alexametrics
28.5 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

Cegah PMK, Tiga Kali Sehari Semprotkan Desinfektan ke Kandang Sapi

MALANG KOTA – Dalam dua pekan terakhir, ada 10 ekor sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Aneka Usaha (Tunas) yang mendapat vonis penyakit mulut dan kuku (PMK). Dari pendalaman petugas, diketahui bila sebagian sapi sudah terjangkit PMK saat berada di peternakan.

Agar tak ditemukan lagi kasus serupa, Perumda Tunas mulai mengintensifkan langkah pencegahan seperti dalam beberapa hari terakir, mereka melakukan pengetatan terhadap hewan yang hendak disembelih. Baik itu sapi, kambing dan babi.

Caranya dengan mengecek lebih spesifik kondisi hewan-hewan yang masuk di sana. Cara berikutnya yakni rutin menyemprotkan Desinfektan kepada hewan beserta kendaraan yang mengangkutnya. Penyemprotan Desinfektan ke kandang peristirahatan dan alat penyembelihan hewan juga dilakukan. ’Penyemprotan (Desinfektan) ini rutin dilakukan tiga kali dalam sehari, khususnya di kandang peristirahatan (hewan), agar tak menjadi penyebaran penyakit,” papar Dirut Perumda Tunas Dodot Widodo.

Dodot menambahkan, sejauh ini jumlah hewan yang bakal disembelih mulai dikurangi. Kini, per hari hanya ada 10 sampai 20 ekor saja. Sebelumnya, dalam sehari Perumda Tunas bisa menyembelih hingga 30 ekor sapi. ”Kami juga batasi masa peristirahatan sapi, maksimal hanya 8 jam, setelah itu dipotong,” jelas Dodot. Sementara itu, Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Anton Pramudjiono menyebut bila penyemprotan Desinfektan adalah salah satu saran dari pemerintah pusat. Sebab dari analisis awal, disebut-sebut bila wabah PMK itu bisa menular melalui udara.

Kepada koran ini, Anton menyebut bila pihaknya memang sudah mengirimkan sejumlah sampel sapi yang terjangkit PMK ke Surabaya. Hasil penelitian menyebutkan bila sapi yang terjangkit PMK telah tertular langsung dari sapi lainnya. Dan itu kemungkinan terjadi saat di peternakan. ”Kecil kemungkinan sapi-sapi tersebut tertular saat di RPH,” kata dia. Ketika sapi sudah terjangkit PMK, maka opsi menyembelih hewan tersebut harus segera dilakukan. Tujuannya supaya tidak menularkan penyakit ke hewan lainnya. ”Setelah itu dimasak sampai mendidih, baru itu nanti aman dikonsumsi,” tutup Anton. (adn/by)

 

MALANG KOTA – Dalam dua pekan terakhir, ada 10 ekor sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Aneka Usaha (Tunas) yang mendapat vonis penyakit mulut dan kuku (PMK). Dari pendalaman petugas, diketahui bila sebagian sapi sudah terjangkit PMK saat berada di peternakan.

Agar tak ditemukan lagi kasus serupa, Perumda Tunas mulai mengintensifkan langkah pencegahan seperti dalam beberapa hari terakir, mereka melakukan pengetatan terhadap hewan yang hendak disembelih. Baik itu sapi, kambing dan babi.

Caranya dengan mengecek lebih spesifik kondisi hewan-hewan yang masuk di sana. Cara berikutnya yakni rutin menyemprotkan Desinfektan kepada hewan beserta kendaraan yang mengangkutnya. Penyemprotan Desinfektan ke kandang peristirahatan dan alat penyembelihan hewan juga dilakukan. ’Penyemprotan (Desinfektan) ini rutin dilakukan tiga kali dalam sehari, khususnya di kandang peristirahatan (hewan), agar tak menjadi penyebaran penyakit,” papar Dirut Perumda Tunas Dodot Widodo.

Dodot menambahkan, sejauh ini jumlah hewan yang bakal disembelih mulai dikurangi. Kini, per hari hanya ada 10 sampai 20 ekor saja. Sebelumnya, dalam sehari Perumda Tunas bisa menyembelih hingga 30 ekor sapi. ”Kami juga batasi masa peristirahatan sapi, maksimal hanya 8 jam, setelah itu dipotong,” jelas Dodot. Sementara itu, Kabid Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Anton Pramudjiono menyebut bila penyemprotan Desinfektan adalah salah satu saran dari pemerintah pusat. Sebab dari analisis awal, disebut-sebut bila wabah PMK itu bisa menular melalui udara.

Kepada koran ini, Anton menyebut bila pihaknya memang sudah mengirimkan sejumlah sampel sapi yang terjangkit PMK ke Surabaya. Hasil penelitian menyebutkan bila sapi yang terjangkit PMK telah tertular langsung dari sapi lainnya. Dan itu kemungkinan terjadi saat di peternakan. ”Kecil kemungkinan sapi-sapi tersebut tertular saat di RPH,” kata dia. Ketika sapi sudah terjangkit PMK, maka opsi menyembelih hewan tersebut harus segera dilakukan. Tujuannya supaya tidak menularkan penyakit ke hewan lainnya. ”Setelah itu dimasak sampai mendidih, baru itu nanti aman dikonsumsi,” tutup Anton. (adn/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/