alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Parkir Vertikal di Kajoetangan Heritage Butuh Angaran Rp 3 Miliar

MALANG KOTA – Problem minimnya kantong parkir roda dua di Kawasan Kajoetangan Heritage bakal segera terurai. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bersiap menjalankan rencana yang sudah disusun sebelumnya. Yakni membangun parkir vertikal di eks gedung Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH), di Jalan Majapahit.

Proses pembongkaran gedung di atas lahan seluas 4.000 meter persegi itu sudah dilakukan awal tahun ini. Namun progres pembangunannya masih urung dilakukan karena ada kendala ketersediaan anggaran. Untuk mengurai problem tersebut, dishub sudah menyiapkan langkah khusus. ”Ini mau kami ajukan anggaran (pembangunan parkir vertikal, red) saat PAK (perubahan anggaran keuangan),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Malang Handi Priyanto.

Untuk diketahui, jumlah kantong parkir di Kajoetangan Heritage memang terbatas. Di kawasan sepanjang 650 meter itu, tercatat hanya ada 10 kantong parkir. Saat malam hari, seluruh kantong parkir tersebut kerap penuh dengan sepeda motor pengunjung. Tak jarang, para juru parkir (jukir) di sana terpaksa menggunakan bahu jalan. Beranjak dari kondisi itu lah dishub berupaya mengebut pembangunan parkir vertikal.

Handi mengestimasi bila anggaran yang dibutuhkan untuk membangun fasilitas itu berkisar di angka Rp 3 miliar. Bila sudah beroperasi, dia menyebut bakal ada 300-an sepeda motor yang bisa tertampung. Untuk waktu pembangunan, dia menyebut kemungkinan bisa terlaksana pada Oktober mendatang. Sebab PAK yang dimulai bulan Agustus biasanya disetujui kalangan dewan di bulan September. Kemudian pada bulan Oktober anggaran perubahan tersebut baru bisa diserap. ”Itu estimasi kami, semoga saja bisa terlaksana,” harap Handi.

Parkir vertikal tersebut juga bakal menambah pundi-pundi pendapatan retribusi parkir khusus. Jika diestimasi, per hari dishub bisa mengantongi Rp 600 ribu dari parkir vertikal itu. Dengan begitu, pengelolaan aset pemkot bisa lebih produktif untuk menambah pendapatan daerah.

Menanggapi rencana tersebut, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengaku setuju jika tujuannya diarahkan untuk mengurai permasalahan kekurangan kantong parkir. Sebab, di kawasan Kajoetangan Heritage memang kerap macet karena terbatasnya kantong parkir. Meski begitu, pihaknya ingin Pemkot Malang bisa menyiapkan lebih dulu kajian program tersebut.

”Sejauh ini memang belum ada pelemparan karena masih fokus dengan LKPJ (laporan pertanggungjawawaan) APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) 2021, tapi kami minta dikaji dulu,” jelasnya. Adanya penambahan anggaran untuk dishub tahun ini tentu jadi catatan untuk kalangan dewan. Sebab selain program itu, dishub juga berencana menambah anggaran untuk pengadaan dua unit bus Macito. (adn/by)

MALANG KOTA – Problem minimnya kantong parkir roda dua di Kawasan Kajoetangan Heritage bakal segera terurai. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang bersiap menjalankan rencana yang sudah disusun sebelumnya. Yakni membangun parkir vertikal di eks gedung Laboratorium Dinas Lingkungan Hidup (DLH), di Jalan Majapahit.

Proses pembongkaran gedung di atas lahan seluas 4.000 meter persegi itu sudah dilakukan awal tahun ini. Namun progres pembangunannya masih urung dilakukan karena ada kendala ketersediaan anggaran. Untuk mengurai problem tersebut, dishub sudah menyiapkan langkah khusus. ”Ini mau kami ajukan anggaran (pembangunan parkir vertikal, red) saat PAK (perubahan anggaran keuangan),” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Malang Handi Priyanto.

Untuk diketahui, jumlah kantong parkir di Kajoetangan Heritage memang terbatas. Di kawasan sepanjang 650 meter itu, tercatat hanya ada 10 kantong parkir. Saat malam hari, seluruh kantong parkir tersebut kerap penuh dengan sepeda motor pengunjung. Tak jarang, para juru parkir (jukir) di sana terpaksa menggunakan bahu jalan. Beranjak dari kondisi itu lah dishub berupaya mengebut pembangunan parkir vertikal.

Handi mengestimasi bila anggaran yang dibutuhkan untuk membangun fasilitas itu berkisar di angka Rp 3 miliar. Bila sudah beroperasi, dia menyebut bakal ada 300-an sepeda motor yang bisa tertampung. Untuk waktu pembangunan, dia menyebut kemungkinan bisa terlaksana pada Oktober mendatang. Sebab PAK yang dimulai bulan Agustus biasanya disetujui kalangan dewan di bulan September. Kemudian pada bulan Oktober anggaran perubahan tersebut baru bisa diserap. ”Itu estimasi kami, semoga saja bisa terlaksana,” harap Handi.

Parkir vertikal tersebut juga bakal menambah pundi-pundi pendapatan retribusi parkir khusus. Jika diestimasi, per hari dishub bisa mengantongi Rp 600 ribu dari parkir vertikal itu. Dengan begitu, pengelolaan aset pemkot bisa lebih produktif untuk menambah pendapatan daerah.

Menanggapi rencana tersebut, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengaku setuju jika tujuannya diarahkan untuk mengurai permasalahan kekurangan kantong parkir. Sebab, di kawasan Kajoetangan Heritage memang kerap macet karena terbatasnya kantong parkir. Meski begitu, pihaknya ingin Pemkot Malang bisa menyiapkan lebih dulu kajian program tersebut.

”Sejauh ini memang belum ada pelemparan karena masih fokus dengan LKPJ (laporan pertanggungjawawaan) APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) 2021, tapi kami minta dikaji dulu,” jelasnya. Adanya penambahan anggaran untuk dishub tahun ini tentu jadi catatan untuk kalangan dewan. Sebab selain program itu, dishub juga berencana menambah anggaran untuk pengadaan dua unit bus Macito. (adn/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/