alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Anggota DPRD Kota Malang Gelar Vaksinasi di Gedung Dewan, Kok Bisa?

MALANG KOTA – Pelaksanaan vaksinasi tahap II digelar serentak di sejumlah faskes (fasilitas kesehatan) di Kota Malang mulai hari ini (24/2). Namun para wakil rakyat menjalani imunisasi di lantai II gedung DPRD Kota Malang.

Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Dian Kartika mengatakan, seharusnya vaksinasi bagi anggota dewan memang dilaksanakan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Melati Husada. Namun karena kapasitas RSIA terbatas, vaksinasi lantas dipindah ke gedung DPRD. ”Ini bukan melanggar aturan, tetapi sudah koordinasi untuk memudahkan vaksinasi,” ungkapnya.

Made menjelaskan, tidak semua anggota dewan menjalani vaksinasi. Dari 45 anggota, yang lolos hanya 36 orang. Itu karena tujuh orang terkendala batas usia. Sementara tiga orang sebelumnya pernah dinyatakan positif Covid-19.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi menjadi salah satu wakil rakyat yang mendapat vaksinasi. Mengenakan baju batik, dia nampak tenang dan mengikuti arahan vaksinator. ”Alhamdulillah setelah divaksin saya disuruh menunggu untuk merasakan reaksinya,” ujar dia. Setelah menunggu 30 menit, Suryadi mengaku tidak merasakan gejala aneh atau efek lainnya.

Politikus Partai Golkar itu menambahkan, masyarakat tidak perlu takut lagi untuk divaksin. Menurutnya, suntik vaksin ini tidak ada bedanya dengan suntik biasa. Efek pembengkakan ataupun kemerahan tidak dia alami. ”Para dokter dan vaksinator ini akan mengecek riwayat kesehatan kita terlebihi dahulu agar dosis yang diberikan tidak sampai memberi efek lainnya,” tandasnya.

Pewarta: Aditya Novrian

MALANG KOTA – Pelaksanaan vaksinasi tahap II digelar serentak di sejumlah faskes (fasilitas kesehatan) di Kota Malang mulai hari ini (24/2). Namun para wakil rakyat menjalani imunisasi di lantai II gedung DPRD Kota Malang.

Ketua DPRD Kota Malang I Made Rian Dian Kartika mengatakan, seharusnya vaksinasi bagi anggota dewan memang dilaksanakan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Melati Husada. Namun karena kapasitas RSIA terbatas, vaksinasi lantas dipindah ke gedung DPRD. ”Ini bukan melanggar aturan, tetapi sudah koordinasi untuk memudahkan vaksinasi,” ungkapnya.

Made menjelaskan, tidak semua anggota dewan menjalani vaksinasi. Dari 45 anggota, yang lolos hanya 36 orang. Itu karena tujuh orang terkendala batas usia. Sementara tiga orang sebelumnya pernah dinyatakan positif Covid-19.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kota Malang Suryadi menjadi salah satu wakil rakyat yang mendapat vaksinasi. Mengenakan baju batik, dia nampak tenang dan mengikuti arahan vaksinator. ”Alhamdulillah setelah divaksin saya disuruh menunggu untuk merasakan reaksinya,” ujar dia. Setelah menunggu 30 menit, Suryadi mengaku tidak merasakan gejala aneh atau efek lainnya.

Politikus Partai Golkar itu menambahkan, masyarakat tidak perlu takut lagi untuk divaksin. Menurutnya, suntik vaksin ini tidak ada bedanya dengan suntik biasa. Efek pembengkakan ataupun kemerahan tidak dia alami. ”Para dokter dan vaksinator ini akan mengecek riwayat kesehatan kita terlebihi dahulu agar dosis yang diberikan tidak sampai memberi efek lainnya,” tandasnya.

Pewarta: Aditya Novrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/