alexametrics
30 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Pengusiran Tim Tracing Covid-19, Kapolresta Malang: Itu Bisa Dipidanakan !

MALANG KOTA-Menurunnya kesadaran masyarakat terhadap prokes juga sempat dikeluhkan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto. Dia menyesalkan sikap masyarakat yang kini semakin kurang peduli. Bahkan ada kasus pengusiran terhadap salah satu anggotanya yang menjadi bagian tim Satgas Covid-19 Kota Malang saat melakukan tracing.

”Itu terjadi di salah satu sekolah di Jalan Bandung. Kami warning karena itu termasuk tindakan pidana atau melawan hukum sesuai pasal 212 KUHP,” tegas pria yang kerap disapa Buher itu.

Pengusiran yang menimpa anggotanya itu terjadi saat awal kasus klaster sekolah merebak beberapa pekan lalu. Buher menyayangkan kesadaran prokes pihak sekolah yang terkesan kurang mendukung pemutusan mata rantai Covid-19. Padahal, kasus positif Covid-19 di  Kota Malang sempat menjadi yang tertinggi di Jawa Timur.

Untuk membantu pencegahan potensi melonjaknya Covid-19 di Kota Malang, Buher bakal memberi perhatian khusus pada kegiatan masyarakat yang mengumpulkan massa dalam jumlah banyak. Pihaknya sudah menyiapkan pasukan gabungan yang beranggota 380 personel. Pasukan itu diberi nama Patroli Motor Penegakan Prokes di Masyarakat (Pamor Keris). Tugasnya menyisir sejumlah kegiatan warga yang abai dengan prokes. ”Kami juga nggak mudah beri izin kegiatan mengumpulkan massa dalam jumlah banyak. Maka harus ada jaminan bahwa kegiatan bisa berjalan baik,” papar mantan Kapolres Batu itu.

Meskipun ada pembatasan pengunjung dalam suatu acara, tetap saja Buher memantau kegiatan tersebut supaya terkendali. Dia tak ingin kasus Omicron yang sudah ada merebak secara masif. (adn/fat)

MALANG KOTA-Menurunnya kesadaran masyarakat terhadap prokes juga sempat dikeluhkan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto. Dia menyesalkan sikap masyarakat yang kini semakin kurang peduli. Bahkan ada kasus pengusiran terhadap salah satu anggotanya yang menjadi bagian tim Satgas Covid-19 Kota Malang saat melakukan tracing.

”Itu terjadi di salah satu sekolah di Jalan Bandung. Kami warning karena itu termasuk tindakan pidana atau melawan hukum sesuai pasal 212 KUHP,” tegas pria yang kerap disapa Buher itu.

Pengusiran yang menimpa anggotanya itu terjadi saat awal kasus klaster sekolah merebak beberapa pekan lalu. Buher menyayangkan kesadaran prokes pihak sekolah yang terkesan kurang mendukung pemutusan mata rantai Covid-19. Padahal, kasus positif Covid-19 di  Kota Malang sempat menjadi yang tertinggi di Jawa Timur.

Untuk membantu pencegahan potensi melonjaknya Covid-19 di Kota Malang, Buher bakal memberi perhatian khusus pada kegiatan masyarakat yang mengumpulkan massa dalam jumlah banyak. Pihaknya sudah menyiapkan pasukan gabungan yang beranggota 380 personel. Pasukan itu diberi nama Patroli Motor Penegakan Prokes di Masyarakat (Pamor Keris). Tugasnya menyisir sejumlah kegiatan warga yang abai dengan prokes. ”Kami juga nggak mudah beri izin kegiatan mengumpulkan massa dalam jumlah banyak. Maka harus ada jaminan bahwa kegiatan bisa berjalan baik,” papar mantan Kapolres Batu itu.

Meskipun ada pembatasan pengunjung dalam suatu acara, tetap saja Buher memantau kegiatan tersebut supaya terkendali. Dia tak ingin kasus Omicron yang sudah ada merebak secara masif. (adn/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/