alexametrics
23 C
Malang
Saturday, 25 June 2022

Jalani Perawatan, Pasien Covid-19 di Kota Malang Alami Brain Fog

MALANG KOTA – Covid-19 memberi efek berbeda-beda pada mereka yang telah terpapar. Ada yang normal-normal saja, ada juga yang mendadak drop hingga harus menjalani perawatan intensif. Gejala tak biasa juga dialami salah satu pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Malang. Yaitu pasien mengalami brain fog atau otak berkabut. Dimana hal ini membuat kepala pasien seperti kosong, sehingga pasien menjadi linglung atau bingung.

Hal itu diungkapkan dr Syifa Mustika SpPD-KGEH, salah satu dokter yang merawat pasien Covid-19. Ia menjelaskan, memasuki perawatan hari ke empat, pasien yang awalnya normal mendadak tampak bingung dan linglung. Oleh dr Syifa, pasien diminta bersabar dan membaca istighfar karena dia mengetahui pasiennya beragam Islam. Ternyata jawaban pasien cukup mengejutkan. “Saya tahu, saya pengin istighfar, tapi saya nggak tahu mau ngomong apa. Otak saya seperti kosong,” ujarnya menirukan perkataan pasiennya.

Tak hanya itu, lanjutnya, pasien tersebut juga bingung sedang berada dimana dan kenapa bisa berada di ruang perawatan. Namun, saat ditanya nama dan lokasi rumahnya, dia masih ingat. “Biasanya Covid-19 itu sebagian besar gejalanya di saluran pernafasan. (Kejadian di pasien) Itu beda dari biasanya,” jelas dokter yang juga Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya ini.

Lebih lanjut, dr Syifa menyatakan solusinya adalah dengan melakukan pengobatan terapi Covid-19. Selain itu, juga ada usaha-usaha lain dari pasien, karena problem Covid ini karena imun tidak bagus. “Termasuk jangan lupa juga jaga kesehatan rohani. Kalau yang muslim ya berdoa, wirid dan salat,” jelas dia.
Pewarta: Imam N

MALANG KOTA – Covid-19 memberi efek berbeda-beda pada mereka yang telah terpapar. Ada yang normal-normal saja, ada juga yang mendadak drop hingga harus menjalani perawatan intensif. Gejala tak biasa juga dialami salah satu pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Malang. Yaitu pasien mengalami brain fog atau otak berkabut. Dimana hal ini membuat kepala pasien seperti kosong, sehingga pasien menjadi linglung atau bingung.

Hal itu diungkapkan dr Syifa Mustika SpPD-KGEH, salah satu dokter yang merawat pasien Covid-19. Ia menjelaskan, memasuki perawatan hari ke empat, pasien yang awalnya normal mendadak tampak bingung dan linglung. Oleh dr Syifa, pasien diminta bersabar dan membaca istighfar karena dia mengetahui pasiennya beragam Islam. Ternyata jawaban pasien cukup mengejutkan. “Saya tahu, saya pengin istighfar, tapi saya nggak tahu mau ngomong apa. Otak saya seperti kosong,” ujarnya menirukan perkataan pasiennya.

Tak hanya itu, lanjutnya, pasien tersebut juga bingung sedang berada dimana dan kenapa bisa berada di ruang perawatan. Namun, saat ditanya nama dan lokasi rumahnya, dia masih ingat. “Biasanya Covid-19 itu sebagian besar gejalanya di saluran pernafasan. (Kejadian di pasien) Itu beda dari biasanya,” jelas dokter yang juga Ketua Satgas Covid-19 NU Malang Raya ini.

Lebih lanjut, dr Syifa menyatakan solusinya adalah dengan melakukan pengobatan terapi Covid-19. Selain itu, juga ada usaha-usaha lain dari pasien, karena problem Covid ini karena imun tidak bagus. “Termasuk jangan lupa juga jaga kesehatan rohani. Kalau yang muslim ya berdoa, wirid dan salat,” jelas dia.
Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/