alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Pemkot Malang Siapkan Rp 150 Juta Untuk Pelatihan Tiktok dan Youtube

MALANG KOTA – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Malang berencana mengadakan pelatihan Youtuber dan TikTok yang akan direalisasikan tahun ini.

“Di sini bagian dari adaptasi smart city. Tahap awal orang belum kepikiran ini yang namanya pelatihan YouTubers atau influencer,” ujar Plt Kepala Diskominfo Kota Malang, Erik Setyo Santoso kepada wartawan Kamis (26/2).

Pelatihan Youtuber sendiri bakal direalisasikan pada tahun ini, karena sudah masuk anggaran. Rencananya ada dua tahap pelatihan, dimana akan diikuti oleh 50 peserta per sesi pelatihan dengan pendampingan sampai akhir.

“Anggaran kita yang teralokasi sekitar Rp 150 juta, untuk pelatihan YouTuber dan TikTok di 2021 ini,” tambah Erik Setyo.

Erik mengatakan, meski dengan adanya pelatihan YouTuber ini, kelanjutan semua tetap bergantung pada setiap individu masing-masing dalam menggali kreativitasnya.

“Contoh seperti pelatihan seni gitu, tidak mungkin dalam satu kali pelatihan orang sudah punya kualitas yang sama, kadang ada yang bakat, ada yang kaku, karena kembali ke passion masing-masing,” pungkas dia.

Pewarta: Andika Satria Perdana

MALANG KOTA – Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Malang berencana mengadakan pelatihan Youtuber dan TikTok yang akan direalisasikan tahun ini.

“Di sini bagian dari adaptasi smart city. Tahap awal orang belum kepikiran ini yang namanya pelatihan YouTubers atau influencer,” ujar Plt Kepala Diskominfo Kota Malang, Erik Setyo Santoso kepada wartawan Kamis (26/2).

Pelatihan Youtuber sendiri bakal direalisasikan pada tahun ini, karena sudah masuk anggaran. Rencananya ada dua tahap pelatihan, dimana akan diikuti oleh 50 peserta per sesi pelatihan dengan pendampingan sampai akhir.

“Anggaran kita yang teralokasi sekitar Rp 150 juta, untuk pelatihan YouTuber dan TikTok di 2021 ini,” tambah Erik Setyo.

Erik mengatakan, meski dengan adanya pelatihan YouTuber ini, kelanjutan semua tetap bergantung pada setiap individu masing-masing dalam menggali kreativitasnya.

“Contoh seperti pelatihan seni gitu, tidak mungkin dalam satu kali pelatihan orang sudah punya kualitas yang sama, kadang ada yang bakat, ada yang kaku, karena kembali ke passion masing-masing,” pungkas dia.

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/