alexametrics
19.6 C
Malang
Thursday, 30 June 2022

Penghuni Bantalan Rel KA Inisiatif Bongkar Rumah

MALANG KOTA – Mulai kemarin (23/6), sejumlah warga yang berdomisili di RT 11 RW 6 Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, berinisiatif untuk membongkar rumahnya. Itu dilakukan setelah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya meminta warga yang tinggal di bantalan rel kereta api (KA) Kotalama–Depo Pertamina untuk pindah. Dari pantauan koran ini, teras rumah yang mepet dengan rel KA tampak sudah dibongkar penghuninya.

Mereka berinisiatif membongkar rumah lebih awal demi memudahkan proses boyongan. ”Warga yang berinisiatif membongkar ya cuma bisa pasrah saja,” kata Ketua RT 11 RW 6 Kelurahan Sukoharjo Nugroho Eka. Meski telah melakukan sejumlah pembongkaran, Nugroho dan warga lain tetap menghuni rumah tersebut untuk sementara waktu. Hal itu dilakukan karena mereka umumnya masih mencari tempat tinggal baru.

Warga-warga itu umumnya sudah tinggal di bantalan rel selama puluhan tahun. Dengan adanya inisiatif pembongkaran dari warga itu, langkah lanjutan dari PT KAI Daop 8 Surabaya tentu lebih mudah. Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif menyebut bila opsi tersebut harus diambil demi keselamatan warga. Sebab jarak antara rumah dengan rel KA di kawasan tersebut hanya berkisar 75 sentimeter.

”Jarak aman seharusnya (antara bangunan dan rel KA) adalah 6 meter, maka nanti rumah sepanjang di sepanjang 1,7 kilometer bakal dibongkar,” terangnya. Meski sudah ada inisiatif dari warga yang membongkar rumah, pihaknya masih tetap melakukan komunikasi. Sebab ke depan pihaknya berharap proses pembongkaran tak sampai menimbulkan konflik. Dalam waktu dekat, pihaknya juga berencana menggelar pertemuan dengan sejumlah rumah warga yang rumahnya harus berpindah. (adn/by)

MALANG KOTA – Mulai kemarin (23/6), sejumlah warga yang berdomisili di RT 11 RW 6 Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, berinisiatif untuk membongkar rumahnya. Itu dilakukan setelah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya meminta warga yang tinggal di bantalan rel kereta api (KA) Kotalama–Depo Pertamina untuk pindah. Dari pantauan koran ini, teras rumah yang mepet dengan rel KA tampak sudah dibongkar penghuninya.

Mereka berinisiatif membongkar rumah lebih awal demi memudahkan proses boyongan. ”Warga yang berinisiatif membongkar ya cuma bisa pasrah saja,” kata Ketua RT 11 RW 6 Kelurahan Sukoharjo Nugroho Eka. Meski telah melakukan sejumlah pembongkaran, Nugroho dan warga lain tetap menghuni rumah tersebut untuk sementara waktu. Hal itu dilakukan karena mereka umumnya masih mencari tempat tinggal baru.

Warga-warga itu umumnya sudah tinggal di bantalan rel selama puluhan tahun. Dengan adanya inisiatif pembongkaran dari warga itu, langkah lanjutan dari PT KAI Daop 8 Surabaya tentu lebih mudah. Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif menyebut bila opsi tersebut harus diambil demi keselamatan warga. Sebab jarak antara rumah dengan rel KA di kawasan tersebut hanya berkisar 75 sentimeter.

”Jarak aman seharusnya (antara bangunan dan rel KA) adalah 6 meter, maka nanti rumah sepanjang di sepanjang 1,7 kilometer bakal dibongkar,” terangnya. Meski sudah ada inisiatif dari warga yang membongkar rumah, pihaknya masih tetap melakukan komunikasi. Sebab ke depan pihaknya berharap proses pembongkaran tak sampai menimbulkan konflik. Dalam waktu dekat, pihaknya juga berencana menggelar pertemuan dengan sejumlah rumah warga yang rumahnya harus berpindah. (adn/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/