alexametrics
18.6 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Balas Dendam dan Butuh Uang, Dua Pria Bobol Toko Onderdil Malang

MALANG KOTA – Fery Setiawan, 28, warga Kelurahan Mangliawan, Kecamatan Pakis, dan Pi’i, 61, warga Kelurahan Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang harus merasakan dinginnya ruang tahanan Mapolresta Malang Kota.

Fery dan Pi’i ditangkap polisi pada Sabtu (23/1) malam karena terbukti berkomplot membobol toko onderdil sepeda motor di kawasan Jalan Sukarno Hatta, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru. Aksi kriminal mereka, ditengarai juga dipicu rasa dendam terhadap pemilik toko.

“Pelaku memiliki masalah dengan pemilik toko, yang satunya ini (Fery) punya usaha tambal ban yang selalu dimarahi pemilik toko kalau buka, yang satunya ini (Pi’i) penadah,” terang Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodho, Senin (25/1) kemarin.

Dalam aksi mereka, Fery bertugas sebagai eksekutor. Ia mengajak YS yang kini masih dalam proses pengejaran pihak kepolisian (DPO). Diketahui, Fery dan YS masuk dengan cara membobol jendela kaca yang berada di belakang toko tersebut.

“Lewat belakang, pecah kaca lipat dan langsung masuk. Saat di lokasi pun mereka sempat bawa pikap, dan mereka beroperasi ini karena ada permintaan juga,” kata pria asal Kota Surabaya tersebut.

Kedua pelaku berhasil menggondol setidaknya beberapa barang seperti oli motor, busi, lampu motor, ban dalam, ban luar, kampas rem, aki dan uang tunai yang ada di dalam toko. Total kerugian korban diperkirakan mencapai Rp 15 juta.

“Nah yang masih DPO ini statusnya mantan karyawan toko tersebut, makanya jadi tahu rute mana yang bisa diambil untuk membobol,” imbuh dia.

Setelah berhasil mendapatkan barang, kedua tersangka memberikan hasil curian itu ke Pi’i yang ada di Lawang dengan harga kesepakatan Rp 4 juta.

Sembari mengejar YS, Polisi mengancam menghukum Fery dengan Pasal 363 KUHP dengan kurungan tujuh tahun penjara, sementara untuk Pi’i dengan pasal 480 KUHP dengan kurungan maksimal selama empat tahun.

“Untuk YS ini lari ke Jakarta karena memang dia alamatnya di sana, kami akan kejar dia,” tutup pria yang pernah menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Tanjung Perak, Surabaya tersebut.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Fery Setiawan, 28, warga Kelurahan Mangliawan, Kecamatan Pakis, dan Pi’i, 61, warga Kelurahan Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang harus merasakan dinginnya ruang tahanan Mapolresta Malang Kota.

Fery dan Pi’i ditangkap polisi pada Sabtu (23/1) malam karena terbukti berkomplot membobol toko onderdil sepeda motor di kawasan Jalan Sukarno Hatta, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru. Aksi kriminal mereka, ditengarai juga dipicu rasa dendam terhadap pemilik toko.

“Pelaku memiliki masalah dengan pemilik toko, yang satunya ini (Fery) punya usaha tambal ban yang selalu dimarahi pemilik toko kalau buka, yang satunya ini (Pi’i) penadah,” terang Kasatreskrim Polresta Malang Kota, Kompol Tinton Yudha Riambodho, Senin (25/1) kemarin.

Dalam aksi mereka, Fery bertugas sebagai eksekutor. Ia mengajak YS yang kini masih dalam proses pengejaran pihak kepolisian (DPO). Diketahui, Fery dan YS masuk dengan cara membobol jendela kaca yang berada di belakang toko tersebut.

“Lewat belakang, pecah kaca lipat dan langsung masuk. Saat di lokasi pun mereka sempat bawa pikap, dan mereka beroperasi ini karena ada permintaan juga,” kata pria asal Kota Surabaya tersebut.

Kedua pelaku berhasil menggondol setidaknya beberapa barang seperti oli motor, busi, lampu motor, ban dalam, ban luar, kampas rem, aki dan uang tunai yang ada di dalam toko. Total kerugian korban diperkirakan mencapai Rp 15 juta.

“Nah yang masih DPO ini statusnya mantan karyawan toko tersebut, makanya jadi tahu rute mana yang bisa diambil untuk membobol,” imbuh dia.

Setelah berhasil mendapatkan barang, kedua tersangka memberikan hasil curian itu ke Pi’i yang ada di Lawang dengan harga kesepakatan Rp 4 juta.

Sembari mengejar YS, Polisi mengancam menghukum Fery dengan Pasal 363 KUHP dengan kurungan tujuh tahun penjara, sementara untuk Pi’i dengan pasal 480 KUHP dengan kurungan maksimal selama empat tahun.

“Untuk YS ini lari ke Jakarta karena memang dia alamatnya di sana, kami akan kejar dia,” tutup pria yang pernah menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Tanjung Perak, Surabaya tersebut.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/