alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Yuk Bikin Tie Dye Pakai Teknik Shibori

MALANG KOTA – Selama pandemi Covid-19, tie dye kembali populer. Tren fashion yang dibuat dari teknik ikat celup tersebut dikenal dengan shibori. Untuk membuatnya sangat mudah, pemilik Hamparan Rintik, Fikroh Ryanda Saputro berkesempatan memberikan ilmunya.

Fikroh mengatakan, teknik shibori dapat dilakukan dengan mudah oleh siapapun. Teknik membatik ini sederhananya dalam bahasa jawa bermakna teknik jumputan.

“Teknik ini mudah dilakukan pada bahan apapun tinggal mengikat dan menyelupkan kain ke cairan pewarna,” katanya.

Penyebutan ini menurutnya setiap negara memiliki nama yang berbeda. Fikroh, istilah shibori berasal dari Jepang. Sementara Amerika menyebutnya tie dye.

Fikroh juga menjelaskan beberapa alat dan bahan sangat untuk melakukan teknik shibori. Alat dan bahan seperti karet, jarum, benang, pewarna (naplot), dan kain merupakan bahan yang mudah untuk didapatkan.

Pada proses pembuatannya, karet yang diikatkan pada kain berfungsi mengikat bagian tersebut agar tidak terkena cairan pewarna. Pola yang digunakan juga disesuaikan dengan kreasi masing-masing orang.

“Pola batik pada teknik ini juga dibebaskan sesuai selera masing-masing peserta,” terangnya.

Pada Pagelaran Batik Malangan yang digelar pada Jumat (23/10), Fikroh berkesempatan memberi pelatihan teknik shibori kepada 70 peserta. Para peserta berkesempatan membuat pola batik pada bahan kain, masker, dan totebag.

Pewarta: Aditya Novrian

MALANG KOTA – Selama pandemi Covid-19, tie dye kembali populer. Tren fashion yang dibuat dari teknik ikat celup tersebut dikenal dengan shibori. Untuk membuatnya sangat mudah, pemilik Hamparan Rintik, Fikroh Ryanda Saputro berkesempatan memberikan ilmunya.

Fikroh mengatakan, teknik shibori dapat dilakukan dengan mudah oleh siapapun. Teknik membatik ini sederhananya dalam bahasa jawa bermakna teknik jumputan.

“Teknik ini mudah dilakukan pada bahan apapun tinggal mengikat dan menyelupkan kain ke cairan pewarna,” katanya.

Penyebutan ini menurutnya setiap negara memiliki nama yang berbeda. Fikroh, istilah shibori berasal dari Jepang. Sementara Amerika menyebutnya tie dye.

Fikroh juga menjelaskan beberapa alat dan bahan sangat untuk melakukan teknik shibori. Alat dan bahan seperti karet, jarum, benang, pewarna (naplot), dan kain merupakan bahan yang mudah untuk didapatkan.

Pada proses pembuatannya, karet yang diikatkan pada kain berfungsi mengikat bagian tersebut agar tidak terkena cairan pewarna. Pola yang digunakan juga disesuaikan dengan kreasi masing-masing orang.

“Pola batik pada teknik ini juga dibebaskan sesuai selera masing-masing peserta,” terangnya.

Pada Pagelaran Batik Malangan yang digelar pada Jumat (23/10), Fikroh berkesempatan memberi pelatihan teknik shibori kepada 70 peserta. Para peserta berkesempatan membuat pola batik pada bahan kain, masker, dan totebag.

Pewarta: Aditya Novrian

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/