alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Groundbreaking Malang Creative Center Digelar Pekan Depan

MALANG KOTA – Pembangunan Malang Creative Center (MCC) mulai menunjukkan perkembangan. Kemarin (24/6) terlihat alat-alat berat mulai berdatangan di area proyek yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Blimbing. Tepatnya di lahan eks kantor PDAM.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Hadi Santoso mengatakan, sesi groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek itu akan dilakukan pekan depan. ”Iya (pekan depan), jika tidak ada halangan,” kata dia.

Momen itu bakal menandai proyek multiyears Pemkot Malang yang ditarget rampung 2022. Soni–sapaan karibnya– menyebut bila pagu anggaran untuk pembangunan gedung itu bernilai Rp 100 miliar. Di tahap pertama tahun ini, gedung yang disetting memiliki 8 lantai itu mendapat plotting anggaran Rp 25 miliar.

”Pada 2022 nanti bisa selesai dan dimanfaatkan sepenuhnya,” imbuhnya.

Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu berharap gedung itu dapat bermanfaat untuk masyarakat Kota Malang. Soni yang bakal pensiun awal bulan Juli mendatang juga berharap sosok penggantinya bisa mengawal pembangunan MCC itu dengan baik.

Hal senada juga disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji. Dari persiapan awal, pihaknya menarget proyek MCC itu rampung di tahun 2022 mendatang. ”Insya Allah tahun 2023 bisa dipakai,” kata dia.

Politikus Partai Demokrat itu berharap gedung MCC dapat menjadi pusat aktivitas bagi para pelaku ekonomi kreatif serta bisa dimanfaatkan sebagai co-working space dan pusat interaksi para pelaku ekonomi kreatif.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Sebab, saat ini Pemkot Malang sedang fokus mengembangkan industri ekonomi kreatif (ekraf). Gedung itu rencananya juga akan dijadikan pusat pemasaran produk-produk dari para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Malang.

Sutiaji menambahkan, di gedung MCC itu para pelaku UMKM juga akan diberi pelatihan khusus. ”Nanti ada program pembinaan. Jadi orang bisa melihat ke sana dan mencari tahu bagaimana proses pembuatan produknya,” tutup pria kelahiran Kabupaten Lamongan itu. (adn/c1/by/rmc)

MALANG KOTA – Pembangunan Malang Creative Center (MCC) mulai menunjukkan perkembangan. Kemarin (24/6) terlihat alat-alat berat mulai berdatangan di area proyek yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Blimbing. Tepatnya di lahan eks kantor PDAM.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang Hadi Santoso mengatakan, sesi groundbreaking atau peletakan batu pertama proyek itu akan dilakukan pekan depan. ”Iya (pekan depan), jika tidak ada halangan,” kata dia.

Momen itu bakal menandai proyek multiyears Pemkot Malang yang ditarget rampung 2022. Soni–sapaan karibnya– menyebut bila pagu anggaran untuk pembangunan gedung itu bernilai Rp 100 miliar. Di tahap pertama tahun ini, gedung yang disetting memiliki 8 lantai itu mendapat plotting anggaran Rp 25 miliar.

”Pada 2022 nanti bisa selesai dan dimanfaatkan sepenuhnya,” imbuhnya.

Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu berharap gedung itu dapat bermanfaat untuk masyarakat Kota Malang. Soni yang bakal pensiun awal bulan Juli mendatang juga berharap sosok penggantinya bisa mengawal pembangunan MCC itu dengan baik.

Hal senada juga disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji. Dari persiapan awal, pihaknya menarget proyek MCC itu rampung di tahun 2022 mendatang. ”Insya Allah tahun 2023 bisa dipakai,” kata dia.

Politikus Partai Demokrat itu berharap gedung MCC dapat menjadi pusat aktivitas bagi para pelaku ekonomi kreatif serta bisa dimanfaatkan sebagai co-working space dan pusat interaksi para pelaku ekonomi kreatif.

Harapan itu bukan tanpa alasan. Sebab, saat ini Pemkot Malang sedang fokus mengembangkan industri ekonomi kreatif (ekraf). Gedung itu rencananya juga akan dijadikan pusat pemasaran produk-produk dari para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Malang.

Sutiaji menambahkan, di gedung MCC itu para pelaku UMKM juga akan diberi pelatihan khusus. ”Nanti ada program pembinaan. Jadi orang bisa melihat ke sana dan mencari tahu bagaimana proses pembuatan produknya,” tutup pria kelahiran Kabupaten Lamongan itu. (adn/c1/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/