alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Please! Pahamilah Informasi Berstandar Jurnalistik. Karena Banyak Manfaatnya

MALANG KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Pelatihan Jurnalistik Pewarta Warga Kota Malang 2022 di Hotel Ijen Suites, Kamis (24/2). Acara yang diikuti oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kota Malang itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan literasi pewarta warga.

Kepala Diskominfo Kota Malang Muhammad Nur Widianto SSos . (Rofia/Radar Malang)

Kepala Diskominfo Kota Malang Muhammad Nur Widianto SSos menyampaikan kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas perencanaan pembangunan di Kota Malang. Khususnya, kegiatan ini menjadi perwujudan dari  musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) dan jaring aspirasi oleh DPRD Kota Malang. “Dengan memperhatikan bahwa sosial media telah menjadi media untuk mengenalkan potensi di lingkungan masing-masing. Sehingga kegiatan jurnalisme warga menjadi kegiatan jurnalistik yang secara aktif partisipatoris dilakukan warga masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Wiwid-sapaan akrab Muhammad Nur Widianto, mengatakan bahwa pekerjaan besar lainnya terkait jurnalistik warga adalah seringkali masyarakat dihadapkan pada hoaks. Hal- hal yang viral itu dianggap faktual, padahal faktanya tidak demikian. Sehingga hal viral yang belum terbukti kebenarannya justru lebih cepat menyebar. “Diharapkan melalui kegiatan ini mampu mendorong masyarakat untuk memahami dan menghasilkan produksi informasi yang memenuhi kaidah jurnalistik, menginspirasi serta memberi manfaat bagi masyarakat banyak,” harapnya.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyampaikan, Kota Malang memang memiliki banyak talenta kreatif.  Hal ini dapat dilihat dari adanya 171 startup digital di Kota Malang dan didukung oleh keberadaan kurang lebih 50 kampus dengan sekitar 300.000 mahasiswa.

Menurutnya, pandemi Covid-19 ini telah mengubah banyak sisi kehidupan. Pandemi mendorong untuk menciptakan kreativitas dengan menghadirkan kemudahan melalui adanya digitalisasi. “Hari ini kita berkumpul dalam rangka menguatkan digitalisasi. Pemanfaatan internet dan media sosial di Indonesia sangat tinggi. Namun perlu dibandingkan dengan fakta bahwa tingkat literasi masyarakat masih sangat rendah. Indonesia masuk dalam 10 negara dengan literasi terendah,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Pemkot Malang ini mengharapkan agar para peserta dapat menguatkan literasi. Sehingga dapat mewartakan berita yang benar dan tentunya harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.

Salah satu peserta pelatihan Febri Wikoko mengatakan, bahwa dalam kegiatan ini peserta mendapat wawasan dan beberapa tips dari pemateri tentang video dan sosial media. Menurutnya, ada beberapa tips dan aplikasi yang baru didapatkan dari kegiatan ini. “Nantinya akan kami informasikan kepada teman-teman KIM yang lain untuk bisa mereka manfaatkan. Jadi harapan saya setiap warga bisa mewartakan, memberitakan tentang kampung mereka di sosial media. Sehingga nanti bisa mengangkat brand image Kota Malang,” ujar pria dari KIM Kelurahan Tanjungrejo, Sukun itu.

Hal senada diungkapkan Citra Amalia perwakilan dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah Malang. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat . Karena bisa menambah wawasan dan soft skill peserta yang datang. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya mengenai kaidah-kaidah jurnalistik, tips dari pemateri mengenai pengambilan video maupun foto yang bagus dan lain sebagainya. Saya berharap seharusnya pelatihan ini bisa lebih diperluas lagi pesertanya,” pungkasnya.

 

Untuk diketahui, dalam acara tersebut, Diskominfo Kota Malang menghadirkan 75 peserta dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Turut hadir pula Ahmad Fuad Rahman, SE dan Ahmad Farih Sulaiman, S.Pd yang merupakan anggota DPRD Kota Malang. Juga turut hadir sebagai narasumber Faris Montis seorang Youtuber Kota Malang. (bin/dik)

MALANG KOTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar Pelatihan Jurnalistik Pewarta Warga Kota Malang 2022 di Hotel Ijen Suites, Kamis (24/2). Acara yang diikuti oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) se-Kota Malang itu dilakukan sebagai upaya meningkatkan literasi pewarta warga.

