alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Tanamkan Kecintaan Seni Budaya lewat Atraksi Tari Tradisional

MALANG KOTA – Berbagai tarian tradisional seperti tari Bapang, tari Gandrung maupun tari Nusantara ditampilkan di Kampung Sinau Budaya Satrio Turonggo Jati, Minggu (25/10). Lewat atraksi tarian tersebut, kecintaan generasi muda terhadap seni budaya Indonesia ditanamkan.

“Jangan sampai generasi muda sekarang justru menyukai seni budaya dari luar daripada seni budaya bangsanya sendiri. Aneka tarian yang digelar juga untuk menyemarakkan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Satrio Turonggo Jati, Nanang Gustanto kepada awak media di lokasi acara.

Menurut Nanang, selain untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda atraksi tarian itu juga untuk menandai digelarnya kembali agenda ‘Jenggirat Festival’. Event yang digelar di Jalan Lembang ini sebagai penanda kebangkitan warga RW 06 Kelurahan Rampal Celaket.

Tak hanya beragam tarian yang ditampilkan oleh anak-anak muda setempat, Nanang mengungkapkan, kerajinan tangan hingga lomba kostum juga digelar dan diikuti anak muda dari berbagai daerah. Salah satunya adalah peserta dari Minahasa yang menampilkan kostum Kabasaran dengan modifikasi.

Kabasaran sendiri adalah kostum perang dari Minahasa. Namun, semaraknya kegiatan tersebut pengunjung maupun penyelenggara tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Para peserta lomba kostum ini merupakan finalis yang sebelumnya sudah diseleksi melalui penilaian foto. Setelah parade kostum, ada lomba drum anak sebagai penutup,” ujar Nanang.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG KOTA – Berbagai tarian tradisional seperti tari Bapang, tari Gandrung maupun tari Nusantara ditampilkan di Kampung Sinau Budaya Satrio Turonggo Jati, Minggu (25/10). Lewat atraksi tarian tersebut, kecintaan generasi muda terhadap seni budaya Indonesia ditanamkan.

“Jangan sampai generasi muda sekarang justru menyukai seni budaya dari luar daripada seni budaya bangsanya sendiri. Aneka tarian yang digelar juga untuk menyemarakkan Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober,” kata Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Satrio Turonggo Jati, Nanang Gustanto kepada awak media di lokasi acara.

Menurut Nanang, selain untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda atraksi tarian itu juga untuk menandai digelarnya kembali agenda ‘Jenggirat Festival’. Event yang digelar di Jalan Lembang ini sebagai penanda kebangkitan warga RW 06 Kelurahan Rampal Celaket.

Tak hanya beragam tarian yang ditampilkan oleh anak-anak muda setempat, Nanang mengungkapkan, kerajinan tangan hingga lomba kostum juga digelar dan diikuti anak muda dari berbagai daerah. Salah satunya adalah peserta dari Minahasa yang menampilkan kostum Kabasaran dengan modifikasi.

Kabasaran sendiri adalah kostum perang dari Minahasa. Namun, semaraknya kegiatan tersebut pengunjung maupun penyelenggara tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Para peserta lomba kostum ini merupakan finalis yang sebelumnya sudah diseleksi melalui penilaian foto. Setelah parade kostum, ada lomba drum anak sebagai penutup,” ujar Nanang.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/