alexametrics
29.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

LP2M Dampingi Warga Tasikmadu Wujudkan Kampung Anyaman

MALANG KOTA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang (UM) melakukan pendampingan kepada warga Tasikmadu, Kota Malang untuk mewujudkan destinasi wisata baru, Kampung Anyaman melalui workshop pengembangan kampung tematik dengan tema ‘Berkarya Untuk Bangsa Dimulai Dari Desa’ yang dilaksanakan di El Hotel Grande, hari ini, Rabu (24/2).

Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Tasikmadu, Adhi Kristanto SPd MAp, Sekretaris Camat Lowokwaru, Nanda, perwakilan bagian Pariwisata Ekonomi, Kreatif (parekraf) Dinas Kepemudaan Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Putri Maratana Setiabudi, perwakilan dari BRI Martadinata Malang, Dermawan Bambang dan perwakilan masyarakat Tasikmadu.

“Tasikmadu punya kerajinan anyaman, maka kami ingin bekerjasama dengan masyarakat sekitar mewujudkan destinasi wisata tematik anyaman, yang hasilnya nanti bisa menyejahterakan masyarakat Tasikmadu, bukan hanya mereka yang perajin, namun juga warga secara umum,” kata Ketua Pelaksana Workshop, Dr Joko Sayono MPd MHum.

Sekretaris LP2M UM, Dr Ahmad Munjin Nasih SPd MAg menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari rencana LP2M untuk mengembangkan Tasikmadu sebagai kampung wisata tematik. Sejalan dengan hal tersebut, mulai tahun ini, LP2M UM mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik di Kelurahan Tasikmadu dengan program yang mendukung realisasi Kampung Anyaman.

“Hari ini kami realisasikan sentra kerajinan anyaman Tasikmadu. Tahap awal untuk pengembangannya, kami survey wilayah, membentuk tim kecil, dan melakukan komunikasi awal dengan tokoh masyarakat setempat,” jelas Munjin.

Munjin menuturkan, proses pendampingan untuk realisasi kampung tematik di Tasikmadu ini tetap dalam koridor protokol kesehatan. Ada 20 mahasiswa KKN dari berbagai jurusan yang ada di UM yang akan diterjunkan untuk pengembangan wilayah Tasikmadu.

“20 orang ini tentu dari mahasiswa domisili Malang, dengan berbagai jurusan. Ada yang dari teknik, seni rupa, hingga psikologi. Namun nanti yang psikologi mungkin lebih ke hubungan orang tua dan anak di kampung tematik,” tambahnya.

Pewarta : Roisyatul Mufidah

MALANG KOTA – Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Malang (UM) melakukan pendampingan kepada warga Tasikmadu, Kota Malang untuk mewujudkan destinasi wisata baru, Kampung Anyaman melalui workshop pengembangan kampung tematik dengan tema ‘Berkarya Untuk Bangsa Dimulai Dari Desa’ yang dilaksanakan di El Hotel Grande, hari ini, Rabu (24/2).

Hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Tasikmadu, Adhi Kristanto SPd MAp, Sekretaris Camat Lowokwaru, Nanda, perwakilan bagian Pariwisata Ekonomi, Kreatif (parekraf) Dinas Kepemudaan Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Putri Maratana Setiabudi, perwakilan dari BRI Martadinata Malang, Dermawan Bambang dan perwakilan masyarakat Tasikmadu.

“Tasikmadu punya kerajinan anyaman, maka kami ingin bekerjasama dengan masyarakat sekitar mewujudkan destinasi wisata tematik anyaman, yang hasilnya nanti bisa menyejahterakan masyarakat Tasikmadu, bukan hanya mereka yang perajin, namun juga warga secara umum,” kata Ketua Pelaksana Workshop, Dr Joko Sayono MPd MHum.

Sekretaris LP2M UM, Dr Ahmad Munjin Nasih SPd MAg menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari rencana LP2M untuk mengembangkan Tasikmadu sebagai kampung wisata tematik. Sejalan dengan hal tersebut, mulai tahun ini, LP2M UM mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik di Kelurahan Tasikmadu dengan program yang mendukung realisasi Kampung Anyaman.

“Hari ini kami realisasikan sentra kerajinan anyaman Tasikmadu. Tahap awal untuk pengembangannya, kami survey wilayah, membentuk tim kecil, dan melakukan komunikasi awal dengan tokoh masyarakat setempat,” jelas Munjin.

Munjin menuturkan, proses pendampingan untuk realisasi kampung tematik di Tasikmadu ini tetap dalam koridor protokol kesehatan. Ada 20 mahasiswa KKN dari berbagai jurusan yang ada di UM yang akan diterjunkan untuk pengembangan wilayah Tasikmadu.

“20 orang ini tentu dari mahasiswa domisili Malang, dengan berbagai jurusan. Ada yang dari teknik, seni rupa, hingga psikologi. Namun nanti yang psikologi mungkin lebih ke hubungan orang tua dan anak di kampung tematik,” tambahnya.

Pewarta : Roisyatul Mufidah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/