tandasnya.

Pewarta: Rofia Ismania Sarti

MALANG KOTA – Pemerintah Kota Malangmakin serius dalam upaya meningkatakan ekonomi di Kota Malang. Upaya ini dilakukan melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), dalam hal ini berkolaborasi dengan stakeholder di Malang Raya. Diantaranya, Malang Creative Fusion (MCF), Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Malang, hingga Tokopedia.

Usaha tak akan mengkhianati hasil. Itulah yang bisa digambarkan dalam Festival Mbois ke-6 tersebut. Sebab, laporan dari Kepala Diskopindag Kota Malang M Sailendra mengatakan baru setengah jam berlangsung live shopping, mampu meraup 15 Juta.

“Produk produk diminati terjual. Program live shopping mampu memperoleh Rp 15 juta, Program pembelian Rp 0 dan bebas ongkir khusus pengguna baru meraup  Rp 4,5 juta. Tokopedia support itu. Dan live shopping ini adalah satu-satunya program yang dilakukan pemerintah daerah,” ungkapnya.

Upaya Pemkot lebih konkrit lagi terhadap UMKM. Sebab sesuai dengan temanya Festival Mbois, Indonesia Mbois harapnnya UMKM kedepan bisa lebih kreatif dan merambah ke nasional hingga internasional. Di tahun lalu pelaku ekonomi kreatif juga sudah diberikan bimbingan secara teknis, akses permodalan, pemasaran, hingga pelatihan. Tetapi langkah pemkot sekarang lebih mengarah ke pemasaran. Sehingga di maaa pandemi ini produk-produk UMKM tetap berjalan dan terjual.

“Kita kemarin ajari platform digital marketing, e-commerce, dan mereka lakukan sendiri. Pemerintah dalam Eevent ini support penuh, dengan dukungan Elfara FM dan Tokopedia melalui platform digitalnya. Dan sekarang lebih ke pengaksesan masalah kredit, promo mengembangkan pemasaran transaksi onlinenya,” ujarnya.

Ketua Deskranasda Kota Malang Widayati Sutiaji turut hadir dalam acara Festival Mbosi. Ia mengatakan bahwa gelaran ini sejalan dengan tag line Kota Malang yakni Kota Malang untuk dunia bisa diwujudkan oleh kaum milenial.

“Festival Mbois terbukti memfasilitasi para UMKM di Kota Malang. Ini jadi agenda rutin tahunan. Goalnya adalah bagaimana pemuda harus mandiri, lebih menemukan jati diri,” tuturnya.

Widayati pun juga sangat mengapresiasi sumber daya manusia di Kota Malang yang mumpuni dan luar biasa. Sehingga dengan ini, pemerintah Kota Malang hadir dan memfasilitasi peningkatan mutu SDM. Salah satu yakni melakukan pelatihan pengolahan produk UMKM. Mulai dari pembuatan hingga pemasaran.

“Kita melakukan pelatihan membuat produk, pemerintah hadir mulai dari packagingnya yang bagus. Setelah itu bagaimana pemasarannya secara online. Hari ini bisa menggandeng Tokopedia ternyata setengah jam mendapatkan penjualan Rp 15 juta lebih. Semoga ini jadi agenda rutin Kota Malang,” tandasnya.

Pewarta: Rofia Ismania Sarti

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/