alexametrics
29.9 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Komisi HAK Keuskupan Malang Gelar Vaksinasi Warga Lintas Agama

MALANG KOTA – Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Malang menyiapkan ratusan kuota vaksin Covid-19 dosis kedua vaksin untuk masyarakat lintas agama. Kegiatan tersebut untuk mendukung percepatan vaksinasi dosis kedua di Kota Malang. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Malang, capaian vaksinasi dosis kedua masih 65 persen. Sementara capaian vaksinasi dosis pertama menyentuh angka 92 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif menyebutkan, capaian vaksinasi dosis kedua yang relatif rendah dikarenakan proses menunggu jadwal. “Ada yang masih menunggu jadwal, karena kalau yang jenis Astra Zeneca harus menunggu lebih lama, sekitar 12 minggu,” kata Husnul.

Sementara itu, Ketua Komisi HAK Keuskupan Malang RM. Peter B. Sarbini mengatakan, pihaknya mendukung program pemerintah dalam program percepatan vaksinasi. “Karena vaksinasi ini sifatnya kemanusiaan, tidak pandang agama apapun,” ujar dia.

Vaksinasi lintas agama yang digelar di aula SVD di Jalan Terusan Rajabasa itu diikuti sekitar 500 orang. Mereka berasal dari lintas agama, suku, budaya dan rasa. “Kami merangkul semuanya, dan memberikan pelayanan yang terbaik,” tambah Peter.

Dosen Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Malang itu juga menyebutkan, antusiasme peserta vaksinasi lintas agama ini cukup tinggi. Dalam vaksinasi itu, pesertanya dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak sampai lansia. Bahkan, sekitar 30 persen juga ada yang dari mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. “Kami memang tidak membatasi agama, suku ataupun usia,” tegasnya.

Hal ini juga untuk merangkul dan merajut persaudaraan semua umat lintas agama, budaya, suku dan ras tanpa membedakan satu sama lain.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Panti Waluya dr Lisa Setiawati MMRS mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Komisi HAK untuk melakukan vaksinasi dosis kedua. “Namun ada beberapa yang dosis pertama, susulan,” kata Lisa.

Dia menyampaikan, ini untuk mendukung capaian vaksinasi dosis kedua. Sehingga dapat mempercepat herd immunity di Kota Malang. “Karena antusias masyarakat juga tinggi,” pungkas dia. (ulf/lid/rmc)

MALANG KOTA – Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Malang menyiapkan ratusan kuota vaksin Covid-19 dosis kedua vaksin untuk masyarakat lintas agama. Kegiatan tersebut untuk mendukung percepatan vaksinasi dosis kedua di Kota Malang. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Malang, capaian vaksinasi dosis kedua masih 65 persen. Sementara capaian vaksinasi dosis pertama menyentuh angka 92 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif menyebutkan, capaian vaksinasi dosis kedua yang relatif rendah dikarenakan proses menunggu jadwal. “Ada yang masih menunggu jadwal, karena kalau yang jenis Astra Zeneca harus menunggu lebih lama, sekitar 12 minggu,” kata Husnul.

Sementara itu, Ketua Komisi HAK Keuskupan Malang RM. Peter B. Sarbini mengatakan, pihaknya mendukung program pemerintah dalam program percepatan vaksinasi. “Karena vaksinasi ini sifatnya kemanusiaan, tidak pandang agama apapun,” ujar dia.

Vaksinasi lintas agama yang digelar di aula SVD di Jalan Terusan Rajabasa itu diikuti sekitar 500 orang. Mereka berasal dari lintas agama, suku, budaya dan rasa. “Kami merangkul semuanya, dan memberikan pelayanan yang terbaik,” tambah Peter.

Dosen Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) Malang itu juga menyebutkan, antusiasme peserta vaksinasi lintas agama ini cukup tinggi. Dalam vaksinasi itu, pesertanya dari berbagai kalangan. Mulai dari anak-anak sampai lansia. Bahkan, sekitar 30 persen juga ada yang dari mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi. “Kami memang tidak membatasi agama, suku ataupun usia,” tegasnya.

Hal ini juga untuk merangkul dan merajut persaudaraan semua umat lintas agama, budaya, suku dan ras tanpa membedakan satu sama lain.

Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Panti Waluya dr Lisa Setiawati MMRS mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Komisi HAK untuk melakukan vaksinasi dosis kedua. “Namun ada beberapa yang dosis pertama, susulan,” kata Lisa.

Dia menyampaikan, ini untuk mendukung capaian vaksinasi dosis kedua. Sehingga dapat mempercepat herd immunity di Kota Malang. “Karena antusias masyarakat juga tinggi,” pungkas dia. (ulf/lid/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/