alexametrics
24.5 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Cegah Klaster Pernikahan, Wali Kota Malang Sidak Pesta Kawinan

MALANG KOTA – Musim pernikahan menjadi perhatian serius Pemkot Malang. Hari ini (26/12/2020), Wali Kota Malang melakukan sidak ke resepsi pernikahan yang digelar di hotel. Inspeksi ini dilakukan demi memastikan Surat Edaran (SE) Nomor 33 tahun 2020, mengatur tentang Pelaksanaan Protokol Penyelenggaraan Acara Resepsi Pernikahan dan Khitanan selama pandemi dijalankan dengan benar oleh para penyelenggara pernikahan.

“Tadi saya cek ke penyelenggara pernikahan. Saya masuk ke dalam, undangannya memang tetap 200 orang. Tapi bergantian masuk 50 orang, setelah selesai masuk 50 lagi,” terangnya.

Ia juga mengatakan, pemeriksaan tamu di hotel untuk pernikahan pun juga sudah ketat.

“Saya cek juga pintu masuknya, ada handsenitizernya, cek suhu, cuma jarak tempat duduk makannya tadi saya evaluasi, karena masih terlalu dekat,” tandasnya.

Selain memastikan resepsi pernihana dijalankan sesuai protokol kesehatan, dalam kesempatan tersebut Sutiaji juga memastikan penerapan SE Wali Kota Malang Nomor 34 Tahun 2020 sudah dilaksanakan oelh setiap hotel di Kota Malang. Sidak dilakukan ke sejumlah hotel untuk memantau pelayanan rapid test.

“Saya sudah sampling ke hotel apa telah melakukan SE 34 apa ndak, ternyata rata-rata malah sudah ada rapidnya,” kata Sutiaji.

Sebagai informasi, SE No 34 Tahun 2020 sendiri mengatur bahwa wisatawan dari luar Kota Malang wajib membawa hasil negatif tes rapid antigen atau antibodi hingga 5 Januari 2021 jika ingin menginap di hotel.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Musim pernikahan menjadi perhatian serius Pemkot Malang. Hari ini (26/12/2020), Wali Kota Malang melakukan sidak ke resepsi pernikahan yang digelar di hotel. Inspeksi ini dilakukan demi memastikan Surat Edaran (SE) Nomor 33 tahun 2020, mengatur tentang Pelaksanaan Protokol Penyelenggaraan Acara Resepsi Pernikahan dan Khitanan selama pandemi dijalankan dengan benar oleh para penyelenggara pernikahan.

“Tadi saya cek ke penyelenggara pernikahan. Saya masuk ke dalam, undangannya memang tetap 200 orang. Tapi bergantian masuk 50 orang, setelah selesai masuk 50 lagi,” terangnya.

Ia juga mengatakan, pemeriksaan tamu di hotel untuk pernikahan pun juga sudah ketat.

“Saya cek juga pintu masuknya, ada handsenitizernya, cek suhu, cuma jarak tempat duduk makannya tadi saya evaluasi, karena masih terlalu dekat,” tandasnya.

Selain memastikan resepsi pernihana dijalankan sesuai protokol kesehatan, dalam kesempatan tersebut Sutiaji juga memastikan penerapan SE Wali Kota Malang Nomor 34 Tahun 2020 sudah dilaksanakan oelh setiap hotel di Kota Malang. Sidak dilakukan ke sejumlah hotel untuk memantau pelayanan rapid test.

“Saya sudah sampling ke hotel apa telah melakukan SE 34 apa ndak, ternyata rata-rata malah sudah ada rapidnya,” kata Sutiaji.

Sebagai informasi, SE No 34 Tahun 2020 sendiri mengatur bahwa wisatawan dari luar Kota Malang wajib membawa hasil negatif tes rapid antigen atau antibodi hingga 5 Januari 2021 jika ingin menginap di hotel.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/