alexametrics
22.6 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

RW 04 Karangbesuki Sulap Limbah Botol Plastik Jadi Bernilai Ekonomi

MALANG KOTA – Limbah botol plastik disulap ibu-ibu PKK RW 04 Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun menjadi berbagai kerajinan bernilai seni dan ekonomi tinggi. Seperti dijadikan tempat boneka, vas bunga, daun dan bunga serta hiasan rumah lainnya.

“Bahan bakunya dari warga, terutama dari anak-anak kos di sini,” kata kader lingkungan RW 04 Kel Karangbesuki Bambang Setyo Utono, Senin (26/10).

Menurutnya, di wilayah RW 04 relatif banyak kos-kosan. Sehingga, limbah plastik yang diproduksi anak-anak kos ditampung untuk dijadikan bahan baku daur ulang. “Saya selalu bilang ke warga kos, kalau punya sampah plastik jangan dibuang, biar dibuat kerajinan ibu-ibu PKK,” terang pria dua anak ini.

Sementara itu, Ketua RW 04 Kelurahan Karangbesuki Sumanianto menambahkan, di tempatnya juga ada taman sayuran bersama. Taman sayur seluas 400 meter persegi ini dikelola bersama. Seperti terong, pare, sawi, kangkung, dan cabai.
“Semua warga sini bisa metik hasil sayurnya. Gratis,” imbuh dia.

Taman sayur ini dikelola bersama dan hasilnya bisa dipetik secara gratis oleh warga RW 04 Karangbesuki. (Imam Nasrodin/Radar Malang)

Lebih lanjut, di taman sayur tersebut biasanya juga ada kegiatan ibu-ibu PKK. Biasanya dilakukan seminggu sekali atau sebulan sekali. “Kadang ya panen sayur bersama,” ungkap dia.

Selain itu, masih kata dia, di tempatnya juga ada sekitar 58 titik biopori. Jumlah ini tersebar di 4 RT. “Rata-rata tiap RT ada sekitar 17 titik biopori. Kami juga ada warga yang bikin batik dan kue basah,” ungkap ketua RW dua periode ini.

Pewarta: Imam Nasrodin

MALANG KOTA – Limbah botol plastik disulap ibu-ibu PKK RW 04 Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun menjadi berbagai kerajinan bernilai seni dan ekonomi tinggi. Seperti dijadikan tempat boneka, vas bunga, daun dan bunga serta hiasan rumah lainnya.

“Bahan bakunya dari warga, terutama dari anak-anak kos di sini,” kata kader lingkungan RW 04 Kel Karangbesuki Bambang Setyo Utono, Senin (26/10).

Menurutnya, di wilayah RW 04 relatif banyak kos-kosan. Sehingga, limbah plastik yang diproduksi anak-anak kos ditampung untuk dijadikan bahan baku daur ulang. “Saya selalu bilang ke warga kos, kalau punya sampah plastik jangan dibuang, biar dibuat kerajinan ibu-ibu PKK,” terang pria dua anak ini.

Sementara itu, Ketua RW 04 Kelurahan Karangbesuki Sumanianto menambahkan, di tempatnya juga ada taman sayuran bersama. Taman sayur seluas 400 meter persegi ini dikelola bersama. Seperti terong, pare, sawi, kangkung, dan cabai.
“Semua warga sini bisa metik hasil sayurnya. Gratis,” imbuh dia.

Taman sayur ini dikelola bersama dan hasilnya bisa dipetik secara gratis oleh warga RW 04 Karangbesuki. (Imam Nasrodin/Radar Malang)

Lebih lanjut, di taman sayur tersebut biasanya juga ada kegiatan ibu-ibu PKK. Biasanya dilakukan seminggu sekali atau sebulan sekali. “Kadang ya panen sayur bersama,” ungkap dia.

Selain itu, masih kata dia, di tempatnya juga ada sekitar 58 titik biopori. Jumlah ini tersebar di 4 RT. “Rata-rata tiap RT ada sekitar 17 titik biopori. Kami juga ada warga yang bikin batik dan kue basah,” ungkap ketua RW dua periode ini.

Pewarta: Imam Nasrodin

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/