alexametrics
21.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Soal Perizinan RS BRIMedika Malang, Begini Penjelasan Pemilik

MALANG KOTA – Munculnya polemik terkait proyek pembangunan RS BRIMedika tak lepas dari urusan perizinan. Karena warga masih ada yang menyoal terkait izin yang disebut belum lengkap.

Direktur Utama PT Bhakti Mandala Husada (BMH) Widodo Januarso memastikan perizinan yang dipersoalkan warga sudah klir. Baik izin membangun bangunan (IMB) maupun izin upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantaun lingkungan hidup (UKL-UKP). ”Kami targetkan akhir tahun 2021 ini sudah beroperasi,” tegas Widodo.

Sementara itu, bakal berdirinya RS BRIMedika di Jalan Mayjen Panjaitan akhir 2021 ini, Kasie Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Jetty Silviani menyambut baik. Sebab, hal itu akan memudahkan mayarakat mengakses rumah sakit rujukan alternatif. Saat ini di Kota Malang sudah ada 25 RS berbagai tipe.

Untuk tipe A, Kota Malang memiliki satu RS yakni RS Saiful Anwar (RSSA). RS tipe B terdapat lima RS. Tipe C terdapat 18 RS dan tipe D terdapat satu RS. ”Jika ditambah satu lagi maka akan menambah deretan RS rujukan alternatif di Kota Malang,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Jetty menjelaskan, Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan RS telah mengatur hal itu. Untuk RS BRIMedika, rencana 50 bed masuk dalam RS tipe D. Jika RS BRIMedika ingin naik level, maka minimal menambah jumlah bed sesuai tipe yang diinginkan.

Dia juga menuturkan, kebutuhan RS di Kota Malang saat ini terbilang cukup. Jika ada tambahan, maka akan menambah pelayanan kesehatan yang semakin baik. Apalagi, pihak swasta juga diberikan kebebasan untuk mendirikan RS. ”Kita tahu penunjang RS rujukan di Kota Malang jika semakin banyak maka memudahkan masyarakat untuk tertangani,” tandasnya. (rmc/adn/c1/abm)

MALANG KOTA – Munculnya polemik terkait proyek pembangunan RS BRIMedika tak lepas dari urusan perizinan. Karena warga masih ada yang menyoal terkait izin yang disebut belum lengkap.

Direktur Utama PT Bhakti Mandala Husada (BMH) Widodo Januarso memastikan perizinan yang dipersoalkan warga sudah klir. Baik izin membangun bangunan (IMB) maupun izin upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemantaun lingkungan hidup (UKL-UKP). ”Kami targetkan akhir tahun 2021 ini sudah beroperasi,” tegas Widodo.

Sementara itu, bakal berdirinya RS BRIMedika di Jalan Mayjen Panjaitan akhir 2021 ini, Kasie Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang Jetty Silviani menyambut baik. Sebab, hal itu akan memudahkan mayarakat mengakses rumah sakit rujukan alternatif. Saat ini di Kota Malang sudah ada 25 RS berbagai tipe.

Untuk tipe A, Kota Malang memiliki satu RS yakni RS Saiful Anwar (RSSA). RS tipe B terdapat lima RS. Tipe C terdapat 18 RS dan tipe D terdapat satu RS. ”Jika ditambah satu lagi maka akan menambah deretan RS rujukan alternatif di Kota Malang,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Jetty menjelaskan, Peraturan Kementerian Kesehatan (Permenkes) Nomor 3 Tahun 2020 tentang Klasifikasi dan Perizinan RS telah mengatur hal itu. Untuk RS BRIMedika, rencana 50 bed masuk dalam RS tipe D. Jika RS BRIMedika ingin naik level, maka minimal menambah jumlah bed sesuai tipe yang diinginkan.

Dia juga menuturkan, kebutuhan RS di Kota Malang saat ini terbilang cukup. Jika ada tambahan, maka akan menambah pelayanan kesehatan yang semakin baik. Apalagi, pihak swasta juga diberikan kebebasan untuk mendirikan RS. ”Kita tahu penunjang RS rujukan di Kota Malang jika semakin banyak maka memudahkan masyarakat untuk tertangani,” tandasnya. (rmc/adn/c1/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/