alexametrics
22 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Wali Kota Malang Sebut Pasien Isoman Besok Habis

MALANG KOTA – Optimisme zona oranye benar-benar diemban Pemkot Malang. Hal ini karena pasien isolasi mandiri semakin sedikit.

“Kasus aktif kita lebih sedikit, besok saja sudah habis pasien isolasi mandiri (isoman) kita,” terang Wali Kota Malang, Sutiaji pada Selasa (24/8) siang.

Tercatat, kasus aktif yang ada di Kota Malang kemarin ada 735.231 diantaranya berada di Isolasi Terpadu (isoter) BPSDM. “Selebihnya masih ada yang isoman,” kata dia.

Ia mengklaim bahwa jumlah pasien isoman tidak sampai seratus. “Tidak sampai seratus, yang sudah masuk 271 totalnya, kemarin sudah sembuh 40, Isoter masih kosong banyak, untuk hari ini ada 65 yang bisa digeser ke safe house,” sebut dia. Namun, pihaknya mengaku masih ada data yang kurang. “Kemarin ada penambahan kasus 57, sembuh kita 156. Lalu ada juga yang samplingnya sudah lama berarti kan sudah sembuh,” bebernya.

Berdasarkan data yang diterima dari Kodim 0833 Kota Malang, pada Senin (23/8) kurang lebih ada 74 warga yang dipindahkan ke isoter.

Sementara untuk hal testing dan tracing, pihaknya mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memperbanyak lagi. “Saya sudah katakan ke dokter Husnul (Kadinkes) untuk percepat testing dan angka Positive Rate tinggi, tidak apa-apa angkanya tinggi yang penting tertangani,” kata dia. Untuk Positive Rate Kota Malang sendiri masih berkisar pada angka 4,7 dengan jumlah testing yang melebihi angka yang ditetapkan Kementerian Kesehatan melalui Keputusan Menteri nomor 4641 tahun 2021.

“Target testing Kota Malang itu untuk testing seribu kali 874 ribu per minggu, kalau di Kementerian itu 1 banding seribu jumlah penduduk per minggu,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Optimisme zona oranye benar-benar diemban Pemkot Malang. Hal ini karena pasien isolasi mandiri semakin sedikit.

“Kasus aktif kita lebih sedikit, besok saja sudah habis pasien isolasi mandiri (isoman) kita,” terang Wali Kota Malang, Sutiaji pada Selasa (24/8) siang.

Tercatat, kasus aktif yang ada di Kota Malang kemarin ada 735.231 diantaranya berada di Isolasi Terpadu (isoter) BPSDM. “Selebihnya masih ada yang isoman,” kata dia.

Ia mengklaim bahwa jumlah pasien isoman tidak sampai seratus. “Tidak sampai seratus, yang sudah masuk 271 totalnya, kemarin sudah sembuh 40, Isoter masih kosong banyak, untuk hari ini ada 65 yang bisa digeser ke safe house,” sebut dia. Namun, pihaknya mengaku masih ada data yang kurang. “Kemarin ada penambahan kasus 57, sembuh kita 156. Lalu ada juga yang samplingnya sudah lama berarti kan sudah sembuh,” bebernya.

Berdasarkan data yang diterima dari Kodim 0833 Kota Malang, pada Senin (23/8) kurang lebih ada 74 warga yang dipindahkan ke isoter.

Sementara untuk hal testing dan tracing, pihaknya mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk memperbanyak lagi. “Saya sudah katakan ke dokter Husnul (Kadinkes) untuk percepat testing dan angka Positive Rate tinggi, tidak apa-apa angkanya tinggi yang penting tertangani,” kata dia. Untuk Positive Rate Kota Malang sendiri masih berkisar pada angka 4,7 dengan jumlah testing yang melebihi angka yang ditetapkan Kementerian Kesehatan melalui Keputusan Menteri nomor 4641 tahun 2021.

“Target testing Kota Malang itu untuk testing seribu kali 874 ribu per minggu, kalau di Kementerian itu 1 banding seribu jumlah penduduk per minggu,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/