alexametrics
28.1 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

Cegah Cluster Ponpes, Dinkes Kota Malang Kawal Tim Santri Husada

MALANG KOTA – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang terus melakukan pencegahan klaster baru di kalangan pelajar dan santri pondok pesantren. Seperti dengan membentuk Santri Husada di masing-masing pesantren. Tim santri ini langsung dibimbing Dinas Kesehatan Kota Malang dan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Nahdlatul Ulama (NU) Malang Raya.

Puskesmas Siaga Covid

Santri Husada tersebut adalah tim pengelola Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) atau bisa disebut kader Poskestren.

“Kami juga melakukan pelatihan secara virtual sejak dini,” tutur Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Ponpes Kemenag Kota Malang Achmad Shampton Masduqie Selasa lalu (22/9). Selain itu, pembentukan tim ini akan dioptimalkan lagi sesuai pemberlakuan protokol kesehatan di lingkungan pondok.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Shampton ini pihaknya belum menerima berita tentang klaster baru di pondok pesantren di Kota Malang. ”Saya meminta semua pesantren senantiasa melakukan pengawasan melekat di bawah dampingan Satgas Covid-19 NU Malang Raya,” tuturnya.

Dia mengakui, masalah utama yang muncul di masyarakat saat ini adalah anggapan Covid-19 sebagai aib. Hal itu pula yang dipahami pengasuh pondok pesantren yang tidak berkenan membuka kondisi pesantrennya. ”Karena memang ada beban, beban sebagai contoh tauladan masyarakat,” katanya. Karena itu, pihaknya juga mengimbau pengasuh pondok proaktif jika sampai ada santrinya yang positif Covid-19.

Selain itu, Kemenag Kota Malang juga membantu menyalurkan bantuan operasional pendidikan (BOP) pesantren untuk pesantren-pesantren di Kota Malang. ”Itu merupakan bantuan pada masa pandemi Covid-19 tahun anggaran 2020,” kata dia.

Dia menambahkan, besaran BOP pusat disesuaikan tipologi jumlah santri. BOP pesantren kecil sebesar Rp 25 juta, untuk BOP pesantren sedang sebesar Rp 40 juta, dan BOP pesantren besar sebesar Rp 50 juta. Sementara BOP pendidikan keagamaan Islam sebesar Rp 10 juta. ”Pencairannya dilakukan sekaligus atau dalam satu tahap, dan dana BOP pesantren ini disalurkan secara langsung ke rekening lembaga penerima BOP pesantren” tuturnya.

Total ada 21 pesantren di Kota Malang yang sudah dapat bantuan tersebut. ”Mereka bisa memanfaatkan untuk penanggulangan Covid-19 secara melekat,” sambungnya.

Bantuan juga diberikan oleh RMI Pusat di bawah koordinasi KH Abdul Ghoffar Rozin, yaitu dengan pengadaan swab yang bekerja sama dengan RS Medika Unipdu Jombang untuk pesantren di Jawa Timur. ”Pondok Peta Tulungagung juga siap memberi bantuan untuk santri dengan dua armada PCR-nya,” katanya.

Pewarta: Ilmi Ariyanti

MALANG KOTA – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Malang terus melakukan pencegahan klaster baru di kalangan pelajar dan santri pondok pesantren. Seperti dengan membentuk Santri Husada di masing-masing pesantren. Tim santri ini langsung dibimbing Dinas Kesehatan Kota Malang dan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Nahdlatul Ulama (NU) Malang Raya.

Puskesmas Siaga Covid

Santri Husada tersebut adalah tim pengelola Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) atau bisa disebut kader Poskestren.

“Kami juga melakukan pelatihan secara virtual sejak dini,” tutur Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Ponpes Kemenag Kota Malang Achmad Shampton Masduqie Selasa lalu (22/9). Selain itu, pembentukan tim ini akan dioptimalkan lagi sesuai pemberlakuan protokol kesehatan di lingkungan pondok.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Shampton ini pihaknya belum menerima berita tentang klaster baru di pondok pesantren di Kota Malang. ”Saya meminta semua pesantren senantiasa melakukan pengawasan melekat di bawah dampingan Satgas Covid-19 NU Malang Raya,” tuturnya.

Dia mengakui, masalah utama yang muncul di masyarakat saat ini adalah anggapan Covid-19 sebagai aib. Hal itu pula yang dipahami pengasuh pondok pesantren yang tidak berkenan membuka kondisi pesantrennya. ”Karena memang ada beban, beban sebagai contoh tauladan masyarakat,” katanya. Karena itu, pihaknya juga mengimbau pengasuh pondok proaktif jika sampai ada santrinya yang positif Covid-19.

Selain itu, Kemenag Kota Malang juga membantu menyalurkan bantuan operasional pendidikan (BOP) pesantren untuk pesantren-pesantren di Kota Malang. ”Itu merupakan bantuan pada masa pandemi Covid-19 tahun anggaran 2020,” kata dia.

Dia menambahkan, besaran BOP pusat disesuaikan tipologi jumlah santri. BOP pesantren kecil sebesar Rp 25 juta, untuk BOP pesantren sedang sebesar Rp 40 juta, dan BOP pesantren besar sebesar Rp 50 juta. Sementara BOP pendidikan keagamaan Islam sebesar Rp 10 juta. ”Pencairannya dilakukan sekaligus atau dalam satu tahap, dan dana BOP pesantren ini disalurkan secara langsung ke rekening lembaga penerima BOP pesantren” tuturnya.

Total ada 21 pesantren di Kota Malang yang sudah dapat bantuan tersebut. ”Mereka bisa memanfaatkan untuk penanggulangan Covid-19 secara melekat,” sambungnya.

Bantuan juga diberikan oleh RMI Pusat di bawah koordinasi KH Abdul Ghoffar Rozin, yaitu dengan pengadaan swab yang bekerja sama dengan RS Medika Unipdu Jombang untuk pesantren di Jawa Timur. ”Pondok Peta Tulungagung juga siap memberi bantuan untuk santri dengan dua armada PCR-nya,” katanya.

Pewarta: Ilmi Ariyanti

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/