alexametrics
22.2 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Cari Data Pengangguran, Pemkot Malang Andalkan Ibu-Ibu PKK

MALANG KOTA – Masih tingginya angka pengangguran di Kota Malang membuat Wali Kota Malang Sutaji terus mencari cara untuk menanggulanginya. Sambil tetap membuka kran peluang usaha, pendataan jumlah pengangguran juga dilakukan agar benar-benar sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Saya sampaikan ke Badan Pusat Statistik (BPS), bisa jadi data kami dengan mereka tidak sama. Karena itu, kebijakan-kebijakan yang bersifat makro yang saya pakai data BPS. Sedangkan untuk yang mikro lewat data yang dihimpun ibu-ibu PKK,” ujar Sutiaji pada Jawa Pos Radar Malang, Kamis (25/3).

Politikus Partai Demokrat itu menjelaskan, pihaknya sedang menyiapkan sistem basis data terbaru jumlah pengangguran lewat program yang diberi nama Sam Kebun Dasa. Sistem ini merupakan kependekan dari Smart City Gerakan Menghimpun Data Berbasis Dasa Wisma. Artinya, data yang terhimpun dalam sistem ini merupakan data real time, yang didapat dari masing-masing RT lewat program PKK. “Karena kan biasanya saat ada survei (BPS) ada yang jam 09.00 masih di rumah itu sudah terhitung pengangguran, padahal mereka bekerja tapi memang tidak di perusahaan contohnya,” imbuhnya.

Sebagai informasi, data BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Malang tahun 2019 berada di angka 5,88 persen. Dengan jumlah pengangguran mencapai 24.664 orang. Guna menekan angka tersebut Pemkot Malang terus mengupayakan pembentukan lapangan kerja masyarakat, terutama pada sektor UMKM. Diharapkan selain memperbaiki kondisi ekonomi, UMKM dapat menjadi ladang pekerjaan bagi masyarakat Kota Malang.

Pewarta: Chosa Setya Ayu Widodo

MALANG KOTA – Masih tingginya angka pengangguran di Kota Malang membuat Wali Kota Malang Sutaji terus mencari cara untuk menanggulanginya. Sambil tetap membuka kran peluang usaha, pendataan jumlah pengangguran juga dilakukan agar benar-benar sesuai dengan kenyataan di lapangan.

“Saya sampaikan ke Badan Pusat Statistik (BPS), bisa jadi data kami dengan mereka tidak sama. Karena itu, kebijakan-kebijakan yang bersifat makro yang saya pakai data BPS. Sedangkan untuk yang mikro lewat data yang dihimpun ibu-ibu PKK,” ujar Sutiaji pada Jawa Pos Radar Malang, Kamis (25/3).

Politikus Partai Demokrat itu menjelaskan, pihaknya sedang menyiapkan sistem basis data terbaru jumlah pengangguran lewat program yang diberi nama Sam Kebun Dasa. Sistem ini merupakan kependekan dari Smart City Gerakan Menghimpun Data Berbasis Dasa Wisma. Artinya, data yang terhimpun dalam sistem ini merupakan data real time, yang didapat dari masing-masing RT lewat program PKK. “Karena kan biasanya saat ada survei (BPS) ada yang jam 09.00 masih di rumah itu sudah terhitung pengangguran, padahal mereka bekerja tapi memang tidak di perusahaan contohnya,” imbuhnya.

Sebagai informasi, data BPS mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Malang tahun 2019 berada di angka 5,88 persen. Dengan jumlah pengangguran mencapai 24.664 orang. Guna menekan angka tersebut Pemkot Malang terus mengupayakan pembentukan lapangan kerja masyarakat, terutama pada sektor UMKM. Diharapkan selain memperbaiki kondisi ekonomi, UMKM dapat menjadi ladang pekerjaan bagi masyarakat Kota Malang.

Pewarta: Chosa Setya Ayu Widodo

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/