alexametrics
23 C
Malang
Saturday, 25 June 2022

Tak Tahu Ijen Ditutup, Pengendara Banyak yang Putar Balik

MALANG – Penutupan Jalan Besar Ijen mulai diberlakukan hari ini (26/9) sejak pukul 06.00. Banyak pengendara yang putar balik karena tak mengetahui aturan baru itu. Penutupan ini menjadikan jalan alternatif di sekitarnya padat merayap. Sebut saja Jalan Wilis, Jalan Lawu, hingga Jalan Taman Slamet yang dipadati pengendara roda dua maupun empat karena memanfaatkan jalan-jalan kecil sekitar Jalan Ijen.

Polisi, TNI, dan Satpol PP terlihat berjaga di 11 jalur masuk Jalan Ijen yang diblokade. 11 titik itu ada di Jalan Pahlawan Trip, Jalan Dempo, Jalan Retawu, Jalan Panderman, Jalan Sindoro, Jalan Semeru, Jalan Lawu, Jalan Buring, Jalan Merbabu, Jalan Guntur, dan Kawasan Taman Merbabu.

Di lokasi penutupan, nampak tiga rambu palang bertuliskan “Jalur Tertib Physical Distancing Jaga Jarak Aman 2 Meter”. Selain itu di salah satu palang rambu juga bertuliskan “Mohon Maaf Jalan Ditutup Pembatasan Kegiatan Masyarakat Di Ruas Jalan Besar Ijen”.

El Nadi Ramadhani, salah satu pengendara motor yang ditemui di Jalan Wilis berpendapat penutupan Jalan Ijen menjadikan penumpukan kendaraan di jalanan sekitar Ijen yang tidak ditutup.

“Tapi setidaknya dengan ditutupnya Jalan Ijen, mengurangi orang kumpul-kumpul di sekitar Jalan Ijen. Kan, biasanya banyak tuh yang habis olahraga, malah duduk-duduk pinggir jalan. Apalagi, malam minggu banyak yang kumpul-kumpul,” kata Ramadhani.

Diketahui, penutupan Jalan Ijen ini berlangsung Sabtu – Minggu. Jam penutupan dibagi dua sesi. Pada jadwal pagi hari mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Sedangkan pada malam hari, penutupan mulai pukul 19.00 hingga 24.00 WIB. Selebihnya Jalan Besar Ijen dibuka.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, penutupan yang dilakukan hari ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi melakukan pembatasan kegiatan.

Menurut Leo, sapaan akrab Leonardus Simarmata, penegakkan hukum lewat operasi yustisi selama ini hingga penutupan akses jalan yang mulai dilakukan per hari ini sebagai bagian dari upaya menurunkan angka transmisi Covid-19 di Kota Malang.

“Kami juga menghitung ada nggak korelasi signifikan antara penegakkan hukum yang kemarin kami lakukan dengan penurunan konfirmasi Covid-19 dengan penurunan tingkat kematian maupun penambahan tingkat kesembuhan,” kata Leo saat memberikan keterangan pers, Sabtu (26/9).

Masih belum pasti kapan berakhirnya penutupan Jalan Ijen ini. Namun yang pasti hingga angka transmisi Covid-19 di Kota Malang berkurang drastis dan Malang tak lagi zona merah.

Pewarta: Errica Vannie

MALANG – Penutupan Jalan Besar Ijen mulai diberlakukan hari ini (26/9) sejak pukul 06.00. Banyak pengendara yang putar balik karena tak mengetahui aturan baru itu. Penutupan ini menjadikan jalan alternatif di sekitarnya padat merayap. Sebut saja Jalan Wilis, Jalan Lawu, hingga Jalan Taman Slamet yang dipadati pengendara roda dua maupun empat karena memanfaatkan jalan-jalan kecil sekitar Jalan Ijen.

Polisi, TNI, dan Satpol PP terlihat berjaga di 11 jalur masuk Jalan Ijen yang diblokade. 11 titik itu ada di Jalan Pahlawan Trip, Jalan Dempo, Jalan Retawu, Jalan Panderman, Jalan Sindoro, Jalan Semeru, Jalan Lawu, Jalan Buring, Jalan Merbabu, Jalan Guntur, dan Kawasan Taman Merbabu.

Di lokasi penutupan, nampak tiga rambu palang bertuliskan “Jalur Tertib Physical Distancing Jaga Jarak Aman 2 Meter”. Selain itu di salah satu palang rambu juga bertuliskan “Mohon Maaf Jalan Ditutup Pembatasan Kegiatan Masyarakat Di Ruas Jalan Besar Ijen”.

El Nadi Ramadhani, salah satu pengendara motor yang ditemui di Jalan Wilis berpendapat penutupan Jalan Ijen menjadikan penumpukan kendaraan di jalanan sekitar Ijen yang tidak ditutup.

“Tapi setidaknya dengan ditutupnya Jalan Ijen, mengurangi orang kumpul-kumpul di sekitar Jalan Ijen. Kan, biasanya banyak tuh yang habis olahraga, malah duduk-duduk pinggir jalan. Apalagi, malam minggu banyak yang kumpul-kumpul,” kata Ramadhani.

Diketahui, penutupan Jalan Ijen ini berlangsung Sabtu – Minggu. Jam penutupan dibagi dua sesi. Pada jadwal pagi hari mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Sedangkan pada malam hari, penutupan mulai pukul 19.00 hingga 24.00 WIB. Selebihnya Jalan Besar Ijen dibuka.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Leonardus Simarmata mengatakan, penutupan yang dilakukan hari ini bukan sekadar penegakan hukum, tetapi melakukan pembatasan kegiatan.

Menurut Leo, sapaan akrab Leonardus Simarmata, penegakkan hukum lewat operasi yustisi selama ini hingga penutupan akses jalan yang mulai dilakukan per hari ini sebagai bagian dari upaya menurunkan angka transmisi Covid-19 di Kota Malang.

“Kami juga menghitung ada nggak korelasi signifikan antara penegakkan hukum yang kemarin kami lakukan dengan penurunan konfirmasi Covid-19 dengan penurunan tingkat kematian maupun penambahan tingkat kesembuhan,” kata Leo saat memberikan keterangan pers, Sabtu (26/9).

Masih belum pasti kapan berakhirnya penutupan Jalan Ijen ini. Namun yang pasti hingga angka transmisi Covid-19 di Kota Malang berkurang drastis dan Malang tak lagi zona merah.

Pewarta: Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/