alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Inovatif, Warga RW 03 Karangbesuki Bikin Paving dari Limbah Plastik

MALANG KOTA – Inovasi daur ulang limbah plastik yang dilakukan warga RW 03 Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, ini kemungkinan paling beda di Kota Malang, yakni diolah menjadi paving. Inovasi ini dipamerkan kepada tim juri Kampung Bersinar DLH-Jawa Pos Radar Malang, Senin (26/10).

“Sudah sekitar setahun terakhir ini kami bikin paving dari limbah plastik,” kata Teguh Srianto, penggagas paving dari limbah plastik RW 03 Kelurahan Karangbesuki, Senin (26/10).

Menurutnya, pihaknya juga melakukan riset terlebih dahulu sebelum melakukan produksi massal. Karena plastik ini juga dikombinasikan dengan limbah oli dan jelantah (limbah minyak goreng).

“Sekitar tiga bulan risetnya. Karena harus mengkombinasikan beberapa bahan baku dari limbah,” jelas pria yang bekerja menjadi staf pasca sarjana Universitas Brawijaya (UB) ini.

Lebih lanjut, ide awal pembuatan paving dari plastik ini karena prihatin dengan sampah plastik di lingkungan. Karena di dekat RT-nya ada sungai yang selalu dipenuhi sampah plastik.

Hasil urban farming warga RW 03 Kelurahan Karangbesuki. (Imam Nasrodin/Radar Malang)

“Awalnya cuma dibuang saja sampah yang didapat dari bersih-bersih di sungai. Tapi akhirnya mikir, dan jadilah produk paving ini,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua RW 03 Kelurahan Karangbesuki Soebrayaro menambahkan, di tempatnya juga ada pemberdayaan daur limbah. Seperti limbah koran jadi beraneka kerajinan, limbah perca, dan limbah botol jadi produk bernilai ekonomi.

“Yang mengerjakan ibu-ibu PKK. Dapat pelatihan dari kelurahan,” ungkap bapak dua anak ini.

Tak hanya itu, lanjutnya, di tempatnya juga ada 135 titik biopori. Selain itu, juga ada 4 sumur resapan. “Kami juga urban farming yang dikelola oleh ibu-ibu PKK,” ungkap dia.

Pewarta: Imam Nasrodin

MALANG KOTA – Inovasi daur ulang limbah plastik yang dilakukan warga RW 03 Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, ini kemungkinan paling beda di Kota Malang, yakni diolah menjadi paving. Inovasi ini dipamerkan kepada tim juri Kampung Bersinar DLH-Jawa Pos Radar Malang, Senin (26/10).

“Sudah sekitar setahun terakhir ini kami bikin paving dari limbah plastik,” kata Teguh Srianto, penggagas paving dari limbah plastik RW 03 Kelurahan Karangbesuki, Senin (26/10).

Menurutnya, pihaknya juga melakukan riset terlebih dahulu sebelum melakukan produksi massal. Karena plastik ini juga dikombinasikan dengan limbah oli dan jelantah (limbah minyak goreng).

“Sekitar tiga bulan risetnya. Karena harus mengkombinasikan beberapa bahan baku dari limbah,” jelas pria yang bekerja menjadi staf pasca sarjana Universitas Brawijaya (UB) ini.

Lebih lanjut, ide awal pembuatan paving dari plastik ini karena prihatin dengan sampah plastik di lingkungan. Karena di dekat RT-nya ada sungai yang selalu dipenuhi sampah plastik.

Hasil urban farming warga RW 03 Kelurahan Karangbesuki. (Imam Nasrodin/Radar Malang)

“Awalnya cuma dibuang saja sampah yang didapat dari bersih-bersih di sungai. Tapi akhirnya mikir, dan jadilah produk paving ini,” ujar dia.

Sementara itu, Ketua RW 03 Kelurahan Karangbesuki Soebrayaro menambahkan, di tempatnya juga ada pemberdayaan daur limbah. Seperti limbah koran jadi beraneka kerajinan, limbah perca, dan limbah botol jadi produk bernilai ekonomi.

“Yang mengerjakan ibu-ibu PKK. Dapat pelatihan dari kelurahan,” ungkap bapak dua anak ini.

Tak hanya itu, lanjutnya, di tempatnya juga ada 135 titik biopori. Selain itu, juga ada 4 sumur resapan. “Kami juga urban farming yang dikelola oleh ibu-ibu PKK,” ungkap dia.

Pewarta: Imam Nasrodin

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/