alexametrics
28.5 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

Dewan: Lanjutan Proyek Kajoetangan Jangan Molor!

MALANG KOTA – Pembangunan di zona tiga Kajoetangan Heritage dimulai kemarin (23/5). Pada hari pertama kemarin, sejumlah pekerja masih melakukan pengukuran di kawasan tersebut. Dengan bantuan alat ukur tanah, para pekerja tampak bolak-balik melihat ke alat yang mirip dengan kamera tersebut.

”Pengukuran itu supaya mendapatkan leveling tanah di zona tersebut,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi. Tahap pengukuran tersebut dilakukan agar pembongkaran jalur di pedestrian tak sampai salah bangun. Sebab ke depan jalur pedestrian tersebut bakal dilebarkan sekitar empat meter.

Soal kapan dilakukan pembongkaran, Diah memastikan dalam waktu dekat bakal ada pekerja yang bertugas membongkar jalur pedestrian. Kemungkinan tahap itu akan dimulai pada pekan ini. ”Saat ini masih belanja kebutuhan material, mungkin beberapa hari sudah datang dan dibangun,” imbuh Diah.

Untuk diketahui, pada tahap awal ini, fokusnya akan diarahkan pada pembongkaran jalur pedestrian dari depan BRI hingga Mal Sarinah. Pekerjaan itu ditarget selesai pada bulan Agustus mendatang. Sementara untuk anggaran keseluruhan, Pemkot Malang menghabiskan anggaran sebanyak Rp 5,8 miliar untuk memoles zona tiga Kajoetangan Heritage.

Di tempat lain, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi meminta timeline pembangunan zona tiga bisa selesai tepat waktu. Dia yang sudah mendapat informasi terkait jadwal tersebut tak ada kemoloran karena sesuatu hal. Misalnya saja bahan material yang habis ataupun alasan lainnya. ”Kalau sudah ada pengecekan kan pasti tinggal menghitung hari saja, intinya jangan sampai telat saja,” tuturnya. (adn/by)

MALANG KOTA – Pembangunan di zona tiga Kajoetangan Heritage dimulai kemarin (23/5). Pada hari pertama kemarin, sejumlah pekerja masih melakukan pengukuran di kawasan tersebut. Dengan bantuan alat ukur tanah, para pekerja tampak bolak-balik melihat ke alat yang mirip dengan kamera tersebut.

”Pengukuran itu supaya mendapatkan leveling tanah di zona tersebut,” ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi. Tahap pengukuran tersebut dilakukan agar pembongkaran jalur di pedestrian tak sampai salah bangun. Sebab ke depan jalur pedestrian tersebut bakal dilebarkan sekitar empat meter.

Soal kapan dilakukan pembongkaran, Diah memastikan dalam waktu dekat bakal ada pekerja yang bertugas membongkar jalur pedestrian. Kemungkinan tahap itu akan dimulai pada pekan ini. ”Saat ini masih belanja kebutuhan material, mungkin beberapa hari sudah datang dan dibangun,” imbuh Diah.

Untuk diketahui, pada tahap awal ini, fokusnya akan diarahkan pada pembongkaran jalur pedestrian dari depan BRI hingga Mal Sarinah. Pekerjaan itu ditarget selesai pada bulan Agustus mendatang. Sementara untuk anggaran keseluruhan, Pemkot Malang menghabiskan anggaran sebanyak Rp 5,8 miliar untuk memoles zona tiga Kajoetangan Heritage.

Di tempat lain, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Malang Arief Wahyudi meminta timeline pembangunan zona tiga bisa selesai tepat waktu. Dia yang sudah mendapat informasi terkait jadwal tersebut tak ada kemoloran karena sesuatu hal. Misalnya saja bahan material yang habis ataupun alasan lainnya. ”Kalau sudah ada pengecekan kan pasti tinggal menghitung hari saja, intinya jangan sampai telat saja,” tuturnya. (adn/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/