alexametrics
27.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Covid-19 di Kota Malang Mulai Bergejolak (Lagi)?

MALANG KOTA – Kasus penularan Covid-19 di Kota Malang yang sebelumnya mulai melandai, kini terindikasi bergejolak lagi. Walikota Sutiaji juga mulai memperketat pelarangan arus mudik baik masuk maupun keluar.

“Kita harus terus menerus waspada, kemarin trennya kan sudah mulai turun, ini ada gejolak mau naik,” ungkap Sutiaji.

Hal ini, didukung dengan data Bed Occupancy Ratio (BOR) yang meningkat di beberapa rumah isolasi. “Ketersediaan kamar itu ada kecenderungan naik. Safehouse yang biasanya terisi 30-40 bed, tadi malam terisi 79,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Husnul Muarif. Diketahui total bed yang tersedia di safehouse ada 90 bed.

Sementara di safehouse RSUD Kota Malang yang tersedia 49 bed isolasi, keterisiannya mencapai 20 bed. Padahal biasanya 12-15 bed. Begitu pula di rumah sakit lain yang rata-rata juga mengalami kenaikan dari 33,6 persen menjadi 45 persen.

“Penyebabnya memang kasus penularan baru dari tiap individu. Kalau dari klaster keluarga hampir tidak ada,” lanjut Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang itu.

Untuk itu, tindakan antisipasi yang dilakukan sebagaimana instruksi Walikota. Yaitu membatasi pergerakan. Pihaknya mengatakan bagaimanapun juga Covid-19 menular, menyebar dan terpapar kalau terjadi pergerakan dan pertemuan satu sama yg lain. Begitu pula Walikota Malang juga berupaya mencegah masuknya arus mudik yang masuk ke Kota Malang. Dengan pengetatan PPKM Mikro dan penyekatan di perbatasan sampai di jalan tikus.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Kasus penularan Covid-19 di Kota Malang yang sebelumnya mulai melandai, kini terindikasi bergejolak lagi. Walikota Sutiaji juga mulai memperketat pelarangan arus mudik baik masuk maupun keluar.

“Kita harus terus menerus waspada, kemarin trennya kan sudah mulai turun, ini ada gejolak mau naik,” ungkap Sutiaji.

Hal ini, didukung dengan data Bed Occupancy Ratio (BOR) yang meningkat di beberapa rumah isolasi. “Ketersediaan kamar itu ada kecenderungan naik. Safehouse yang biasanya terisi 30-40 bed, tadi malam terisi 79,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Husnul Muarif. Diketahui total bed yang tersedia di safehouse ada 90 bed.

Sementara di safehouse RSUD Kota Malang yang tersedia 49 bed isolasi, keterisiannya mencapai 20 bed. Padahal biasanya 12-15 bed. Begitu pula di rumah sakit lain yang rata-rata juga mengalami kenaikan dari 33,6 persen menjadi 45 persen.

“Penyebabnya memang kasus penularan baru dari tiap individu. Kalau dari klaster keluarga hampir tidak ada,” lanjut Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang itu.

Untuk itu, tindakan antisipasi yang dilakukan sebagaimana instruksi Walikota. Yaitu membatasi pergerakan. Pihaknya mengatakan bagaimanapun juga Covid-19 menular, menyebar dan terpapar kalau terjadi pergerakan dan pertemuan satu sama yg lain. Begitu pula Walikota Malang juga berupaya mencegah masuknya arus mudik yang masuk ke Kota Malang. Dengan pengetatan PPKM Mikro dan penyekatan di perbatasan sampai di jalan tikus.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/