alexametrics
30.6 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Sukses Tanam Labu Kabocha, Sayuran RW9 Karangbesuki Masuk Supermarket

MALANG KOTA – Pertanian modern atau urban farming menjadi salah satu andalan yang diunggulkan warga RW 09 Kelurahan Karangbesuki dalam Lomba Kampung Bersinar 2020. Lewat Kelompok Wanita Tani Cemara Hijau Farm, warga RW 09 secara mandiri telah sukses membangun ketahanan di bidang pangan juga ekonomi.

Memanfaatkan lahan tidur, warga kelurahan yang berbatasan dengan Kabupaten Malang ini berhasil menyulap tanah kosong menjadi ruang terbuka hijau. “Jadi tanaman sayur yang dihasilkan oleh kelompok wanita tani (CHF) ini selain untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar juga sudah kami distribusikan ke beberapa supermarket di Malang dan di Surabaya,” jelas Ketua RW 09 Kelurahan Karangbesuki Suharto, Senin (26/10).

Secara keseluruhan, luas lahan yang dimanfaatkan untuk menanam sayuran organik tersebut tidak sampai 200 meter persegi. Namun hasilnya cukup menggiurkan. Tiap satu kali panen, kelompok wanita tani CHF bjsa meraih omzet hingga Rp 600 ribu dalam kurun waktu sekitar 2 minggu.

Yang tidak kalah menarik, di RT 10 warga sekitar juga mengembangkan potensi tanaman labu Jepang Kabocha. “Sebelumnya, tanah ini adalah lahan tidur, lalu kami minta izin kepada pengembang untuk dimanfaatkan menjadi lahan pertanian. Kemudian diizinkan dan kami diberi waktu selama satu tahun untuk mengelola,” beber Ketua RT 10 Agus Sutrisno.

Tanaman sayur yang dihasilkan oleh kelompok wanita tani (CHF) RW 09 Karangbesuki sudah dipasarkan ke supermarket. (Farik Fajarwati/Radar Malang)

Sejak Juni lalu, lahan seluas 1,5 hektare itu pun kemudian disulapnya bersama warga setempat menjadi mini agrowisata. Tanaman yang dibudidayakan pun beragam. Selain Labu Jepang Kabocha, warga juga menanam sayuran seperti sawi, bawang merah, melon, dan beberapa jenis tanaman buah maupun pangan lainnya.

Untuk varietas kabocha, Agus menuturkan bahwa hasil panen di lahan yang dia tanami bisa mencapai 1 ton dalam sekali panen. “Sementara masih kami jual ke warga sekitar sendiri, nanti kalau sudah banyak dan stabil (panennya) akan kami coba pasarkan ke supermarket juga,” tukas dia.

Pewarta: Farik Fajarwati

MALANG KOTA – Pertanian modern atau urban farming menjadi salah satu andalan yang diunggulkan warga RW 09 Kelurahan Karangbesuki dalam Lomba Kampung Bersinar 2020. Lewat Kelompok Wanita Tani Cemara Hijau Farm, warga RW 09 secara mandiri telah sukses membangun ketahanan di bidang pangan juga ekonomi.

Memanfaatkan lahan tidur, warga kelurahan yang berbatasan dengan Kabupaten Malang ini berhasil menyulap tanah kosong menjadi ruang terbuka hijau. “Jadi tanaman sayur yang dihasilkan oleh kelompok wanita tani (CHF) ini selain untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar juga sudah kami distribusikan ke beberapa supermarket di Malang dan di Surabaya,” jelas Ketua RW 09 Kelurahan Karangbesuki Suharto, Senin (26/10).

Secara keseluruhan, luas lahan yang dimanfaatkan untuk menanam sayuran organik tersebut tidak sampai 200 meter persegi. Namun hasilnya cukup menggiurkan. Tiap satu kali panen, kelompok wanita tani CHF bjsa meraih omzet hingga Rp 600 ribu dalam kurun waktu sekitar 2 minggu.

Yang tidak kalah menarik, di RT 10 warga sekitar juga mengembangkan potensi tanaman labu Jepang Kabocha. “Sebelumnya, tanah ini adalah lahan tidur, lalu kami minta izin kepada pengembang untuk dimanfaatkan menjadi lahan pertanian. Kemudian diizinkan dan kami diberi waktu selama satu tahun untuk mengelola,” beber Ketua RT 10 Agus Sutrisno.

Tanaman sayur yang dihasilkan oleh kelompok wanita tani (CHF) RW 09 Karangbesuki sudah dipasarkan ke supermarket. (Farik Fajarwati/Radar Malang)

Sejak Juni lalu, lahan seluas 1,5 hektare itu pun kemudian disulapnya bersama warga setempat menjadi mini agrowisata. Tanaman yang dibudidayakan pun beragam. Selain Labu Jepang Kabocha, warga juga menanam sayuran seperti sawi, bawang merah, melon, dan beberapa jenis tanaman buah maupun pangan lainnya.

Untuk varietas kabocha, Agus menuturkan bahwa hasil panen di lahan yang dia tanami bisa mencapai 1 ton dalam sekali panen. “Sementara masih kami jual ke warga sekitar sendiri, nanti kalau sudah banyak dan stabil (panennya) akan kami coba pasarkan ke supermarket juga,” tukas dia.

Pewarta: Farik Fajarwati

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/