alexametrics
22.4 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Cegah Varian Baru Covid Menyebar, Dinkes Cermati Kelompok Ini

MALANG KOTA – Virus Covid-19 telah mengalami mutasi dan kini telah menyebar kemana-mana. Namun, Dinas Kesehatan Kota Malang memastikan belum ada laporan varian B117 itu menyerang atau masuk ke Kota Malang.

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, virus covid varian B117 memang sudah masuk Indonesia, tapi belum masuk ke Kota Malang.
“Virusnya memang sudah masuk (ke Indonesia). Tetapi belum ada laporan warga Kota Malang yang terpapar virus mutasi baru tersebut,” ucap Husnul, Senin (26/4).

Pejabat yang juga juru bicara Satgas Covid-19 Kota Malang ini menjelaskan, mutasi virus terjadi akibat adanya perubahan perilaku dari virus Covid-19. Hal tersebut dapat dilihat dari pasien yang di swab awal hasilnya negatif, namun lima hari berselang ternyata positif.

“Kejadian ini memang terjadi kepada orang yang datang dari luar negeri,” terangnya. Karena ini, pemerintah menganjurkan kelompok masyarakat yang baru datang ke Indonesia harus dikarantina selama lima hari. Karena dikhawatirkan hasil swab tersebut bisa muncul di hari ke lima.

Sebelumnya, Wali Kota Malang, Sutiaji minta masyarakat mewaspadai mutasi baru Covid-19. Sutiaji minta masyarakat tidak mudik Lebaran 2021 sesuai anjuran pemerintah. “Saat ini ditengarai ada mutasi baru sebagai dirilis kemarin. Virus dari Wuhan sudah tidak ada, tapi justru dari Eropa. Ditengarai virus dari India ini yang akan masuk ke Indonesia. Maka kita harus waspada terus menerus. Sekarang trennya mulai menurun, dan saat ini ada gejala mau naik,” ucap Sutiaji.

Pemkot Malang sedang bersinergi dengan Polresta Malang Kota untuk pengamanan larangan mudik Lebaran 2021, misalnya dengan mendirikan pos pantau dan mewaspadai jalan tikus yang bisa menjadi mobilitas masyarakat. “Jadi ini kewaspadaan dari semua agar dapat bahu membahu,” ucapnya saat gelar Apel Pagi di Balai Kota Malang, Senin (26/4).

Pewarta: M. Ubaidillah

MALANG KOTA – Virus Covid-19 telah mengalami mutasi dan kini telah menyebar kemana-mana. Namun, Dinas Kesehatan Kota Malang memastikan belum ada laporan varian B117 itu menyerang atau masuk ke Kota Malang.

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif mengatakan, virus covid varian B117 memang sudah masuk Indonesia, tapi belum masuk ke Kota Malang.
“Virusnya memang sudah masuk (ke Indonesia). Tetapi belum ada laporan warga Kota Malang yang terpapar virus mutasi baru tersebut,” ucap Husnul, Senin (26/4).

Pejabat yang juga juru bicara Satgas Covid-19 Kota Malang ini menjelaskan, mutasi virus terjadi akibat adanya perubahan perilaku dari virus Covid-19. Hal tersebut dapat dilihat dari pasien yang di swab awal hasilnya negatif, namun lima hari berselang ternyata positif.

“Kejadian ini memang terjadi kepada orang yang datang dari luar negeri,” terangnya. Karena ini, pemerintah menganjurkan kelompok masyarakat yang baru datang ke Indonesia harus dikarantina selama lima hari. Karena dikhawatirkan hasil swab tersebut bisa muncul di hari ke lima.

Sebelumnya, Wali Kota Malang, Sutiaji minta masyarakat mewaspadai mutasi baru Covid-19. Sutiaji minta masyarakat tidak mudik Lebaran 2021 sesuai anjuran pemerintah. “Saat ini ditengarai ada mutasi baru sebagai dirilis kemarin. Virus dari Wuhan sudah tidak ada, tapi justru dari Eropa. Ditengarai virus dari India ini yang akan masuk ke Indonesia. Maka kita harus waspada terus menerus. Sekarang trennya mulai menurun, dan saat ini ada gejala mau naik,” ucap Sutiaji.

Pemkot Malang sedang bersinergi dengan Polresta Malang Kota untuk pengamanan larangan mudik Lebaran 2021, misalnya dengan mendirikan pos pantau dan mewaspadai jalan tikus yang bisa menjadi mobilitas masyarakat. “Jadi ini kewaspadaan dari semua agar dapat bahu membahu,” ucapnya saat gelar Apel Pagi di Balai Kota Malang, Senin (26/4).

Pewarta: M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/