alexametrics
21.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Wilujengan, Kampung Topeng Dibuka Lagi

MALANG KOTA – Seluruh masyarakat yang datang nampak rapi menggunakan baju tradisional dan udeng khas Malang. Ada juga beberapa anak muda menggunakan busana muslim dengan alat musik marawis di tangannnya. Hal tersebutlah yang nampak pada acara “Atur Sesaji Leluhur dan Tari Ritual Sesaji” di Kampung Topeng, Desa Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang hari ini (24/10).

“Acara ini adalah rangkaian kegiatan dari 15 event yang sudah kami susun dan harus terselesaikan bulan ini,” terang Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis), Isa Wayudi atau sering disapa Ki Demang.

Giat itu didanai oleh Disporapar Kota Malang dan dikoordinir oleh forum pokdarwis. Tujuannya ialah sebagai pemberitahuan pada masyarakat umum bahwa tempat wisata kampung topeng sudah dibuka kembali.

Tempat wisata edukasi tersebut sempat tutup karena pandemi yang melanda. Wilujengan atau selametan juga bertujuan agar kedepannya wisata bisa dilancarkan dan menjadi bantuan untuk masyarakat sekitar. Dengan dibuka kembalinya kampung topeng, secara tidak langsung menciptakan lapangan kerja baru. Roda perekonomian akan berputar jadi lebih baik tentunya.

Dalam event tersebut juga disajikan beberapa pertunjukan hiburan rakyat. Seperti pentas seni tarian tradisional, tari rangda bali dan qosidah sholawat Al – Banjari. Beberapa budayawan, seniman dan masyarakat sekitar datang pada wilujengan itu.

Kampung topeng diresmikan sejak tahun 2017. Uniknya, mayoritas pengrajin topeng ialah warga rehabilitasi yang sengaja diberi pelatihan. Hal tersebut untuk mengarahkannya ke hal positif selain bisa membantu perekonomian dengan hasil penjualan.

Selanjutnya, pihak pengelola akan memperbaiki spot – spot yang sudah lama tidak terurus. Melakukan promosi juga menjadi agenda hak wajib, seperti yang diungkapkan Lurah Desa Tlogowaru, Agoes Trihartadi. “Saya berharap agar event seperti ini bisa terus berkesinambungan. Sehingga kita bisa tetap melestarikan budaya juga membantu masyarakat sekitar,” terangnya.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

MALANG KOTA – Seluruh masyarakat yang datang nampak rapi menggunakan baju tradisional dan udeng khas Malang. Ada juga beberapa anak muda menggunakan busana muslim dengan alat musik marawis di tangannnya. Hal tersebutlah yang nampak pada acara “Atur Sesaji Leluhur dan Tari Ritual Sesaji” di Kampung Topeng, Desa Tlogowaru, Kecamatan Kedungkandang hari ini (24/10).

“Acara ini adalah rangkaian kegiatan dari 15 event yang sudah kami susun dan harus terselesaikan bulan ini,” terang Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis), Isa Wayudi atau sering disapa Ki Demang.

Giat itu didanai oleh Disporapar Kota Malang dan dikoordinir oleh forum pokdarwis. Tujuannya ialah sebagai pemberitahuan pada masyarakat umum bahwa tempat wisata kampung topeng sudah dibuka kembali.

Tempat wisata edukasi tersebut sempat tutup karena pandemi yang melanda. Wilujengan atau selametan juga bertujuan agar kedepannya wisata bisa dilancarkan dan menjadi bantuan untuk masyarakat sekitar. Dengan dibuka kembalinya kampung topeng, secara tidak langsung menciptakan lapangan kerja baru. Roda perekonomian akan berputar jadi lebih baik tentunya.

Dalam event tersebut juga disajikan beberapa pertunjukan hiburan rakyat. Seperti pentas seni tarian tradisional, tari rangda bali dan qosidah sholawat Al – Banjari. Beberapa budayawan, seniman dan masyarakat sekitar datang pada wilujengan itu.

Kampung topeng diresmikan sejak tahun 2017. Uniknya, mayoritas pengrajin topeng ialah warga rehabilitasi yang sengaja diberi pelatihan. Hal tersebut untuk mengarahkannya ke hal positif selain bisa membantu perekonomian dengan hasil penjualan.

Selanjutnya, pihak pengelola akan memperbaiki spot – spot yang sudah lama tidak terurus. Melakukan promosi juga menjadi agenda hak wajib, seperti yang diungkapkan Lurah Desa Tlogowaru, Agoes Trihartadi. “Saya berharap agar event seperti ini bisa terus berkesinambungan. Sehingga kita bisa tetap melestarikan budaya juga membantu masyarakat sekitar,” terangnya.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/