alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Ribuan Warga Jalani Isoman, IDI Malang Raya Beri Panduan Penting Ini

MALANG KOTA – Ribuan warga Kota Malang saat ini masih menjalani isolasi mandiri (isoman). Data Dinas Kesehatan Kota Malang Kamis (22/7) lalu jumlahnya mencapai 1.634 orang. Pasien Covid-19 yang menjalani isoman, mayoritas didominasi dengan gejala ringan hingga sedang.

Meski demikian, ada hal yang harus diperhatikan ketika menjalani masa isolasi tersebut. Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Malang Raya dr Djoko Heri Hermanto SpPD K-HOM menyatakan, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan selama menjalani isoman.

Pertama, pasien harus melapor dan mengikuti arahan Satgas RT/RW dan juga petugas puskesmas setempat. “Pasien juga harus berada di kamar tersendiri. Serta, mempersiapkan alat yang dapat membantu kegiatan selama menjalani program tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya, tetap menggunakan masker meski di dalam rumah dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah memegang barang dan melakukan aktifitas lainnya. “Kalau mempunyai oxymeter, bisa memeriksa sendiri saturasi oksigen minimal 3 kali sehari. Jika saturasi oksigennya kurang dari 90 dan merasa sesak harap segera lapor ke Satgas Covid setempat,” jelasnya.

Tak kalah penting, Djoko mengatakan pasien isoman juga harus mencuci pakaian, sprei setiap hari dengan direndam menggunakan detergen atau sabun cuci dan melakukan desinfeksi ruangan setiap hari. “Makan makanan yang bergizi, minum air hangat 2 liter per hari. Sebaiknya juga tidak berkomunikasi dengan orang yang berusia 50 tahun ke atas,” kata dia.

Lebih lanjut, dia menegaskan, peran anggota keluarga dan lingkungan sekitar juga turut membantu kesembuhan pasien “Peran dari tetangga, satgas RT RW yang aktif sangat penting untuk menunjang kesembuhan pasien,” pungkas Djoko.

Pewarta: Andika Satria Perdana

MALANG KOTA – Ribuan warga Kota Malang saat ini masih menjalani isolasi mandiri (isoman). Data Dinas Kesehatan Kota Malang Kamis (22/7) lalu jumlahnya mencapai 1.634 orang. Pasien Covid-19 yang menjalani isoman, mayoritas didominasi dengan gejala ringan hingga sedang.

Meski demikian, ada hal yang harus diperhatikan ketika menjalani masa isolasi tersebut. Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Malang Raya dr Djoko Heri Hermanto SpPD K-HOM menyatakan, ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan selama menjalani isoman.

Pertama, pasien harus melapor dan mengikuti arahan Satgas RT/RW dan juga petugas puskesmas setempat. “Pasien juga harus berada di kamar tersendiri. Serta, mempersiapkan alat yang dapat membantu kegiatan selama menjalani program tersebut,” ujarnya.

Selanjutnya, tetap menggunakan masker meski di dalam rumah dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah memegang barang dan melakukan aktifitas lainnya. “Kalau mempunyai oxymeter, bisa memeriksa sendiri saturasi oksigen minimal 3 kali sehari. Jika saturasi oksigennya kurang dari 90 dan merasa sesak harap segera lapor ke Satgas Covid setempat,” jelasnya.

Tak kalah penting, Djoko mengatakan pasien isoman juga harus mencuci pakaian, sprei setiap hari dengan direndam menggunakan detergen atau sabun cuci dan melakukan desinfeksi ruangan setiap hari. “Makan makanan yang bergizi, minum air hangat 2 liter per hari. Sebaiknya juga tidak berkomunikasi dengan orang yang berusia 50 tahun ke atas,” kata dia.

Lebih lanjut, dia menegaskan, peran anggota keluarga dan lingkungan sekitar juga turut membantu kesembuhan pasien “Peran dari tetangga, satgas RT RW yang aktif sangat penting untuk menunjang kesembuhan pasien,” pungkas Djoko.

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/