alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Khawatir Jadi Kluster Baru, Bioskop Masih Dilarang Buka

MALANG KOTA – Pengelola bioskop di Kota Malang yang optimistis bakal bisa kembali mengoperasikan bioskopnya akhir pekan ini, terpaksa gigit jari. Satgas Covid-19 Kota Malang belum memberikan “lampu hijau” karena masih khawatir bioskop menjadi klaster baru penularan Covid-19.

Jubir Satgas Covid-19 Kota Malang dr Khusnul Muarif menyatakan, pihaknya belum memberikan rekom untuk kembali dibukanya bioskop. “Ketua (Satgas Covid-19) belum memberikan rekom. Tapi karena ada beberapa dinas yang memberikan rekom, ketua akan mempertimbangkannya,” kata dokter Khusnul.

Belum diberikannya rekom tersebut karena kekhawatiran bisokop akan menjadi klaster baru Covid-19. Namun, dengan segala pertimbangan yang ada, mereka akan melakukan sidak dan evaluasi dari protokol kesehatan (prokes) yang ada.

Menurut Khusnul, penambahan prokes yang belum dilengkapi pengelola bioskop masih menjadi perhatian satgas. Meskipun rekom dari Disporapar Kota Malang sudah dikeluarkan sejak beberapa hari yang lalu. Sementara dari dinkes, baru mengeluarkan rekom Jumat (23/10).

“Setelah rekom disetujui pasti ada simulasi protokol kesehatan yang ada. Termasuk dari hal kecil sekalipun,” terangnya.
Ia menjelaskan, ada beberapa titik rawan terjadinya pelanggaran prokes yang membutuhkan pengawasan lebih. Termasuk potensi pengunjung bandel yang hanya mematuhi protokol saat ada petugas saja.

”Makanan dan minuman yang masuk juga tidak luput dari pengecekan sebagai upaya pencegahan virus Covid-19,” tambahnya.

Sebelumnya, pengelola Movimax Sarinah Wanda Juliant mengatakan, pihaknya siap mengoperasikan 3 bioskop yang ada dalam jaringannya pada Sabtu (24/10). Pertimbangan pembukaan tersebut karena pihaknya telah menyiapkan standar prokes sejak tiga bulan lalu sebelum kembali beroperasi.

Wanda mengatakan, pihaknya merujuk ketentuan prokes yang dijelaskan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Malang. ”Sebetulnya jika mengacu pada Perwali, tidak ada kata-kata izin. Yang pasti, kami harus mematuhi protokol kesehatan, jadi kami tidak bisa semena-mena,” paparnya.

Menurut Wanda, dengan diterapkannya prokes, otomatis kapasitas penonton berkurang 50 persen. Selain itu, penonton juga tidak bisa menikmati popcorn, camilan lain ataupun minuman di dalam ruangan bioskop. ”Pasangan duduknya juga harus pisah, karena antar penonton ada jarak satu kursi kosong,” ujar dia.

Bioskop Movimax Dinoyo juga bersiap menyambut penonton yang haus hiburan film. Hal itu terlihat saat sejumlah pekerja sedang membersihkan dan merapikan perlengkapan di dalam ruangan kemarin (23/10). ”Sebenarnya kami sudah siap. Tapi, kami harus menghargai delegasi lain, mangkannya persiapan dimaksimalkan dulu,” terang pengelola Movimax Dinoyo, Rulya Febriana Djaja Saputra.

Pewarta: Arlita Ulya Kusuma, Wildan Agta Affirdausy

MALANG KOTA – Pengelola bioskop di Kota Malang yang optimistis bakal bisa kembali mengoperasikan bioskopnya akhir pekan ini, terpaksa gigit jari. Satgas Covid-19 Kota Malang belum memberikan “lampu hijau” karena masih khawatir bioskop menjadi klaster baru penularan Covid-19.

Jubir Satgas Covid-19 Kota Malang dr Khusnul Muarif menyatakan, pihaknya belum memberikan rekom untuk kembali dibukanya bioskop. “Ketua (Satgas Covid-19) belum memberikan rekom. Tapi karena ada beberapa dinas yang memberikan rekom, ketua akan mempertimbangkannya,” kata dokter Khusnul.

Belum diberikannya rekom tersebut karena kekhawatiran bisokop akan menjadi klaster baru Covid-19. Namun, dengan segala pertimbangan yang ada, mereka akan melakukan sidak dan evaluasi dari protokol kesehatan (prokes) yang ada.

Menurut Khusnul, penambahan prokes yang belum dilengkapi pengelola bioskop masih menjadi perhatian satgas. Meskipun rekom dari Disporapar Kota Malang sudah dikeluarkan sejak beberapa hari yang lalu. Sementara dari dinkes, baru mengeluarkan rekom Jumat (23/10).

“Setelah rekom disetujui pasti ada simulasi protokol kesehatan yang ada. Termasuk dari hal kecil sekalipun,” terangnya.
Ia menjelaskan, ada beberapa titik rawan terjadinya pelanggaran prokes yang membutuhkan pengawasan lebih. Termasuk potensi pengunjung bandel yang hanya mematuhi protokol saat ada petugas saja.

”Makanan dan minuman yang masuk juga tidak luput dari pengecekan sebagai upaya pencegahan virus Covid-19,” tambahnya.

Sebelumnya, pengelola Movimax Sarinah Wanda Juliant mengatakan, pihaknya siap mengoperasikan 3 bioskop yang ada dalam jaringannya pada Sabtu (24/10). Pertimbangan pembukaan tersebut karena pihaknya telah menyiapkan standar prokes sejak tiga bulan lalu sebelum kembali beroperasi.

Wanda mengatakan, pihaknya merujuk ketentuan prokes yang dijelaskan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Malang. ”Sebetulnya jika mengacu pada Perwali, tidak ada kata-kata izin. Yang pasti, kami harus mematuhi protokol kesehatan, jadi kami tidak bisa semena-mena,” paparnya.

Menurut Wanda, dengan diterapkannya prokes, otomatis kapasitas penonton berkurang 50 persen. Selain itu, penonton juga tidak bisa menikmati popcorn, camilan lain ataupun minuman di dalam ruangan bioskop. ”Pasangan duduknya juga harus pisah, karena antar penonton ada jarak satu kursi kosong,” ujar dia.

Bioskop Movimax Dinoyo juga bersiap menyambut penonton yang haus hiburan film. Hal itu terlihat saat sejumlah pekerja sedang membersihkan dan merapikan perlengkapan di dalam ruangan kemarin (23/10). ”Sebenarnya kami sudah siap. Tapi, kami harus menghargai delegasi lain, mangkannya persiapan dimaksimalkan dulu,” terang pengelola Movimax Dinoyo, Rulya Febriana Djaja Saputra.

Pewarta: Arlita Ulya Kusuma, Wildan Agta Affirdausy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/