alexametrics
30.2 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Pemkot Malang akan Bagikan Bansos Sopir Angkot, Tapi Ada Syaratnya

MALANG KOTA – Kepastian PPKM Level 4 yang kembali diperpanjang di Kota Malang kian menjadi beban bagi para sopir angkutan kota (angkot). Mereka pun menggelar audiensi dengan mendatangi kantor Pemkot Malang, Selasa (24/8) pagi pukul 10.00 WIB.

Dalam audiensi tersebut, Pemkot Malang diwakili Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Heru Mulyono dan Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso. Salah satu bahasannya ialah kepastian akan dicairkannya bantuan sosial (bansos) untuk sopir angkot. “Iya, salah satunya soal apakah akan ada bansos untuk sopir angkot lagi, tentu ini lihat kondisinya,” terang Kadishub Kota Malang Heru Mulyono.

Salah satu kondisi yang dilihat adalah berapa jumlah sopir angkot yang bakal menerima bansos tersebut. “Kami masih menanti jumlah dan siapa yang menerima dari perkumpulan sopir angkot ini,” kata dia. Hal itu untuk mengetahui apakah statusnya masih menjadi sopir serta domisilinya saat ini. “Iya kan ada yang diganti anaknya, ada yang tidak jadi sopir lagi, meninggal, lalu ada juga yang domisili non Kota Malang,” sebut Heru.

Sementara itu, data yang diajukan masih berupa data penerima bansos tahun lalu. “Kalau tahun lalu ada sekitar 900 orang, tapi terealisasi 700 orang. Makanya ini masih didata lagi oleh mereka,” sebutnya. Data yang dimaksud adalah kejelasan tentang alamat serta NIK dan nomor KK. “Kan bisa jadi satu KK itu dapat bantuan PKH, jadinya double dong,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga masih menantikan anggaran untuk pelaksanaan bansos tersebut. “Ini masih nunggu anggarannya. Kalau dana itu dari dinas sosial, kami hanya menyodorkan datanya saja,” ujar mantan Camat Klojen itu.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Kepastian PPKM Level 4 yang kembali diperpanjang di Kota Malang kian menjadi beban bagi para sopir angkutan kota (angkot). Mereka pun menggelar audiensi dengan mendatangi kantor Pemkot Malang, Selasa (24/8) pagi pukul 10.00 WIB.

Dalam audiensi tersebut, Pemkot Malang diwakili Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Heru Mulyono dan Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso. Salah satu bahasannya ialah kepastian akan dicairkannya bantuan sosial (bansos) untuk sopir angkot. “Iya, salah satunya soal apakah akan ada bansos untuk sopir angkot lagi, tentu ini lihat kondisinya,” terang Kadishub Kota Malang Heru Mulyono.

Salah satu kondisi yang dilihat adalah berapa jumlah sopir angkot yang bakal menerima bansos tersebut. “Kami masih menanti jumlah dan siapa yang menerima dari perkumpulan sopir angkot ini,” kata dia. Hal itu untuk mengetahui apakah statusnya masih menjadi sopir serta domisilinya saat ini. “Iya kan ada yang diganti anaknya, ada yang tidak jadi sopir lagi, meninggal, lalu ada juga yang domisili non Kota Malang,” sebut Heru.

Sementara itu, data yang diajukan masih berupa data penerima bansos tahun lalu. “Kalau tahun lalu ada sekitar 900 orang, tapi terealisasi 700 orang. Makanya ini masih didata lagi oleh mereka,” sebutnya. Data yang dimaksud adalah kejelasan tentang alamat serta NIK dan nomor KK. “Kan bisa jadi satu KK itu dapat bantuan PKH, jadinya double dong,” ucapnya.

Selain itu, pihaknya juga masih menantikan anggaran untuk pelaksanaan bansos tersebut. “Ini masih nunggu anggarannya. Kalau dana itu dari dinas sosial, kami hanya menyodorkan datanya saja,” ujar mantan Camat Klojen itu.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/