Kepala Diskominfo Kota Malang Muhammad Nur Widianto SSos . (Rofia/Radar Malang)

Kepala Diskominfo Kota Malang Muhammad Nur Widianto SSos menyampaikan kegiatan ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas perencanaan pembangunan di Kota Malang. Khususnya, kegiatan ini menjadi perwujudan dari  musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) dan jaring aspirasi oleh DPRD Kota Malang. “Dengan memperhatikan bahwa sosial media telah menjadi media untuk mengenalkan potensi di lingkungan masing-masing. Sehingga kegiatan jurnalisme warga menjadi kegiatan jurnalistik yang secara aktif partisipatoris dilakukan warga masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Wiwid-sapaan akrab Muhammad Nur Widianto, mengatakan bahwa pekerjaan besar lainnya terkait jurnalistik warga adalah seringkali masyarakat dihadapkan pada hoaks. Hal- hal yang viral itu dianggap faktual, padahal faktanya tidak demikian. Sehingga hal viral yang belum terbukti kebenarannya justru lebih cepat menyebar. “Diharapkan melalui kegiatan ini mampu mendorong masyarakat untuk memahami dan menghasilkan produksi informasi yang memenuhi kaidah jurnalistik, menginspirasi serta memberi manfaat bagi masyarakat banyak,” harapnya.

Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji menyampaikan, Kota Malang memang memiliki banyak talenta kreatif.  Hal ini dapat dilihat dari adanya 171 startup digital di Kota Malang dan didukung oleh keberadaan kurang lebih 50 kampus dengan sekitar 300.000 mahasiswa.

Menurutnya, pandemi Covid-19 ini telah mengubah banyak sisi kehidupan. Pandemi mendorong untuk menciptakan kreativitas dengan menghadirkan kemudahan melalui adanya digitalisasi. “Hari ini kita berkumpul dalam rangka menguatkan digitalisasi. Pemanfaatan internet dan media sosial di Indonesia sangat tinggi. Namun perlu dibandingkan dengan fakta bahwa tingkat literasi masyarakat masih sangat rendah. Indonesia masuk dalam 10 negara dengan literasi terendah,” ungkapnya.

Orang nomor satu di Pemkot Malang ini mengharapkan agar para peserta dapat menguatkan literasi. Sehingga dapat mewartakan berita yang benar dan tentunya harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada.

Salah satu peserta pelatihan Febri Wikoko mengatakan, bahwa dalam kegiatan ini peserta mendapat wawasan dan beberapa tips dari pemateri tentang video dan sosial media. Menurutnya, ada beberapa tips dan aplikasi yang baru didapatkan dari kegiatan ini. “Nantinya akan kami informasikan kepada teman-teman KIM yang lain untuk bisa mereka manfaatkan. Jadi harapan saya setiap warga bisa mewartakan, memberitakan tentang kampung mereka di sosial media. Sehingga nanti bisa mengangkat brand image Kota Malang,” ujar pria dari KIM Kelurahan Tanjungrejo, Sukun itu.

Hal senada diungkapkan Citra Amalia perwakilan dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah Malang. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat bermanfaat . Karena bisa menambah wawasan dan soft skill peserta yang datang. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan saya mengenai kaidah-kaidah jurnalistik, tips dari pemateri mengenai pengambilan video maupun foto yang bagus dan lain sebagainya. Saya berharap seharusnya pelatihan ini bisa lebih diperluas lagi pesertanya,” pungkasnya.

 

Untuk diketahui, dalam acara tersebut, Diskominfo Kota Malang menghadirkan 75 peserta dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Turut hadir pula Ahmad Fuad Rahman, SE dan Ahmad Farih Sulaiman, S.Pd yang merupakan anggota DPRD Kota Malang. Juga turut hadir sebagai narasumber Faris Montis seorang Youtuber Kota Malang. (bin/dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/