alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Soal Ranperda yang Tuai Kritik, Pakar Hukum : Masyarakat Jangan Jadi Korban!

KOTA BATU-Sementara itu, tentang usulan dua rancangan peraturan daerah (ranperda) yang menuai kritik dari Walhi, akademisi Fakultas Hukum (FH) Universitas Brawijaya Dr Imam Koeswahyono SH MHum berharap tiga perda soal lingkungan itu memiliki kajian yang mendalam.

”Ketiga perda itu harus disinkronkan satu sama lain. Ketika ada satu hal yang tidak sinkron dan terbukti tetap dilaksanakan, maka yang menjadi korban adalah masyarakat,” terangnya.

Sebagai pegangan, dia menyarankan kalangan dewan Kota Batu untuk memahami teori tiga nilai hukum yang dijabarkan Gustav Radbruch, ahli dan filsuf hukum dari Jerman. Nilai yang pertama yakni keadilan. Berikutnya tentang kemanfaatan hukum. Dan yang terakhir tentang kepastian hukum. ”Dengan pertimbangan tiga nilai itu, harapannya sebuah perda tidak terlampau elitis (fokus untuk kaum elit, red),” jelasnya.

Imam juga mengingatkan bila sebuah perda harus memenuhi 3 syarat.  Yakni perencanaan draft rumusan pasal, sosialisasi, dan implementasi. ”Pada proses sosialisasi dalam perda lingkungan, bukan hanya melibatkan dinas lingkungan hidup (DLH) saja. Melainkan juga Perhutani, budayawan, akademisi, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan sebagainya,” papar anggota asosiasi dosen hukum agraria seluruh Indonesia itu.

Lebih lanjut, dia menyebut bila kunci sebuah perda itu ada pada tahap sosialisasi. Sebab masyarakat harus bisa memahaminya. Setelah sosialisasi, implementasi dari perda bakal memegang peranan penting selanjutnya.

Saran Walhi Jatim agar memperbanyak RTH di Kecamatan Bumiaji dinilai cukup tepat. Sebab dari data rekapitulasi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kota Batu, wilayah itu menjadi langganan bencana di tahun lalu. Dari total 152 bencana yang terjadi di Kota Batu sepanjang 2021, 74 di antaranya terjadi di Kecamatan Bumiaji.

Berikutnya disusul Kecamatan Batu dengan 53 bencana. Serta Kecamatan Junrejo dengan 25 kali bencana (selengkapnya lihat grafis). Salah satu anggota tim reaksi cepat (TRC) Pusdalops BPBD Kota Batu Fatma Roisatin Nadhiroh menyebut bila banjir di Kecamatan Bumiaji kerap disebabkan saluran irigasi dan drainase yang masih menjadi satu.

Di sisi lain, banjir juga disebabkan karena kapasitas irigasi yang tidak cukup. ”Tipe banjir di Kota Batu tidak sampai menggenang, akan tetapi sekali datang langsung luruh dari hulu ke hilir. Sehingga dampaknya luar biasa,” jelas alumnus Universitas Negeri Malang (UM) itu. Dia menyebut bila tim Pusdalops BPBD Kota Batu mengonfirmasi bila banjir bandang yang terjadi 4 November lalu itu merupakan bencana yang tidak terduga.

Selain bencana banjir, Fatma juga menyebut bila tanah longsor juga kerap terjadi. Untuk penyebabnya, dia tak memungkiri bila proses pembangunan turut andil. ”Ya, tanah longsor terjadi jika ada alih fungsi lahan karena ulah manusia,” kata dia. Dari sana lah dia menyebut pentingnya ada perda untuk mewariskan kepedulian lingkungan pada generasi mendatang. (fif/ifa/by)

 

KOTA BATU-Sementara itu, tentang usulan dua rancangan peraturan daerah (ranperda) yang menuai kritik dari Walhi, akademisi Fakultas Hukum (FH) Universitas Brawijaya Dr Imam Koeswahyono SH MHum berharap tiga perda soal lingkungan itu memiliki kajian yang mendalam.

”Ketiga perda itu harus disinkronkan satu sama lain. Ketika ada satu hal yang tidak sinkron dan terbukti tetap dilaksanakan, maka yang menjadi korban adalah masyarakat,” terangnya.

Sebagai pegangan, dia menyarankan kalangan dewan Kota Batu untuk memahami teori tiga nilai hukum yang dijabarkan Gustav Radbruch, ahli dan filsuf hukum dari Jerman. Nilai yang pertama yakni keadilan. Berikutnya tentang kemanfaatan hukum. Dan yang terakhir tentang kepastian hukum. ”Dengan pertimbangan tiga nilai itu, harapannya sebuah perda tidak terlampau elitis (fokus untuk kaum elit, red),” jelasnya.

Imam juga mengingatkan bila sebuah perda harus memenuhi 3 syarat.  Yakni perencanaan draft rumusan pasal, sosialisasi, dan implementasi. ”Pada proses sosialisasi dalam perda lingkungan, bukan hanya melibatkan dinas lingkungan hidup (DLH) saja. Melainkan juga Perhutani, budayawan, akademisi, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan sebagainya,” papar anggota asosiasi dosen hukum agraria seluruh Indonesia itu.

Lebih lanjut, dia menyebut bila kunci sebuah perda itu ada pada tahap sosialisasi. Sebab masyarakat harus bisa memahaminya. Setelah sosialisasi, implementasi dari perda bakal memegang peranan penting selanjutnya.

Saran Walhi Jatim agar memperbanyak RTH di Kecamatan Bumiaji dinilai cukup tepat. Sebab dari data rekapitulasi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Kota Batu, wilayah itu menjadi langganan bencana di tahun lalu. Dari total 152 bencana yang terjadi di Kota Batu sepanjang 2021, 74 di antaranya terjadi di Kecamatan Bumiaji.

Berikutnya disusul Kecamatan Batu dengan 53 bencana. Serta Kecamatan Junrejo dengan 25 kali bencana (selengkapnya lihat grafis). Salah satu anggota tim reaksi cepat (TRC) Pusdalops BPBD Kota Batu Fatma Roisatin Nadhiroh menyebut bila banjir di Kecamatan Bumiaji kerap disebabkan saluran irigasi dan drainase yang masih menjadi satu.

Di sisi lain, banjir juga disebabkan karena kapasitas irigasi yang tidak cukup. ”Tipe banjir di Kota Batu tidak sampai menggenang, akan tetapi sekali datang langsung luruh dari hulu ke hilir. Sehingga dampaknya luar biasa,” jelas alumnus Universitas Negeri Malang (UM) itu. Dia menyebut bila tim Pusdalops BPBD Kota Batu mengonfirmasi bila banjir bandang yang terjadi 4 November lalu itu merupakan bencana yang tidak terduga.

Selain bencana banjir, Fatma juga menyebut bila tanah longsor juga kerap terjadi. Untuk penyebabnya, dia tak memungkiri bila proses pembangunan turut andil. ”Ya, tanah longsor terjadi jika ada alih fungsi lahan karena ulah manusia,” kata dia. Dari sana lah dia menyebut pentingnya ada perda untuk mewariskan kepedulian lingkungan pada generasi mendatang. (fif/ifa/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/