alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Terlalu! Bocah Panti di Malang Diperkosa, Disiksa lalu Diviralkan

MALANG KOTA-Entah setan apa yang sedang merasuki para pelaku penyiksaan terhadap Mentik (nama rekaan), 13, bocah putri penghuni salah satu panti asuhan di Kecamatan Blimbing Kamis sore (18/11/21). Padahal  beberapa saat sebelumnya, Mentik diduga jadi korban perkosaan yang dilakukan YG, 18. Kasus ini langsung viral karena aksi bengis para remaja putri atau anak baru gede (ABG) berinisial A, R, A, D, Y, A, dan A terhadap Mentik diunggah di video.

Dalam video berdurasi 2 menit 29 detik tersebut, para penyiksa seperti tidak punya hati. Bahkan aksinya melebihi hewan. Bocah yang masih duduk di kelas 6 SD swasta tersebut jadi sansak hidup. Bocah yang masih lugu itu dipukul ramai-ramai, ditendang kepalanya hingga berdarah-darah. Sesekali sandal pelaku mampir di wajah dan kepala korban. Darah bercucuran melumuri wajah korban. Bukannya rasa iba dari para pelaku bar-bar itu,  mereka justru tertawa-tawa. Lebih miris lagi, mereka tanpa ada belas kasihan meminta korban untuk foto bareng dengan kondisi wajah masih bengap berlumuran darah. Foto tersebut juga diunggah di media sosial oleh para pelaku.

Kuasa Hukum Mentik, Leo Permana SH MHum pada Senin siang (22/11/21) mengatakan awal dari kasus memilukan ini berawal saat Mentik pergi ke rumah teman perempuannya, D, pukul 10.00. “Lokasinya tak jauh dari tempat tinggalnya di panti asuhan,” ujar Leo. Sesaat tiba di rumah D, Mentik menerima pesan WhatsApp dari YG, 18, seorang pria beristri. Sebelumnya Mentik tidak kenal dengan YG. Belum terungkap darimana YG tahu nomor Mentik. YG mengajak ketemuan di pertigaan Plaosan. Entah kenapa Mentik bersedia saja diajak ketemuan. (and/abm)

MALANG KOTA-Entah setan apa yang sedang merasuki para pelaku penyiksaan terhadap Mentik (nama rekaan), 13, bocah putri penghuni salah satu panti asuhan di Kecamatan Blimbing Kamis sore (18/11/21). Padahal  beberapa saat sebelumnya, Mentik diduga jadi korban perkosaan yang dilakukan YG, 18. Kasus ini langsung viral karena aksi bengis para remaja putri atau anak baru gede (ABG) berinisial A, R, A, D, Y, A, dan A terhadap Mentik diunggah di video.

Dalam video berdurasi 2 menit 29 detik tersebut, para penyiksa seperti tidak punya hati. Bahkan aksinya melebihi hewan. Bocah yang masih duduk di kelas 6 SD swasta tersebut jadi sansak hidup. Bocah yang masih lugu itu dipukul ramai-ramai, ditendang kepalanya hingga berdarah-darah. Sesekali sandal pelaku mampir di wajah dan kepala korban. Darah bercucuran melumuri wajah korban. Bukannya rasa iba dari para pelaku bar-bar itu,  mereka justru tertawa-tawa. Lebih miris lagi, mereka tanpa ada belas kasihan meminta korban untuk foto bareng dengan kondisi wajah masih bengap berlumuran darah. Foto tersebut juga diunggah di media sosial oleh para pelaku.

Kuasa Hukum Mentik, Leo Permana SH MHum pada Senin siang (22/11/21) mengatakan awal dari kasus memilukan ini berawal saat Mentik pergi ke rumah teman perempuannya, D, pukul 10.00. “Lokasinya tak jauh dari tempat tinggalnya di panti asuhan,” ujar Leo. Sesaat tiba di rumah D, Mentik menerima pesan WhatsApp dari YG, 18, seorang pria beristri. Sebelumnya Mentik tidak kenal dengan YG. Belum terungkap darimana YG tahu nomor Mentik. YG mengajak ketemuan di pertigaan Plaosan. Entah kenapa Mentik bersedia saja diajak ketemuan. (and/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/